
Ep 28
.
.
Semua para Mafia dan Gangster berkumpul saat acara pemakaman Jasad yang diduga Brian.
Mozza terus menangis dalam dekapan sang kakak. sejak awal ia begitu mengagumi dan mencintai Brian, namun siapa sangka Tuhan tetap tidak menyatukan mereka.
puluhan orang dari berbagai anggota yang hadir tertunduk turut bersedih. Mengingat siapa Brian itu.
Willy dan Jerry pun juga ada disana, dengan wajah Sedih mereka.
.
.
Brian membuka ponselnya saat pesan masuk terdengar.
Gambar dimana Jasad yang ia kirim dimakamkan dan dihadiri semua anggota dari berbagai kalangan.
"Setelah ini aku akan terlahir kembali.. Dan Kau Marceell. Kau akan mendapat kan apa yang kau tanam."Gumam Brian dengan mata tajamnya.
.
.
1 bulan telah berlalu. Atas kepemimpinan Marcell semua anggota dari masing-masing Perkumpulan diwajibkan memberikan sebagian Hasil mereka kepadanya. Sebab ia kini lah yang telah menjadi pemimpin dari atas pemimpin.
__ADS_1
Kekuatannya yang besar membuat yang lain tak berani berontak. Bahkan WordLion yang dulu tak terkalahkan kini harus berada dalam naungannya Sebab Mozza sudah tidak mau lagi menjadi pemimpin. Bahkan Marcell sudah mengganti Logo WordLion dengan Logo miliknya.
Marcell hanya bersenang-senang dengan berganti-ganti wanita setiap harinya.
Bahkan ia tak segan melakukan hubungan intim dimana saja sesuai keinginannya. Mozza sampai dibuat emosi dengan sang kakak yang begitu gila dengan ****.
Siang itu saat Mozza baru kembali dari Belanja, Matanya sudah disuguhkan Dengan sang kakak yang tengah menggagahi wanita barunya.
Hal yang membuat Mozza emosi, Adalah Kelakuan sang kakak yang tidak kenal tempat. Mereka bercinta tepat dimeja makan, bahkan wanita yang bersama Marcell kini tengah tidur diatas meja makan. Pelayan yang berlalu lalang seolah sudah biasa dengan hal seperti itu, Namun tidak dengan Mozza.
"Kakak kau benar-benar keterlaluan !!!!" Teriak Mozza yang membanting belanjaannya.
Seketika Marcell dan wanita itu menoleh kearah Mozza, namun kegiatan mereka tak dihentikan. Malah Marcell semakin cepat memompa wanita itu.
"Ahh..aahhh...ahahh..."
Marcell menekan senjatanya kedalam lubang wanita itu saat ia sudah mencapai kenikmatan. Tanpa permisi.pula Marcell melepas penyatuan mereka dan langsung menghampiri Mozza hanya bertelanjang. Sementara wanita yang digagahi Marcell tengah mengumpulkan tenaga karna lemas akibat mencapai kenikmatan juga.
Mozza menatap tajam sang kakak.
"Kau ini kenapa sih ?? Bukannya setiap hari kau sering melihat yang seperti ini ??!!"Tegur Marcell.
"Tapi apa tidak bisa dikamar ?!!! Kakak lupa aku ini sendiri sekarang !!!" Timpal Mozza.
"Itu salahmu. Cari saja pria untuk pelampiasan !!"Sanggah Marcell.
"Karna aku bukan kakak, yang sembarangan menyelupkan rudal kesetiap lubang !!!" Ucap Mozza dengan mudah.
"Rudal ku memang terkenal. Kau mau coba ??" Marcell tanpa.malu menunjukkan senjatanya yang mulai berdiri tegak.
__ADS_1
"Hah.. Dasar gila.."Mozza melewati sang kakak untuk kekamar. Namun Marcell malah mencekal tangannya.
dan dengan segera ******* bibir Mozza.
Mozza berontak dengan segera. Dan mendorong Marcell. "Kakak kau jangan gila !!! Aku ini adikmu !!!"
"Memangnya kenapa ?? apa salahnya kita bermain. Aku tau kau sudah lama tidak dimasuki kan.."Ucap Marcell dengan terus menatap liar tubuh Mozza.
Mozza terdiam. Iya, melihat setiap hari sang kakak bermain dengan banyak wanita, rasa dalam diri Mozza seakan meronta. Ia adalah wanita normal yang butuh sebuah belaian.
Marcell kembali mendekat saat Mozza tak mengatakan apapun. Ia langsung melu mat bibir Mozza dan keduanya saling bertukar slavina. Tanpa malu dilihat wanita yang baru digagahi Marcell. Marcell pun tak canggung saat mulai membuka pakaian Mozza.
"Stop Frans !!! Matikan !!!" perintah Brian yang memantau keadaan rumah besarnya yang kini dikuasai Marcell.
Frans segera mematikan layar laptop dihadapan Brian.
"Mereka benar-benar hewan. Bagaimana bisa kakak adik.melakukan hal seperti itu.. Menjijikan.."Umpat Brian.
"Kita bergerak kapan bos ??" Tanya Frans.
"Nanti malam. Kita lakukan nanti malam."Balas Brian.
"Siap tuan."Frans langsung mengabari para anggota mereka yang lain.
.
.
.
__ADS_1