
Ep 43
.
.
.
Daff mendatangi Brian guna.melaporkan temuannya.
"Ada apa Daff.."Tanya Brian.
"Tuan Marcell dan Exel serta Nona Mozza sudah keluar dari Daerah ini Tuan." Lapor Daff.
"Benarkah ?? Kau tidak sedang ditipu mereka kan ??" Brian memastikan.
"Saya yakin tuan. Ada beberapa anak buah kita tengah mengikuti mereka."Balas Daff.
Brian mengangguk mengerti. "Kabari Willy, mereka harus berhanti-hati disana. Setidaknya kita harus waspada, Aku takut Maecell hanya memainkan taktiknya."
"Siap tuan. Saya permisi.."Daff pergi lagi dari rumah Ayumi.
"Memang Pria bernama Marcell itu ada hubungan apa denganmu ??" Tanya Ayumi.
"Dia rivalku sayang. Bahkan dia yang membunuh papaku, dan menguasai usaha kami selama aku disini sewaktu aku terluka."Terang Brian.
"Astaga.. Berarti aku kemarin mengobati penjahat ??" Ayumi sangat terkejut.
"Tidak apa-apa. Kau kan hanya disuruh.." Balas Brian seraya mengacak rambut Ayumi.
Hal itu menimbulkkan senyuman manja Ayumi.
.
__ADS_1
.
Sudah sepekan Brian ada didaerah itu. Bahkan semenjak waktu itu Virgoun juga tak lagi meminta uang pajak pada para pedagang didaerah itu. Semua nampak aman dan tak ada lagi kejahatan. Namun Brian masih terus waspada, Mengingat semua bisa saja berubah dengan mudah.
Atas keinginan bersama pun, Brian hendak menikahi Ayumi dengan segera. Ia tidak mau Pak Yusuf terus mendapat hinaan dari para warga tentang hubungan mereka.
Hari itu rumah Pak Yusuf tengah dihias sedemikian rupa, pesta sederhana akan dilakukan disana. Pesta pernikahan Brian dan juga Ayumi.
Senyum bahagia begitu terlihat diwajah Ayumi saat melihat rumahnya tengah dihias. Brian memerintahkan Willy dan Daff agar terus menjaga keamanan selama persiapan dan acara. Rumah pak Yusuf juga dijaga ketat puluhan anak buah Brian.
"Aayumi.. Masuklah Nak..Kau jangan diluar terus..tidak baik calon pengantin ads diluar.."Ajak Pak YusuF. Ayumi segera menghampiri sang Ayah.
"Aku sedang mencari Brian yah. Dia dimana ya ??" Tanya Ayumi.
"Kau lupa atau bagaimana ?? Besok kalian akan menikah, Tentu saja kalian dipingit dan tidak boleh bertemu sampai besok. Makanya Brian sekarang ada dirumah Mahendra."Terang Pak Yusuf.
"memang harus begitu ya Yah ??" Ayumi memastikan.
.
.
Dirumah Mahendra, Brian tengah berdiri sembari melipat kedua tangannya didada. Menatap keluar jendela dimana terlihat hamparan sawah dan hijaunya pengunungan.
"Brian.. aku buatkan Kopi.."Tegur Mahendra.
Brian menoleh dan menghampiri Mahendra lalu kemudian duduk.
"Kau lihat apa ??" Tanya Mahendra.
"Disini sejuk sekali. Kau pandai memilih lokasi rumah."Jawab Brian.
"Bagaimana mau memilih, Memang punyanya cuma disini."Balas Mahendra.
__ADS_1
Brian tersenyum tipis.
"Brian. Orangtuamu tidak datang ??" Tanya Mahendra.
brian pun menggeleng. "Tidak. Orangtuaku sudah meninggal semua."
"Benarkah ?? Maaf ya.. Aku tidak tau."Ralat Mahendra dengan cepat.
Brian hanya mengangguk.
"Oh ya. Kata Pak Yusuf kau akan kembali kekota ya setelah menikah ??"
"Semua pekerjaanku ada disana. dan Ayumi ingin sekali aku nikahi, Dia perlu bukti, Dan lagi Aku kasihan dengan pak Yusuf yang setiap hari digunjing banyak orang."
"Aku berniat mengajak pak Yusuf kekota. Setidaknya meski tidak bekerja, Beliau bisa tinggal bersamaku."Tambah Brian.
"Tapi pak Yusuf bilang dia akan tetap disini. Dan tidak mau mengganggu kebahagiaan kalian."Timpal Mahendra.
"Aku akan tunggu sampai beliau mau Hen.. Aku juga sangat takut meninggalkan mereka disini sendiri."Balas Brian lagi.
"Kau benar-benar sangat mencintai Ayumi ya.."Ucap Mahendra.
"Jangan ditanya lagi. Aku bahkan tidak bernafas dengan tenang dikota kemarin saat jauh darinya."Sanggah Brian.
"Semoga saja kalian bahagia selalu ya. Aku berdoa semoga pak Yusuf mau kau ajak kekota."Doa Mahendra.
"Terima kasih. Jika kau mau. Kau bisa ikut juga nanti."ajak Brian.
"Akan aku fikirkan.."Keduanya terlibat percakapan hingga malam yang sangat larut.
.
.
__ADS_1