Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 52


.


.


Tiba dirumah Ayumi diajak Pak Yusuf kerumah saja.


"Kau harus banyak istirahat Yum, jangan banyak fikiran, dan kau ayah larang membantu diRumah makan."Ucap Pak Yusuf penuh perhatian.


"Maaf ya Ayah.. Nanti kalau Ayumi sudah tidak pusing pasti Ayumi bantu Ayah.."Balas pak Yusuf.


"Sudah jangan minta maaf. Tidak salah kok minta maaf. Ayah kerumah makan dulu ya.."Pamit pak Yusuf dan dibalas anggukan oleh Ayumi.


Sepeninggal sang Ayah, Ayumi meraih ponselnya. Sejak pergi satu bulan yang lalu Brian tidak pernah memberi Ayumi kabar. Meski selalu berusaha tegar dan baik-baik saja, nyatanya hati tidak bisa dibohongi. Ayumi merasakan rindu dan juga kawatir. Apalagi Brian kembali karna ada penyerangan.


usapan lembut tangan Ayumi mendarat diperutnya yang masih raata. "Sayang. Bantu ibu ya, agar selalu sabar menunggu Papamu kembali.."ucapnya pada janinnya didalam perut.


.


.


Sementara Dimarkas Marcell yang baru ia begitu murka sekali. Ia saja masih menyusun rencana, Tapi ternyata Brian sudah menyerang sekutunya lebih dulu. Bahkan Sekutu Marcell hanya tinggal Virgoun dari daerah itu.


"Tuan. Kita harus segera mencari tempat lagi. Tuan Brian terus menerobos keamanan saya."Ucap Exel.


"Panggil Mozza kemari."Balas Marcell.


Exel mengangguk setuju. Ia segera menujunkamar adik bosnya.


Sebenarnya Exel sangat malas menemui adik bosnya itu yang setiap hari hanya bergumul dengan pria berganti-ganti. Bahkan saat Exel hendak masuk dan terlihat pintu yang tidak ditutup dengan rapat, Exel bisa mendengar de sa han yang Exel yakini adalah suara Mozza bersama Prianya.

__ADS_1


"Astaga.. Apa lobang dia tidak lecet setiap hari seperti itu. Menjijikkan.."Gumam Exel yang segera masuk.


"Nona."Tegur Exel dengan suara lantang.


Mozza menatap Exel dengan tak menghentikan aksinya. Ia terus memompa tubuh pria dibawahnya dengan sangat agresif.


"Ada..aahh..aah.. Apa ??" Mozza bertanya namun ia tak bisa menahan de sa hannya.


"Tuan memanggil Anda. Saya harap anda segera menemuinya."ucap Exel.yang tidak tahan dengan apa yang dilihat segera keluar.


"Aaahh...sialan kakak..Uuhhh aaahh.. Terus hentak yang kuat...Ahhhh.."Mozza mengumpat dengan masih terus melanjutkan permainannya.


Hampir satu jam Mozza belum juga selesai. Marcell yang kesal dengan tingkah adiknya segera menghampiri Mozza dikamarnya.


Brakkk !!!


Pintu ditendang Marcell dengan kuat.


pria yang menggagahi Moza terjengit dan segera mencabut alat kelaminnya dari Mozza.


"Aah.. Aku belum keluar.."Protes Mozza yang segera duduk menatap kesal sang kakak.


"Kakak !!! Kau ingin menyiksaku ?!!! aku belum keluar !!!" Protes Mozza lagi.


"Apa lobangmu tidak lecet setiap hari kau hanya bergumul terus !!! Kita sedang dalam bahaya lagi !! Segera pakai pakaianmu. Dan keruangan kakak !!! aku akan memberimu tugas."Setelah berkata demikian Marcell segera pergi.


Mozza mendegus sangat-sangat kesal.


"sayang bagaimana ??" tanya pria itu.


"pergilah !!! Aku sudah tidak berselera."jawab Mozza masih dalam mode kesal.

__ADS_1


"Pria itu buru-buru menyambar pakaiannya dan setelah ia pakai ia segera keluar.


.


.


Sudut bibir Brian terangkat saat menemukan apa yang sejak kemarin ia cari.


"Kali ini kau harus mati Marcell. Sudah banyak usahaku yang kau hancurkan dan juga sekutuku yang kau hasut."Gumam Brian dengan sungguh-sungguh.


brian menekan tombol diponselnya. "Masuk keruanganku will."


perintah Brian.


Tak lama Willy datang bersama Frans,


"Siapkan semuanya. Kita serang Marcell malam ini juga. Aku muak padanya yang tidak kapok membuat keributan antar sekutuku."Perintah Brian.


"baik tuan."balas Willy.


"Lalu sekutu kita bagaimana tuan ??" Tanya Frans


"Bawa mereka juga."Balas Brian.


"Willy. Atur sesuai apa yang aku katakan kemarin. Jangan ada yang tau selain kau dan aku." pesan Brian


"Siap tuan. Kami permisi..."Willy dan Frans segera Keluar ruangan guna menyiapkan apa yang dikatakan bosnya itu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2