Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 56


.


.


.


Brian mondar mandir didepan ruangan dimana Ayumi tengah ditangani dokter.


Tak lama Pak Yusuf dan Daff sudah tiba. Wajah pak Yusuf nampak kawatir sekali, sementara Daff hanya menunduk karna ia gagal menjaga istri atasannya itu.


"Nak Brian. Bagaimana kondisi Ayumi ??" tanya Pak Yusuf.


"Belum tau Yah.. Duduklah yah, kita tunggu saja."Ajak Brian. Meski tak mengurangi rasa kawatirnya, Pak Yusuf menuruti keinginan Brian dengan duduk.


"Tuan.. Maaf kan ka..-"


Daff tidak melanjutkan perkataanya, saat Brian mengangkat salah satu tangannya tanda Daff harus diam


Daff kembali tertunduk. Entah hukuman apa yang akan ia terima kali ini, Daff hanya bisa pasrah saja.

__ADS_1


Tak berapa lama, dokter keluar dengan diikuti perawatnya. Brian dan pak Yusuf segera mendekati dokter itu.


"Bagaimana kondisi istriku ??" Tanya Brian yang ternyata sudah mengenal dokter wanita itu. Dokter itu adalah dokter keluarga besarnya dulu.


"Untung saja kandungannya tidak apa-apa. Istrimu hanya syok, dan tubuhnya lemah, mungkin karna kehamilannya yang masih muda."Terang Kiara.


Pak Yusuf baru bernafas lega saat mendengar keterangan dokter.


"Kau yakin Ki ?? Istriku tidak apa-apa ?? Lalu lukanya ?? Dia terluka Kiara !!" sentak Brian tak terima.


"Iya. Aku tau Brian, Tapi lukanya tidak terlalu dalam juga. Aku juga sudah menjahitnya. Kau tenang saja. Tapi untuk sementara Biarkan dia dirawat dulu, Selama masa pemulihannya, Sepertinya ia sangat syok."Terang Kiara.


"Terima kasih dokter.."Pak Yusuf berterima kasih.


Pak Yusuf mengangguk mengerti dan membiarkan Kiara pergi.


Brian kemudian menatap pak Yusuf dengan wajah Iba nya. "Maafkan aku Yah.. Aku membuat Ayumi terluka."


Pak Yusuf menepuk pundak Brian seolah memberi pria itu semangat. "Sudah jangan dibahas. Ini memang resiko Ayumi yang menikahi pria pemimpin sepertimu. Semoga saja Ayumi bisa terbiasa ya.."


Brian hanya tertunduk. Ia masih begitu merasa sangat bersalah disini.

__ADS_1


.


Pagi hari saat matahari sudah meninggi, Ayumi membuka kedua matanya. Sosok yang pertama ia lihat adalah Brian yang tertidur bertumpuan kedua tangannya disisi Ayumi terbaring. Ayumi bisa melihat tubuh lusuh Brian, bahkan kemeja pria itu juga belum berganti. Banyak sekali bercak darah yang sudah mengering disekitar bajunya.


Ayumi terus menatap lekat wajah Brian yang begitu tenang saat tertidur.


"Aku ingin mengerti posisimu Brian.. Tapi kenapa aku takut, Takut dengan perbuatanmu.."gumam Ayumi lirih.


"Mereka memang jahat. Tapi apa benar merenggut nyawa seseorang sekejam itu ??" tambah Ayumi lagi. Usapan lembut diberikan Ayumi dikepala Brian.


"Aku takut sekali Brian.. Kau takut jika kau marah padaku kau juga akan membunuhku.."Ungkap Ayumi seraya menitikkan air mata.


Brian tak tahan mendengarnya. Ia segera bangun dari tidurnya. Tangan Ayumi pun langsung terangkat karna terkejut.


"Kau sudah bangun.."Sapa Ayumi berusaha biasa saja. Ia juga berusaha mengusap air matanya.


Tatapan lekat Brian membuat Ayumi tertunduk.


"Maafkan aku yang membuatmu takut.. Inilah aku Ayumi. Inilah kehidupanku, Aku memang bukan orang baik, Aku seorang Mafia, dan darah Mafia sudah mengalir dalam tubuhku..Tapi meski begitu, Aku tidak akan melakukan hal mengerikan seperti itu padamu, karna kau separuh nyawaku, Aku murka pada mereka karna telah melukai dan menjadikanmu tawanan. dadaku sakit sekali mendengar kau merintih kesakitan. Dan itulah yang akan aku lakukan jika siapa saja berani menyentuh dan melukai separuh nyawaku.." terang Brian penuh ketulusan.


Air mata Ayumi lolos kembali dengan senyum yang ia tebarkan. Brian pun beranjak dan memeluk Ayumi dengan erat. Seolah mengatakan jika ia tidak bisa jauh dan kehilangan wanita yang kini berstatus istrinya itu.

__ADS_1


.


.


__ADS_2