
Ep 25
.
.
.
Malam menjelang telah tiba. Baik Ayumi maupun Brian sama-sama belum bisa memejamkan mata mereka.
Dalam kamar masing-masing keduanya begitu betah bergelut dengan fikiran mereka.
Brian yang ada dalam kebimbangan, sementara Ayumi berada dalam kondisi sedih, takut dan begitu kawatir.
Pak Yusuf tak mau ikut campur urusan putrinya, Seakan pak Yusuf percaya dan yakin Jika Brian tidak mungkin mempermainkan putrinya. Pak Yusuf ingin keduanya menyelesaikan semua masalah hanya berdua.
Meski paka Yusuf bisa melihat ayumi yang belum tidur dan masih betah duduk didepan jendela. Namun Pak Yusuf tak serta merta menghampirinya, malah pak Yusuf memilih keluar dan menuju rumah makan.
Saat pak yusuf masuk, Brian yang tengah duduk sendiri sedikit terkejut dan menatap kearah pintu.
"Pak Yusuf, belum tidur ??" Tanya Brian mencoba biasa.
__ADS_1
"Kau sendiri kenapa belum tidur ??" tanya pak Yusuf balik. Yang kemudian ikut duduk dihadapan Brian.
Brian hanya tersenyum tipis seraya memegangi tengkuk lehernya.
"Apa Ayumi melarangmu pulang ??" Terka Pak Yusuf.
"Aku fikir pak Yusuf adalah peramal, karna selalu tau apapun."Balas Brian.
Pak Yusuf terkekeh. "Ayumi yang memberitauku. Kau jangan sembarangan.."
Brian turut terkekeh lalu ia menghembuskan nafasnya dengan begitu berat.
"Maafkan aku pak. Pasti pak Yusuf berfikir aku mempermainkan Ayumi karna aku harus pergi dari sini."Ucap Brian mulai bicara.
"Tentu saja aku kembali pak."Timpal Brian dengan cepat.
"Jika begitu, kenapa kau masih bicara seperti itu ?? Aku juga tidak berhak melarangmu, karna statusmu dengan Ayumi hanya sebatas pacaran. Dan orangtuamu tetap yang utama. Lakukan pengabdianmu dulu sebelum kau menyesal kelak. Aku akan usahakan untuk menjaga Ayumi disini."Nasehat pak Yusuf.
Brian seakan memiliki pencerahan dengan nasehat pak yusuf.
"Tapi Ayumi begitu sedih saat hanya mendengar jika aku akan pergi.. Aku seperti tidak sanggup meninggalkan dia.."Balas Brian penuh kesedihan pula.
__ADS_1
"Sedih itu pasti. Kawatir pun juga. Tapi apa kau bisa melawan takdir ?? Tenang saja. Kesedihan Ayumi akan berangsur reda seiring berjalannya waktu."Tutur pak Yusuf.
"Aku hanya berharap kau tidak melupakan kepercayaanku ini. Ayumi bisa sesedih ini hanya denganmu saja, selama ini aku sama sekali tidak pernah melihat atau bahkan tau Ayumi sedih hanya karna seorang laki-laki."Tambah pak Yusuf.
Brian mengangguk mengerti. Kini ia akan membuktikan semuanya. Tidak ada gunanya jika hanya berbicara.
"Terima kasih pak Yusuf atas nasehatnya. Besok aku harus berangkat, sangat lagi sekali. agar aku bisa sampai kota lebih cepat. Dan aku tidak mungkin berpamitan dengan Ayumi,"Pamit Brian.
Pak Yusuf mengangguk mengerti. "Iya, Nanti aku yang akan bicara pada Ayumi. Kau butuh uang ??"
"Tidak pak. Simpan saja uang bapak."Brian menjawab dengan cepat.
Pak Yusuf seketika terkekeh. "Aku lupa jika kau putra tunggal pemimpin Mafia. Pasti uangmu sangat banyak."
"Semua milik Papaku Pak. Aku hanya tinggal menjaga dan meneruskannya saja. Jika pun bisa, Aku ingin kedamaian sesuai keinginan Ayumi. Dan aku akan berjuang untuk itu."Brian berkata demikian.
Hingga malam semakin larut Brian dan pak Yusuf melanjutkan obrolan mereka dengan ditemani minuman. Seakan bisa menjadi teman, orang tua dan kakak, pak Yusuf bisa mengimbangi beberapa candaan yang dilayangkan Brian. Hingga mereka tak sadar dengan waktu yang semakin larut.
.
.
__ADS_1
.