
Ep 31
.
.
.
"Siapkan 2 kamar. Temanku dari kota akan kemari."Perintah Virgoun pada pelayan dirumahnya.
"siapa yang akan kemari Pa.??" Tanya Torra.
"Teman Papa. Yang kemarin papa datangi. Ternyata dia juga musuh Pria yang ada dirumah makan Yusuf."Balas Virgoun.
"Pria itu sudah pergi satu bulan yang lalu pa.."Torra menimpali.
"Benarkah ?? Pasti telah terjadi sesuatu dikota."Duga Virgoun.
"Yang akan kemari adalah pemimpin Mafia Torra. Kau harus sopan padanya. Jika tidak, kita bisa dihancurkan."pesan Virgoun.
"Iya pa.."Torra pun patuh. Virgoun pun segera menyiapkan apapun untuk tamunya nanti yang diperkirakan akan datang sekitar dini hari.
.
__ADS_1
Willy membalut bekas peluru dilengan pundak dan punggung Brian. Frans tak lama masuk untuk memberi laporan.
"Tuan.. pemimpin anggota lain datang ingin bertemu dengan anda."
"suruh mereka masuk."Balas Brian.
"Tapi anda masih terluka Tuan."cegah Willy.
"Tidak masalah. Jika memang ada yang ingin berontak, silahkan saja. Mumpung aku masih ingin membunuh orang."Ucap Brian dengan mata dipenuhi kilat kebencian.
Frans menunduk lalu segera keluar. Guna membawa para pemimpin anggota lain bertemu Brian.
Dalam ruangan yang sangat besar, dengan meja besar didalamnya dan kursi-kursi sudah tersusun rapi disana.
Semua menunduk hormat saat Brian masuk. Tanpa baju, hingga balutan perban dilengan pundak dan punggungnya bisa terlihat. Bahkan Tubuh kekarnya kini bisa dilihat siapa saja.
Brian duduk dikursi dimana Dulu sang papa selalu disitu sebagai pemimpin. Dengan willy dan Frans yang berdiri tegap dikedua sisi Brian.
"Kami benar-benar sangat bersyukur karna tuan muda masih hidup. Setidaknya kami ada yang melindungi kembali.."Ucap salah satu anggota.
"Bukannya kalian sangat berharap aku mati ??!" Terka Brian dengan santainya.
"Tentu saja tidak tuan muda.. Berada dalam kepemimpinan Marcell membuat kami harus bekerja rodi. Dia selalu meminta setengah dari hasil jarahan kami."Balas salah seorang lagi.
__ADS_1
"Lalu untuk apa kalian kemari ??" Brian langsung saja tanpa basa basi.
"Kami ingin tuan muda memimpin menggantikan Tuan Winata. Mengingat anda adalah putra tunggal beliau."Ucap mereka.
"Aku akan membuat peraturan baru."Brian berdiri dari duduknya.
Semua langsung menatap Brian.
"Kita buang kebiasaan lama. Kalian berhak memimpin dalam anggota kalian masing-masing tanpa seorang pemimpin lagi. Tidak ada bagi hasil, tidak ada laporan apapun. Saya juga tidak mau memimpin semua mAfia diKota ini. Silahkan yang masih ingin menjalankan bisnis dunia bawah, Kita harus Saling menjaga dan mendukung saja. saya hanya bisa memimpin WordLion, Peninggalan orangtua saya. Bisa difahami ??" Terang Brian dengan begitu jelas.
"Tapi tuan. Kami takut jika kami saling serang satu sama lain jika tidak anda pimpin ?? Mengingat semua usaha kami sama."Protes salah satu pemimpin.
"Jika kalian menganggap kita adalah saudara, tidak mungkin akan ada saling serang antara kita. masih banyak cara untuk mendapatkan uang. Didunia bawah, Juga banyak sekali yang bisa menghasilkan uang. Seharusnya kalian saling mendukung, bukan malah saling serang."Tutur Brian.
Semua saling tatap. Aturan baru ini begitu mengancam sekali.
"Tuan.. Lalu bagaimana dengan kelompok Marcell ??" Ada lagi yang mengajukan pertanyaan.
"Saya tidak melarang kalian jika ingin bergabung dengan dia. Tapi jika sampai dia menyerang saya kembali, Saya tidak memiliki ampun untuk siapapun tanpa mengingat siapa kalian" Tutur Brian dengan sangat tegas.
Dan keputusan Brian akhirnya disetujui semua pemimpin. Meski sebagian ada yang masih merasa cukup takut dan bingung karna tidak adanya pemimpin tertinggi dalam dunia mafia mereka.
.
__ADS_1
.