Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 65


.


.


.


Brian menepuk pundak Mahendra. "Sekarang istirahatlah. kita akan mencari solusi besok. Tidak baik merrenungi terus seperti ini."


Mahendra hanya mengangguk. Brian kemudian berlalu dari hadapan Mahendra. Sementara Mahendra memilih merebahkan kembali tubuhnya dikursi panjang didepan kolam itu.


.


.


Pagi sudah tiba, Pak Yusuf yang biasa jalan pagi tak sengaja melihat Mahendra yang masih tertidur didepan kolam renang.


"Itu anak pagi-pagi kok sudah didepan kolam ??" Gumam pak Yusuf seraya menghampiri Mahendra. Ia juga ingin menanyakan lamaran yang semalam tidak jadi.


"Hen.. Hendra.. Bangun !!" Pak Yusuf menggoyangkan tubuh Mahendra.


Sontam Mahendra membuka kedua matanya. "Pak Yusuf.. Maaf pak Aku ketidura disini."


"Kau ketiduran ?? Sejak kapan kau disini ?? Jangan bilang sejak semalam ya ??!" timpal pak Yusuf.


Mahendra hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal seraya menyeringai tipis.

__ADS_1


"Lalu kenapa semalam kau tidak mengabari kami apapun ?? Kami sudah siap melamarkan kekasihmu, Tapi kau malah tidak.pulang. Bagaimana sih ??" Pak Yusuf langsung bertanya.


Mahendra bingung mau menjelaskan bagaimana. Baru saja Mahendra hendak mulai bercerita. Terdengar suara Ayumi memanggil..


"Ayah !! Minum dulu susumu.."


"Ah.. Iya.. Nanti sebentar lagi.."balas Pak Yusuf seraya melirik kearah aayumi yang berdiri dipintu kaca yang menjadi penghubung antara ruangan dalam dengan Kolam renang.


"Ayah.. Jangan nanti-nanti. Cepatlah, itu Mahendra sekalian diajak ya.. Ayumi tunggu dimeja makan. Awas kalau masih nanti lagi.."Celoteh Ayumi seraya kembali menuju dapur.


"Ayo Hen.. Ayumi bisa ngomel jika aku melewatkan sarapan"Ajak pak Yusuf yang lupa akan niatnya.


Mahendra baru bernafas lega, ia kemudian beranjak dari duduknya. Sebelum ke meja makan, Mahendra memilih kekamar mandi dulu membersihkan diri.


Selesai membersihkan diri, Ponsel Mahendra berdering tanda panggilan masuk.


"Halo.."


"Halo Hen..ini aku Winda.."suara disebrang terdengar


"Winda ?? Kau menghubungiku pakai nomer siapa ??" Mahendra begitu serius.


"Pakai nomer pelayan hen, Ponselku disita mama. Hen.. Hari ini aku harus menikah dengan aldo, bagaimana ini ?? Aku.mohon Hen, bawa aku kabur dari sini.. Aku tidak mau menikah dengan pria itu.."Pinta Winda suaranya terdengar begitu gemetar.


"Secepat itu ?? Bagaimana bisa ??" Mahendra tak kalah terkejutnya.


""Ceritanya sangat panjang. Pukul 13.00 nanti aku menikah. Please aku mohon kalau kau benar mencintaiku, bawa aku pergi dari sini Hen.. Aku mohon.."Mohon Winda.

__ADS_1


Mahendra terdiam sesaat. "Tapi kabur bukan jalan terbaik Win.."


"Jadi kau menerima saja aku dinikahkan dengan aldo ??!!"


"Bukan begitu Win.. Nanti aku akan berunding dengan Saudaraku dulu. Kau tenang ya jangan gegabah."


"Bagaimana aku bisa tenang. Waktu cepat sekali berputar Hen.. Aku benar-benar tidak mau menikah dengan dia.."Tangis Winda. Mendengar tangisan kekasihnya hati Mahendra merasa sangat ngilu sekali.


"Ya sudah..-"


Tuttt !!!


Baru saja Mahendra hendak bicara panggilan sudah terputus. Mahendra kembali mencoba menghubungi Namun ternyata sudah tidak bisa.


Mahendra kalang kabut sekali. "ya Tuhan aku harus bagaimana ??" Gumam Mahendra.


masih dalam kekalutan, pintu kamar Mahendra diketuk Ayumi beberapa kali.


"Hen... Ayo sarapan dulu.."


"Oh.. Iya Ay, Aku.. Aku nanti nyusul."Balas Mahendra dari dalam.


"Hen.. Keluar dulu.. Brian mau bicara denganmu."Timpal Ayumi.


Mahendra pun perlahan keluar dari kamarnya.


Ayumi bisa melihat kegundahan dimata Mahendra, untung saja Brian sudah menceritakan semuanya pada Ayumi, hingga kini rasa kesal karna semalam dikerjai Mahendra berubah menjadi rasa simpati yang begitu besar.

__ADS_1


.


__ADS_2