
Bab 29
.
.
.
Ketenangan dalam markas menjadi gaduh saat beberapa kali ledakan terdengar. Semua berlarian dengan senjata ditangan masing-masing guna waspada.
Yang membuat terkejut adalah, Mereka juga mengenal siapa yang menyerang markas besar itu.
"Cepat lapor bos Marcell !!" perintah orang kepercayaan Marcell saat melihat willy dan Frans berada digarda depan.
Pertempuran tak terelakkan.
Sementara Marcell dan Mozza yang tengah bergulat dikamar sampai tak mendengar kegaduhan diluar.
Suara mereka malah bersahut-sahutan saat mencapai kenikmatan. Seolah lupa jika hal seperti itu tidak boleh mereka lakukan.
Suara ketukan pintu yang tidak berhenti membuat Marcell kesal bukan main. "Sialan !!!" umpatnya
Ia mempercepat ritme hentakannya kala memasuki Mozza yang hanya bisa memejamkan mata saat merasakan nikmat yang luar biasa.
"Bagaimana ini Bos tidak mau membuka pintu.."Ucap mereka yang berusaha melaporkan penyerangan diluar.
"Coba terus. Aku akan menjaga jangan sampai mereka masuk."Balas rekannya.
Keduanya mengangguk setuju. Lalu kembali pintu diketuk dengan cepat agar sang bos mau keluar.
.
.
Sementara diluar, Pasukan penyerang tak habis-habis, seakan datang terus silih berganti.
Dan hal yang mengejutkan, Brian pun turut keluar, Semua anggota WordLion yang bertahan dimarkas begitu terkejut.
__ADS_1
Exel, orang kepercayaan Marcell pun mematung saat melihat Pria pewaris itu ada disana.
"Dia..masih hidup ?? Benarkah ini ??" Gumam Exel.
Brian terus maju hingga ia menuju logo Milik Marcell dan menghancurkannya.
Exel hendak melawan Brian namun dengan cepat Willy mencegahnya.
"Lawanmu adalah aku penghianat !!" Ucap willy. Exel kesal bukan main. Ia langsung menyerang Willy dengan seluruh kekuatannya.
Dorr !!
Dorr !!!
Dommm '!!!
Marcell bangun dari berbaringnya karna mendengar suara dahsyat ledakan itu.
"Kak.."Mozza yang mendengar langsung turut bangun.
"Sialan !! Ada yang berani dengan kita !!" Marcell langsung turun dari ranjang dan mengenakan celananya. Baru saja ia meraih kemejanya, Pintu sudah didobrak paksa oleh Brian.
Mozza dan Marcell terkejut sekali. Keterkejutan mereka semakin menjadi saat Melihat siapa yang baru masuk dengan menatap tajam mereka.
"B..b..brian.."Panggil Mozza dengan terbata.
"Kau ???"Marcell juga begitu tercengang.
"Menjijikkan !!!"Ucap Brian yang langsung menyerang Marcell tanpa bicara lagi.
Dua kandidat ini bertarung dengan tangan kosong beradu kekuatan. Mozza yang memang masih bertelanjang segera meraih gaun malamnya untuk segera menyelamatkan diri.
Dagg !!
dagh !!!
daggh !!!
__ADS_1
Marcell mundur beberapa langkah saat tendangan yang begitu kuat mengenai perutnya.
"Brengsek !!!" teriak Marcell yang langsung membalas. Namun Brian tidak bisa ia remehkan, Brian sangat ahli sekali. Bahkan dengan sekali serangan, Brian bisa mengambil Belati dan menggoreskan nya pada Marcell.
Srekkkk !!!
"Akkhhh !!!
"Kakak !!!"
Mata Brian seolah menjadi api yang membara. Dengan semua luapan emosi apalagi saat mengingat bagaimana sang Papa terbunuh.
"Brian !!! Kakakku pemimpin Mafia yang baru ?!!! Kau akan diserang Anggota lain jika begini !!!" Teriak Mozza.
Bukannya takut, Brian malah menyeringai dengan meludah. "Coba saja menyerangku !! Aku baru bangkit dari kematian, dan tidak mungkin bisa mati lagi !!!" Ucap Brian dengan penuh penekanan.
marcell tak menyianyiakan waktu. Ia mengambil pistol dan diarahkan pada Brian tanpa membidik
dorrr '!!!
Pyarrr !!
Ayumi terkejut bukan main. Apalagi pelanggan didepannya juga.
Mahendra buru-buru berlari mendekati Ayumi. "Ay, kau kenapa ??"
Ayumi hanya memandang pecahan gelas dibawah.
"Em..Maaf Mbak, saya buatkan lagi ya jusnya.."Ayumi tersadar dengan cepat jika ia tengah melayani tamu.
"Iya. Lain kali hati-hati ya.."Balas pelangan Ayumi.
Mahendra segera membersihkan Percikan gelas dibawah. Sementara Ayumi langsung bergegas kebelakang.
Pak Yusuf memandang sebentar putrinya lalu mengikuti Ayumi kedapur mereka.
.
__ADS_1
.