Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 73


.


.


waktu bergulir lagi, Dan Sikecil Anggara dan Jinan kembali dengan aktivitas paginya yaitu kesekolah.


Dan seperti biasa keduanya berpisah diarea sekolahan. Jinan langsung masuk keruangannya, namun belum sampai ia keruangan kelasnya, Ia melihat Temannya Rara tengah ditarik oleh kedua orangtuanya. Rara terlihat menangis dan hal itu membuat Jinan kesal sekali. Dengan cepat Jinan memutar tubuhnya menghampiri Rara.


"Lepas.. Ma..pa.. Sakit.. Hu..hu..hu.."Tangis Rara.


"Bibi !! Paman !!! Lepaskan Rara !!" Sentak Jinan. Kedua orangtua Rara langsung mrnoleh kearah Jinan.


"kau anak ingusan jangan ikut campur !!" balas papanya Rara.


"Enak saja mengataiku anak ingusan !!"umpat Jinan.


"Baiklah. Aku akan telfon polisi kalau begitu !!? Kalian sudah menganiaya anak sendiri !!" Jinan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


"Lepaskan Rara.. Kita urus semua dipersidangan "Ucap Mamanya Rara.


Pria yang disebut Rara sebagai papanya itu akhirnya melepaskan cengraman ditangan Rara. Lalu dengan wajah kesal ia pergi.


"Aku akan mengambil Rara bagaimanapun caranya !!" Ancam Pria itu.


Mamanya Rara hanya bisa memeluk Rara dengan erat. Hak asuh yang jatuh ketangan mamanya membuat papanya Rara tidak terima.


.

__ADS_1


.


Meski sudah tenang, namun Rara masih nampak murung. Jinan yang sejak tadi mencoba menghibur pun tak diindahkannya.


Bell tanda jam pelajaran sekolah telah usai berbunyi. Semua murid TK itu keluar untuk pulang.


Namun Rara masih harus menunggu jemputan sang mama. Melihat Rara Jinan merasa tidak tega ia pun memilih menunggui Rara.


"Paman. Kita tunggu sekalian kakak keluar"Ucap Jinan pada pengawal.


"Baik Nona.. Mari kita tunggu diMobil ??" Ajak pengawal itu.


"Tidak usah. Paman saja yang kemobil, aku mau menemani temanku itu.. Kasihan dia.."Jinan menunjuk Rara yang duduk sendiri.


"Baik Nona.. Tapi Nona jangan pergi jauh-jauh.."Pesan sang pengawal yang akhirnya keluar sekolah lagi.


"Terima kasih.."balas Rara yang akhirnya menerima Pemberian Jinan.


namun baru saja mereka duduk dan menikmati es creamnya, Dari belakang ada yang tiba-tiba membekap mulut Rara dan Jinan, Hingga keduanya tak sadarkan diri.


.


.


Anggara keluar dari kelasnya, ia segera keluar juga dari sekolahan. Namun ia tak melihat sang adik dimobil maupun bersama pengawal dan sopir.


"tuan muda keluar sendiri ?? Nona mana ??" Tanya pengawal itu


"Seharusnya saya yang tanya. Dimana Jinan ??"balas Anggara.

__ADS_1


"Nona muda tadi menunggu anda dihalaman sekolah tuan."timpal sang pengawal.


"Benarkah ?? Apa aku yang tidak melihat dia ?? Tunggu sebentar.."Anggara memutar tubuhnya berlari masuk kembali kesekolah, sang pengawal pun mengekor dibelakang Anggara mencari Jinan.


"Mana Paman ??" Anggara mulai kawatir.


"Nona tadi duduk disini dengan temannya Tuan muda.."balas pengawal itu.


Mata Anggara menangkap tas sekolah Jinan yang terjatuh dirrrumputan.belakang sekolah. Segera Anggara berlari mengambilnya.


"Ini tas Jinan Paman.. Jinannya mana ??" Anggara begitu gelisah sekali.


Dan akhirnya sekolah menjadi gempar, Pengawal serta Anggara melihat CCTV dimana benar adanya Jika Jinan dan satu temannya diculik orang bertopeng.


"Jinan.."Anggara begitu kawatir sekali.


.


.


Kabar penculikan Jinan sudah sampai ditelinga Kedua orangtuanya. Yakni Ayumi dan Brian. Jangan ditanya lagi, Ayumi sudah begitu kawatir dan hanya terus menangis. Untung saja pak Yusuf selalu ada disisinya, mencoba menrnangkan Ayumi setiap waktu.


Sementara Brian begitu murka sekali, apalagi saat melihat rekaman CCTV dari sekolah Jinan. Bahkan ia telah menghukum Pengawal yang lalai menjaga putrinya.


Anggara juga menjadi tidak bernafsu makan, ia merasa gagal menjadi seorang kakak yang melindungi adiknya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2