
Ep 79
.
.
Jinan dan Anggara menggandeng lengan Kakek Yusuf setelah tiba dirumah. Mereka nampak begitu akrab dengan obrolan seru sampai-sampai Mereka tak menunggu Ayumi dan Brian yang baru turun.
Brian merengkuh pundak Ayumi saat Ayumi menatap dari jauh kedekatan kakek dan cucu itu.
"Ada apa ??"
"Aku senang sekali.. Ayah masih diberi kesehatan sampai anak-anak sudah sebesar ini.."Balas Ayumi.
"Ya, asal kau tidak sering mengomelinya. Ayah pasti akan terus sehat."Canda Brian .
"Kau ini.. Selalu begitu..Aku hanya tidak mau Ayah melewatkan makannya.."Protes Ayumi.
"iya.. Iya.. emuach.." Brian mencuri pipi Ayumi dan menciumnya.
seketika Ayumi menatap kesisi dimana Brian berada. "Genit sekali sih.."
"Memang genit sama istri tidak boleh ??!" timpal Brian.
Ayumi hanya melebarkan senyumannya. Lalu mereka masuk bersama.
.
.
Guna mengucapkan rasa syukur karna putrinya telah ditemukan, Brian dan Ayumi sengaja mengadakan makan malam bersama seluruh anak buah Brian. pesta kecil itu dilakukan dihalaman rumah Brian tepatnya disisi area rumah dimana ada sebuah taman yang begitu luas disana.
Hidangan dari berbagai macam aneka sudah tertata rapi dimeja sepanjang hampir beberapa meter itu.
Minuman dengan berbagai jenis juga sudah disiapkan para koki disana.
Para anggota Brian mulai berdatangan, ada yang membawa serta istri dan anak mereka, ada juga yang membawa kekasihnya. Karna memang Ayumi membebaskan semua anggota suaminya.
Meski acara sederhana, namun kesan mewah tetap melekat disana. Dekor outdoor yang begitu indah menjadi ungkapan betapa keluarga itu sangat bahagia.
.
Jinan dan Anggara digandeng Ayumi dan Brian yang barunkeluar bersamaan terkagum dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
"Wah.. Mama.. Ini pesta besar bukan kecil-kecilan.."ucap Jinan.
"Mama hanya mengundang anak buah papa saja kok sayang.. Ini tidak besar ."balas Ayumi.
"Jadi semua ini anak buah papa ??" Anggara menengadah menatap sang papa.
"Iya Nak.. Kelak mereka akan menjadi anak buahmu."balas Brian dengan mengacak pelan rambut Anggara
"Kau jangan membahas hal itu.. Ayo kesana.."Ajak Ayumi yang segera menarik lengan Jinan untuk bergabung.
Baru saja mereka bergabung, sapaan yang begitu mereka rindukan terdengar.
"Ayumi..Jinan.."
Sang pemilik Nama menoleh. Jinan hanya terdiam karna memang tak mengenali siapa mereka, berbeda dengan Ayumi yang langsung sumringah.
"Mahendra.. Winda.."Ayumi berlari kearah mereka berdua dna langsung memeluk erat dua teman lamanya itu.
"Owwww. Kalian apa kabar ??"Ayumi beralih menatap anak yang ada dalam gendongan mahendra.
"Ini anak kalian..??" Ayumi menanyakan.
"Iya Kak.. Ini anak kami.. Kabar kami sangat baik.. Terima kasih undangannya kalau bukan karna undangan kakak, aku rasa Mahendra tidak akan mau aku ajak kekota."Balas Winda.
"Awww !!! Kau tetap saja jahat padaku.."protes Mahendra. Hingga menimbulkan gelak tawa mereka bersama.
"Mama.."jinan memanggil.
"Iya sayang.. Kemarilah.."Ayumi menyuruh Jinan mendekat.
"mereka teman lama mama.. Kau belum kenal soalnya mereka belum pernah kemari..ayo salim.."Pinta Ayumi. Jinan patuh dan mencium tangan Mahendra serta Winda.
"Ya ampun kak.. Anakmu sudah besar-besar ya..Cantik lagi.."balas Winda.
"putranya juga tampan.."
"Oh ya.. Yang mengundang kalian pasti..-"
"Iya. Brian yang mengabari kami. Kau mana ingat dengan kami."Ejek Mahendra.
"Sorry.. Bukan seperti itu. Aku hanya tidak mau mengganggu bisnis mu."Timpal Ayumi.
"Kalian melupakan aku ya.. " Suara Brian
__ADS_1
"Kakak.." winda yang begitu menghormati Brian segera memberi salam.
Sementara Mahendra bertos ria dengan Brian.
"Angga. salim dengan paman dan bibi.."Perintah Brian. Seketika Anggara patuh dan mencium tangan Mahendra dan Winda.
"sudah ngobrolnya. Ayo makan. Kita ini pesta.."Ajak Brian..
"Tentu saja.. Aku lapar sekali.."balas Mahendra.
setelah semua setuju, Mereka lalu menikmati makanan yang sudah disajikan.
Selepas makan, ternyata Jinan dan Anggara memilih mengajak bermain putra Mahendra yang baru berusia 2 tahun. Candaan mereka begitu membuat Ayumi bahagia.
"Mereka sudah siap punya adik lagi kan.." bisik Brian.
"Sembarangan.. Aku tidak mau.."Balas Ayumi.
Brian tersenyum lebar dan memeluk Ayumi dari belakang. "Aku tidak menyangka anak kita sudah sebesar itu.."
"Aku pun sama.. Rasanya baru kemarin aku mengandung" Timpal Ayumi.
"Terima kasih atas perjuanganmu selama ini sayang.. Aku sangat beruntung bisa dipertemukan denganmu.."Ucap Brian ditelinga Ayumi.
Ayumi memutar tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya dileher Brian. "Aku juga sangat beruntung bisa menjadi istrimu..semoga Tuhan selalu memanjangkan usiamu."
Brian perlahan mengikir jarak mereka berdua dan akhirnya bibir mereka bertemu
kedua mata terpejam menikmati ciuman yang begitu hangat dan sepenuh hati itu.
.
.
.
Tamat
.
.
.
__ADS_1