Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 19


.


.


.


Virgoun membuka lembaran berkas yang dikirim rekan gangternya dikota dimana Virgoun tengah mencari tau siapa sebenarnya Brian.


Degup jantung Virgoun memompa dengan kuatnya saat melihat identitas Brian.


"Dia..dia.."Virgoun kesulitan bicara karna syok.


"Papa kenapa pa ??" Torra segera mendekati sang papa yang lemas terduduk.


Virgoun menunjukkan berkas yang barusan ia baca pada putranya.


Torra nampak segera membaca berkas itu.


Gambar Brian tertera disana dengan semua identitasnya.


"Dia..putra Ketua mafia ??" Ucap Torra terbata.


Virgoun mengangguk pelan. "WorldLion. Itu adalah sebuah anggota terkuat dan menjadi pemimpin dari sekian banyaknya Mafia dikota dan penjuru Daerah Torra..mereka berkuasa didunia bawah dan dunia gelap."

__ADS_1


"Pria itu ?? Lalu untuk apa dia ada disini pa ?? Apa jangan-jangan dia mau mengambil daerah ini untuk markas baru mereka ??" terka Torra.


"Tidak. Jika pun mereka berniat seperti itu, mereka tidak akan berlama-lama seperti dia, Mereka hanya tinggal membawa pasukan dan mengambil paksa, itulah kejamnya mereka."Tutur Virgoun.


"Pantas saja dia seperti biasa saat aku.menyerangnya dengan pasukan."Torra bisa ingat bagaimana Brian begitu tenang saat melawannya.


"Bahkan membunuh kita semua itu pasti sangatlah mudah. Torra, Kau jaga kelompok kita. Papa akan kekota untuk mencari tau sebenarnya ada apa didalam Anggota besar itu. Jika memang ada masalah besar, Kita harus menggunakan Akal licik kita untuk membuat Pria itu pergi dari daerah ini."Terang Virgoun.


"papa Akan kesana sendiri ?? apa tidak berbahaya."Timpal Torra.


"Papa ada kenalan didalam anggota lain disana. Semoga saja papa bisa mengetahui sesuatu."balas Virgoun.


Torra mengangguk setuju. Entah mengapa Torra sendiri begitu ingin menghajar Brian lagi. Apalagi beberapa bulan lalu, Dia kalah telak dengan Brian. "Jika menggunakan kekuatan aku kalah, aku akan menggunakan otakku pria sialan.."Gumam Torra dengan wajah geramnya.


.


.


Mahendra juga telah berpamitan pulang, dan Kini hanya tinggal pak Yusuf dan Brian saja.


"Pak Yusuf, Hari ini Penghasilan bapak lumayan. Ini.."Brian menyodorkan beberapa gepitan uang pada Pak Yusuf.


"Kau benar-benar membawa berkah Brian. Meski banyak pelanggan wanita, Tapi kita malah dapat banyak terus beberapa bulan ini."Pak Yusuf berkata demikian.


Brian tersenyum lebar dan menunduk.

__ADS_1


"Ini. Kau ambil saja buatmu. bulan lalu kau tidak mau kan bapak bayar, Ini Gaji buatmu."Pak Yusuf menyodorkan uang tadi.


"Tidak usah pak.. Saya tidak butuh juga. Lagian makan tidur saya sudah dicukupi oleh bapak. Untuk apa saya digaji."Balas Brian dengan santai.


"Tapi kau sudah bekerja keras. Aku tidak mau dikira memanfaatkan kau saja."Pak Yusuf begitu serius


"Jika butuh aku akan minta. Simpan buat pak Yusuf saja."Brian tetap menolak dengan sangat sopan.


Pak yusuf sudah tidak bisa berkata apapun lagi. Brian selalu begitu jika hendak diberi gaji.


.


.


Dirumah, Ayumi begitu tak mengerti dengan apa yang ia rasakan. Terlalu sering bersama membuat Ayumi selalu merasa tidak suka jika Brian dekat dengan wanita lain.


Padahal jika diingat mereka tidak memiliki ikatan apapun, bahkan pacaran juga tidak. Namun Ayumi terus menerus bergulat dengan fikirannya akan hal itu.


"Memang aku yang egois..Brian tidak tau apa yang aku rasakan, Tapi aku malah marah tidak jelas padanya.."Gumam Ayumi seorang diri dikamarnya.


Ayumi membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya. "Disukai dia itu sangatlah mustahil.."Lagi gumaman itu terdengar lirih sekali. Dan lama kelamaan, Ayumi memejamkan kedua matanya..


.


.

__ADS_1


__ADS_2