
Ep 54
.
.
Tengah malam ponsel Daff berbunyi, Daff segera menerima panggilan itu yang ternyata dari bosnya.
"Halo tuan.."
"Ada apa kau menghubungiku ??" tanya Brian yang ternyata sedang dijalan untuk menyerang markas Marcell.
"Tadi tuan Yusuf ingin berbicara dengan anda. Dia berpesan sesuatu pada saya."Lapor Daff.
"Ayah.." gumam Brian. Seketika Brian berfikir tentang Ayumi. "Ayahku bicara apa ??"
"Kata tuan Yusuf, Anda akan menjadi seorang Ayah tuan. Dan Nona Ayumi serta Tuan Yusuf sagat mendukung apapun yang anda lakukan."Daff mengatakan dengan benar
Air mata Brian lolos seketika. Ayumi tengah hamil saat ini. Senyumannya terbit Bersamaan dengan air mata itu.
"Ayumiku.. Terima kasih sayang.."Gumam Brian lirih.
"Tuan.. Tuan.."Panggil Daff.
"Iya. Katakan pada Ayahku dan istriku. aku akan segera kembali secepatnya. Kalian jaga istri dan mertuaku dengan baik. Istriku sedang Hamil, jaga dengan ekstra bagaimana pun caranya" perintah Brian.
"Siap tuan."
Panggilanpun berakhir. tak ada kebahagiaan yang Brian rasakan kecuali saat ini. Anugrah yang telah diberikan Tuhan kepadanya.
Diposisi Daff,Tanpa disadari Daff ternyata sejak tadi mereka tengah diintai.
"Sialan Brian. Dia benar-benar menjaga istrinya ?!! Kenapa dia memilih wanita seperti itu sih !!! Tidak lebih cantik juga dariku !!!" omel Mozza yang ada didalam mobil.
Sunggingan senyum kelicikan terlihat diwajah Mozza. "Kau tidak akan bisa menjaganya dariku Brian.."Mozza memerintahkan dua pengawal yang ia bawa untuk melakukan tugasnya.
.
.
__ADS_1
.
Dorr !!
Dorr !!
Dorr !!!
Dooommm !!!
Dooomm !!!
Pertempuran kembali terjadi. Marcell pun langsung turun tangan dengan berani. Brian juga demikian. Tengah malam yang menenangkan tidak berlaku dimarkas Marcell.
Kedua kubu yang sama kuatnya saling melumpuhkan satu sama lain.
Brian menebas habis siapa saja yang menghalangi jalannya untuk mendekati Marcell.
Bahkan Virgoun yang turut berperang menjadi sasaran tendangan maut Brian.
Buggg !!!
Bugghhh !!!
Kini Setelah beberapa bulan tak bertemu, Brian bisa melihat kembali Marcell yang tepat ada dihadapannya.
Keduanya sama-Sama saling tatap dengan tajamnya.
"Apa kabar Brian.."Basa basi Marcell.
"Aku rasa kau memang belum jera jika belum kehilangan nyawamu !!" Balas Brian
"Iya. Karna setelah salah satu dari kita mati, barulah akan terlihat pemimpin yang sebenarnya."timpal.Marcell.
Brian berlari menyerang Marcell. Keduanya sama kuatnya, Perkelahian sengit terus berlangsung. Tak jarang Baik Brian maupun Marcell terkena pukulan masing-masing.
Namun bukan Brian namanya jika tidak memiliki ide. Ia terus mengecoh seranga Marcell hingga belati Brian telah menggores lengan Marcell.
srekkkk !!!
__ADS_1
"Sial !!!"Umpat Marcell.
Ia tahu betul, Jika belati Brian ada racunnya.
Sudut bibir Brian terangkat saat melihat betapa Marcell kesal bukan main.
Kembali Marcell juga yang dengan senjata ditangannya menyerang Brian membabi buta.
"Sialan mozza. Dia berhasil tidak. Ini sudah akan berakhir tapi dia belum.memberi kabar.." batin Marcell.
Bukkk !!!
bukk !!!
Dagghhh !!
Dagghhh !!
"Akkhhh !!!" Marcell meringis kesakitan saat luka belati padanya ditendang dengan keras oleh Brian.
Marcell benar-benar geram sekali. Kenapa dan kenapa ia selalu kalah kekuatan jika dengan Brian.
Tak lama Suara Mozza terdengar dalam sambutan Ditelinga Marcell.
"Kak, Perawat itu sudah bersamaku. Satu jam lagi aku sampai."lapor Mozza. Wajah Marcell berubah dengan senyuman kepuasan.
brian pun terus waspada, Ia tidak mau sampai terkecoh seperti dulu saat bersama sang Ayah. Tanpa menunggu lagi, Brian menyerang Marcell lagi. Bahkan Belati Brian kini tengah berada tepat didepan wajah Marcell seolah ingin membunuh pria itu saat itu juga.
"Brian. Segera bunuh aku !! Agar kau juga bisa meluhat jasad istri kesayanganmu." ucap Marcell dengan seringainya.
Seketika Brian menghentikan aksinya dengan nafas memburu dan tatapan masih tajam, Brian menatap lekat Marcell dengan mata elangnya.
"Lakukan !! Ayo.."
"Sialan kau !! Jangan mengecohku pria brengsek !!!" Balas Brian yang hendak menusuk Marcell.
"Brian, jika kau bunuh kakakku, aku akan membunuh dia !!!" suara Mozza terdengar. Brian menatap kearah sumber suara. Sontak mata Brian membulat saat melihat siapa yanga dalam dekapan Mozza.
"Ayumi.."
__ADS_1
.
.