Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 22


.


.


.


Mahendra menyajikan makanan didepan 4 pria yang bagi Mahendra terlihat sangat asing.


Ia belum memberitau jika Pria yang mereka cari ada disini.


Mahendra langsung berlari kembali Kedapur, dimana Brian dan Ayumi berada.


"Kenapa lari-lari sih ??" Tegur Ayumi.


"Brian mana ??" Mahendra langsung bertanya.


"Sedang mencuci daging.."Ayumi melihat Brian masuk kembali dengan baskom berisi daging. "Itu dia. Ada apa ??"


Mahendra tak mengindahkan ucapan Ayumi, ia langsung berlari mendekati Brian dengan tatapan sangat kawatir.


"Brian. Gawat."Ucapnya.


"Gawat kenapa ??" Tanya Brian dengan santai. Seraya mulai menusuk sate.


"Diluarr, ada yang mencarimu. Aku fikir mereka anak buah Bos Virgoun. Soalnya terlihat kekar-kekar tubuhnya sepertimu."Ucap Mahendra sedikit berbisik.


"Mereka kan sudah tau aku disini ?? Kenapa dicari ??"Brian bertanya balik.


"Ya namanya strategi, Supaya kau masuk umpan mereka."Timpal Mahendra.

__ADS_1


Brian hanya mengulas senyum saja. Ayumi nampak melongok keluar, Mencari orang yang dimaksud Mahendra. Saat menemukannya, Ayumi langsung masuk kembali.


"Hen. Bagaimana mereka menanyakan Brian ??" Ayumi sangatlah kawatir.


"Salah satu dari mereka menunjukkan foto dalam Hp, Lalu bertanya apa pria ini ada disini ?? Begitu " Terang Mahendra.


Brian nampak menghentikan aktivitasnya. Hanya mendapat clue itu Brian langsung tau siapa yang tengah mencarinya. Ia pun segera berdiri dan hendak keluar, Namun secepat mungkin Ayumi menahan Lengan Brian.


"Jangan keluar, Berbahaya. Aku tidak mau mereka membuat kekacauan lagi."


Brian membalas dengan senyuman seraya melepas tangan Ayumi dengan perlahan dan lembut. Tak lupa ia mengecup punggung tangan Ayumi lalu berkata. "Tidak akan sayang. Ayo ikut keluar jika kau tidak peercaya."Ajak Brian.


Ayumi keheranan dengan sikap santai Brian. "Tidak..tidak..jangan ?!"


"Hey dengarkan aku, Jika kita menemui mereka baik-baik, tidak akan ada pertempuran. Yakinlah.. Kau percaya padaku kan ??"Brian menatap lekat wajah Ayumi. Dan meski masih ragu, Ayumi akhirnya mengangguk.


Lalu kemudian Brian menggenggam jemari Ayumi dan membawa Ayumi.keluar dari dapur. Mahendra hanya bisa melihat saja, Ia juga bingung dengan Brian yang terlihat biasa.


Brian nampak tak peduli. Hingga Keempat pria yang mencari Brian tadi turut melihat apa yang membuat para wanita pengunjung begitu histeris.


Frans tersenyum lebar saat melihat wajah Brian. Ia pun nampak langsung berdiri diikuti Jerry, Willy dan Daff. keempatnya menunduk saat Brian sudah didepan mereka.


Ayumi pun semakin dibuat kebingungan dengan tingkah 4 pria dihadapannya.


"Jangan seperti itu disini."Ucap Brian. Hingga keempatnya langsung berdiri tegap lagi.


"Tuan...Maafkan kami yang terlambat mencari anda.."Frans memulai.


Tak ingin ada yang tau tentang mereka, Brian meminta Frans untuk diam dulu.


Brian beralih pada Ayumi yang nampak bingung. "Sayang. Bisa aku pinjam ruang tamu rumahmu ?? Mereka ingin bicara denganku ??"Ijin Brian.

__ADS_1


"oh..em.. Iya..bisa.. Mari.."Ayumi yang gugup langsung memberi jalan terlebih dahulu guna menuju rumahnya.


"ikut saya."Ajak Brian. Keempatnya mengangguk patuh dan mengekor dibelakang Brian.


pak Yusuf hanya menatap dari jauh saja. Meski hanya melihat pak Yusuf tau betul siapa yang mendatangi Brian.


"Silahkan masuk.. Silahkan duduk. Em.. Aku..aku.. Buatkan Minuman dulu.."Pamit Ayumi yang merasa tak enak.


Brian hanya bisa membiarkan Ayumi menuju dapur. Saat semua sudah duduk, Jerry langsung bicara. "Bagaimana Tuan bisa sampai kedaerah ini ??"


"Aku terluka malam itu. Dan saat aku tau pertempuran itu adalah manipulasi dari Marcell aku memilih pergi."Tutur Brian.


"Nona Mozza tuan.. Nona Mozza ternyata..-"


"Iya aku tau. Dia adik kandung Marcell."Brian langsung menimpali.


"Maafkan kami.. Tidak membantu anda."Ucap Willy.


"Bagaimana sekarang keadaan anggota.??" Brian menanyakannya.


"Nona Mozza setuju anggota tuan Marcell menjadi pemimpin dari semua Mafia didunia bawah Tuan."Lapor Frans.


"Lalu kalian bisa berontak begini ?? Jika ketahuan kalian akan mati ??" Brian menghawatirkan anggotanya.


"Kami bermain rapi Tuan. Sesuai ajaran Anda."Balas Jerry.


Dari balik pilar Ayumi bisa mendengar percakapan serius 5 pria gagah itu. "Tuan ?? Apa mereka ??"


gumam Ayumi menerka.


.

__ADS_1


.


__ADS_2