Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 20


.


.


.


Saat pagi datang, Brian yang memang tak pernah bangun siang sudah membersihkan rumahmakan pak Yusuf. Meski belum dibuka, Namun Brian sudah membersihkannya sampai diluar.


Ayumi yang juga baru menyiram tanaman bisa melihat bagaimana Brian yang begitu rajin. tanpa sadar Ayumi tersenyum saat rasa kagum singgah dihatinya. Hingga kemudian, Brian yang ikut membalas tatapan Ayumi dan tersenyum pula, menyadarkan Ayumi. Sehingga Ayumi menjadi malu dan segera membalikkan tubuhnya untuk masuk kedalam rumah.


"Kau sangat menggemaskan Ayumi.."Gumam Brian yang juga memilih masuk kedalam rumah makan.


.


.


Sampai didalam, Ayumi ditegur Pak Yusuf karna tidak membawa Brian untuk sarapan.


"Ayumi.. Mana Briannya ??"


"yah, Brian selalu menolak sarapan dirumah ini kan..Aku tidak enak mengajak dia terus.."balas Ayumi

__ADS_1


"Begitu ya.. Kalau begitu bawakan sarapan untuknya. Antar kerumah makan. Ayah masih harus minum.kopi dulu.."Perintah Pak Yusuf.


"Ayumi yang antar ??" Ayumi memastikan.


"Ya tentu saja. Lalu siapa ??"Balas pak Yusuf.


Ayumi dengan malas menatakan sarapan untuk Brian. Meski ia cukup tidak enak bila bertemu Brian, Namun jika itu perintah sang Ayah, Ayumi sudah tidak bisa menolak lagi.


.


.


Didepan rumah makan Ayumi mondar mandir dengan keraguannya. Ia ingin masuk, Tapi rasa tidak enak terus saja menggeluti isi kepalanya.


"Masuklah.. Nanti Ayahmu bisa marah.."Ucap Brian yang entah sejak kapan sudah didepan pintu, tepat dimana Ayumi berdiri.


"Aku kan sudah bilang, Jangan repot-repot. Lagian dirumah makan ini juga ada bahan makanan, aku bisa membuatnya."Balas Brian seraya menerima kotak itu.


"Ayah merasa tidak enak. Kau tidak mau dibayar, Aku pun juga demikian."Jujur Ayumi.


"Aku berniat membalas kebaikan kalian.. Jadi jangan merasa tidak enak."Timpal Brian.


"Jadi jika kau merasa sudah selesai, kau akan pergi ??" Entah Mengapa tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulut Ayumi.

__ADS_1


Brian tersenyum dan mendekati Ayumi. Keduanya saling tatap hingga beberapa saat. Brian bisa melihat mata Ayumi begitu menginginkan jawaban atas pertanyaannya.


"Entah pantas atau tidak. Tapi aku merasa nyaman disini. Apa kau keberatan ??" Balas Brian.


"Tentu saja tidak. Bahkan Ayah sangat menyukaimu.."Timpal Ayumi.


"Apa kau tidak menyukaiku ??" Brian menimpali lagi.


Ayumi terdiam seketika.


Brian tersenyum lebar dan memegangi kedua tangan Ayumi. Degup jantung Ayumi jangan ditanya lagi, Ini kali pertama Ayumi dekat dengan pria. Beginikah rasanya ??


"Jujur, Aku mulai menyukaimu.Tapi aku masih bingung, ini rasa suka karna cinta, atau karna rasa terima kasih. Aku belum berani mengungkapkannya karna aku belum mengenali perasaanku. Terlalu cepat memang, bahkan aku sendiri heran, Selama dimarkas Papaku, aku sama sekali tidak dekat dengan wanita, Sampai-sampai aku tidak tau rasanya jatuh cinta itu seperti apa.."Terang Brian.


Ayumi semakin mematung. Apa ini ?? Benarkah semua ini ?? Dia tidak sedang bermimpi kan ??


Brian mengungkapkan perasaannya. Kenapa Keinginan Ayumi seolah Brian bisa tau ??


"Kau tenang saja. aku tidak akan memaksa perasaanmu, Kau menyukaiku atau tidak, tolong jangan sampai membuat jarak antara kita menjadi renggang. Aku hanya merasa tidak nyaman jika memendam rasa itu seorang diri. Dan sekarang aku cukup lega sudah mengungkapkannya."Lagi Brian menuturkan segala isi hatinya.


Ayumi sampai tak bisa berkata apa-apa. Ia tidak tau akan mengatakan atau bicara apa. Lidahnya seolah kelu dengan pengakuan Mengejutkan dari Brian.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2