
Ep 41
.
.
Pagi hari sarapan mulai dimulai Dirumah Pak Yusuf.
Baik Ayumi dan Brian keduanya sangat menikmati sarapan mereka.
seolah melupakan apa yang tengah menjadi dilema besar bagi mereka.
Namun sarapan mereka harus terganggu karna kedatangan Virgoun. Hal itu begitu membuat Brian sangatlah kesal.
Pak Yusuf keluar terlebih dahulu guna melihat Kenapa Virgoun datang sepagi itu.
"Kau didalam saja ya..Aku akan menemani Ayahmu."pesan Brian.
Ayumi patuh dengan mengangguk.
Brian beranjak dari duduknya dan beergegas menyusul Pak Yusuf.
.
.
"Ada apa kau kemari ??" Tanya Pak Yusuf dengan tegas.
"Dimana putrimu. Aku membutuhkan dia merawat Temanku."tanya Virgoun balik.
"Lalu kau akan melarang dia kembali lagi setelah itu ??" Suara Brian terdengar. Dengan mata tajam Brian menatap Virgoun dan Exel bergantian.
"Kali ini tidak akan seperti itu. Aku hanya ingin dia mengobati Temanku."Balas Virgoun suaranya bahkan terdengar pelan.
__ADS_1
"Tidak akan pernah aku ijinkan !!" Timpal Brian dengan tegas.
"Bagaimana kau egois sekali !!? Ayumi itu seorang perawat, Dia wajib merawat pasiennya.."Sanggah Virgoun.
"cih..Kau lebih egois karna memanfaatkan orang lain seperti ini."balas Brian dengan berani.
Exel menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Apa karna bos kami yang terluka kau tidak membiarkan Ayumi mengobatinya ??"
"Iya. Itu termasuknya. Pergi sekarang juga jika memang kau tidak mau ada keributan."Usir Brian dengan tegas.
Exel mendegus kesal lalu segera memutar tubuhnya meninggalkan tempat itu diikuti Virgoun.
"Kau mengenal pria yang bersama Virgoun itu Nak Brian ??" Tanya pak Yusuf setelah mereka berdua pergi.
"Iya. Mereka Rival saya dikota."Balas Brian.
Ayumi yang sejak tadi mengintip memberanikan diri keluar, saat melihat mobil Virgoun sudah pergi dari sana.
"Mereka mau apa kemari ??" Tanya Ayumi.
"Dia ingin kau kesana lagi Nak.."Balas pak Yusuf.
"Aku tidak mau.."Timpal Ayumi dengan cepat. Terlihat sekali sorot mata Ketakutan dimata Ayumi.
"Tidak sayang.. Kau tenang saja."Brian mencoba menenangkan.
Brian memeluk Ayumi dengan erat. Melihat Ayumi ketakutan Brian geram.bukan main. Ia menerka jika Marcell telah melakukan pelecehan mengingat Marcell adalah seorang casanova. Pak Yusuf mengusap punggung putrinya, Membantu Brian menenangkan Ayumi.
.
.
Exel melaporkan pada Marcell jika Brian masih dirumah Ayumi dan mencegah mereka membawa Ayumi.
__ADS_1
"Berarti mereka ada hubungan. Buat apa Brian disana.."Ucap Mozza.
Marcell masih terdiam.
"Sepertinya Iya Nona. Sebab pria bernama Brian itu beberapa bulan yang lalu juga tiba-tiba ada didaerah ini dan tinggal dirumah Pak Yusuf."Balas Virgoun.
"Owww astaga.. Prriaku...Apa jangan-jangan mereka malah sudah menikah ?? Dan Wanita itu adalah istrinya ??"Mozza kembali menerka.
"Kalau menikah sepertinya belum. Meski hanya sederhana saja, Kami pasti mendengar jika mereka menikah."Timpal Virgoun
"Kau jangan sok tau ya !! Pemimpin macam apa kau ini, katanya penguasa didaerah ini, Tapi kalah dengan warga.. Menjijikkan."celoteh Mozza dengan kesal.
"Mozza hentikan ocehanmu itu ?!!"Sentak Marcell.
"Kakak.. Kita lebih baik pergi saja dari sini. Brian bisa saja membunuh kita semua. Aku takut sekali"Mozza begitu ketakutan.
"Mozza kau bisa diam tidak !!!" bentak Marcell.
"Kau menyebalkan !!" Mozza langsung pergi dari kamar Marcell.
brakk !!!
"Lalu kita harus bagaimana Tuan ??" Exel bertanya.
"Aku masih ingin disini."Balas Marcell.
"Tapi tuan.."
"Brian keturunan Winata. Dia tidak akan menyerang kita dalam kondisiku yang seperti ini."Ucap Marcell. Exel sangat heran kenapa Bosnya kali ini sangat santai dan tak memiliki ambisi apapun seperti dulu.
.
.
__ADS_1
.