Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 18


..


Tiba dirumah makan Ayumi masih terlihat kesal. Bagaimana Tidak, Sejak dipasar sampai dijalan Brian terus mengejek dirinya.


Ayumi langsung masuk kedalam melewati pak Yusuf dan juga Mehendra.


"Itu kenapa dengan Ayumi ??" Mahendra bertanya pada Brian.


"Dia cemburu.."Balas Brian dengan mudah.


"Cemburu ?? Dengan siapa ??"Mahendra terus mengekor Dibelakang Brian .


"Tentu saja denganku..Aku digoda banyak gadis tadi dipasar. Dia jelous begitu.."Terang Brian dengan jujur.


"Ha..ha..ha.. Masa iya, Ayumi mana mungkin suka padamu.."Tawa Mahendra.


"Aku kan hanya menduga saja. Tapi kami cocokkan ??" Brian menanggapi tawa Mahendra.


Mahendra terdiam dengan wajah seolah berfikir.


"Kau terlalu lama. Sudah sana.."Brian menuju dapur rumah makan. Pak yusuf hanya tersenyum saat mendengar percakapan Brian dan juga Ayumi.


"Hari ini rumah makan rame ya pak.."Ucap Brian sembari membantu Pak yusuf menyiapkan mangkuk.


"Semua karna kau. Lihat saja, Pelanggan kita wanita semua."Balas Pak yusuf

__ADS_1


Brian terkekeh. "Jangan memancing Seseorang untuk marah pak Yusuf."Ucap Brian seraya melirik Ayumi yang tengah membereskan belanjaannya. Ayumi nampak tak peduli dengan wajah masamnya masih terlihat.


Pak yusuf turut tersenyum saat tau maksud dari ucapan Brian.


.


Mozza diundang dikediaman sang kakak untuk peresmian ketua Mafia dari semua Mafia.


"Kakak.. Kau mau menguasai dunia bawah ?? Kau yakin ??"Ejek Mozza.


"Kenapa kau bicara begitu ?? Seharusnya kau mendukung kakak. Kau itu adik kandungku !!!" Balas Marcell dengan tegas.


"Tapi penerus Winata masih ada. Dan aku menunggu kedatangannya."Mozza duduk dengan santai disisi sang kakak.


Marcell langsung duduk disisi Mozza. "Jangan bicara keras-keras. Yang mereka tau pemimpin WorldLion sudah mati dan hanya anggota kita yang terkuat."


.


.


Tak jauh dari rumah makan pak Yusuf, ternyata anak buah Virgoun tengah memata-matai pergerakan Brian. Brian yang saat itu tengah keluar dari rumah makan mengantar pesanan orang, Bisa mengetahui dengan cepat jika dia masih diintai.


Sembari kembali melangkah masuk Brian menyunggingkan senyumnya. "Ternyata dia belum jera."Gumam Brian.


Ayumi nampak keluar dari rumah hendak memberitau Ayahnya, Brian dan Mahendra untuk makan siang.


Melihat Brian, entah mengapa Ayumi masih terlihat kesal.

__ADS_1


"Ayumi.."panggil Brian saat Ayumi tak menyapa dirinya.


Ayumi terus melangkah cepat, namun nyatanya Brian tetap yang teecepat. Brian dengan mudah meraih tangan Ayumi. "Tunggu.."


"Apa sih..Bukannya kau harusnya melayani wanita-wanita tadi.."Ayumi menepis tangan Brian.


"Aku memang pelayan ayumi. Lalu aku harus bagaimana ??"Balas Brian apa adanya.


"hah..Ya sudah lanjutkan saja. Buat apa kau bicara padaku !!?"Ayumi kembali memutar tubuhnya untuk memanggil sang Ayah.


"E..ee.. Tunggu.. Kau marah padaku ??" Tanya Brian .


Ayumi semakin pusing. Ternyata ada orang yang tidak peka didunia ini.


"Tidak. Puas."Ayumi hendak melangkah lagi namun Brian merasa itu bukanlah jawaban yang sesungguhnya.


"Kau terlihat sekali jika marah Ayumi..Aku harus bagaimana agar kau tidak marah ??" ucap Brian penuh frustasi.


"Ok Fix.. Berarti dia sulit minta maaf, apa susahnya sih minta maaf !!!"Batin Ayumi.


"Kau fikirkan saja sendiri Brian. Aku kesal sekali padamu. Minggirlah !!!" Ayumi mendorong Brian hingga Brian terlihat menyingkir. Lalu Ayumi segera masuk kerumah makan guna memanggil sang Ayah.


Sementara Brian semakin dibuat kebingungan. Menghadapi wanita apa serumit ini ?? Batin Brian. Selama hidupnya, Brian belum dekat dengan wanita manapun. Mengingat statusnya yang seorang putra dari Ketua mafia. Wajar saja Brian begitu polos dan tak mengerti dunia perasaan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2