
Ep 63
.
.
.
"Tampan sekali cucuku..Anggara, lihat sini nak.. Ba.."Pak Yusuf tengah mengajak bicara Baby Anggara yang Berada didalam Bok bayi.
Inilah hari-hati Pak Yusuf, setiap hari ia tidak akan jauh dari cucu kesayangannya. Mengajaknya ngobrol meski bayi itu baru berusia 2 bulan.
"Ayah.. Makan dulu.."Ajak Ayumi yang menghampiri sang Ayah yang masih menimang baby Anggara.
"Kau duluan saja dengan suamimu. Ayah masih mau dengan Anggara."Balas Pak Yusuf .
"Ayah.. Ayah juga harus tetap menjaga kesehatan, jangan sampai telat makan. Sudah, masukkan saja Angga kebok, biar dijaga pengasuhnya sebentar."Ayumi meraih paksa Anggara, Dan meletakkannya didalam Box.
"Kalian jaga sebentar ya. Kami mau makan dulu.."Pinta Ayumi pada dua pengasuh Anggara yang direkrut oleh Brian.
"Ayo Yah.."Ayumi menarik lengan pak Yusuf menuju meja makan.
" Kau tetap saja pemaksa Ayumi. Ayah kan masih main sama Anggara.."Ucap Pak Yusuf
"Kesehatan Ayah juga penting. Sekarang Ayah duduk."Ayumi mendudukkan Pak Yusuf
"Ayah selamat pagi ."Sapa Brian
"Iya pagi Brian.. Kenapa kau tidak sarapan dulu sejak tadi ??" tanya Pak Yusuf saat melihat makanan didepan Brian masih utuh.
"Tentu karna menunggu Ayah. Kita kan selalu sarapan sama-sama."balas Brian..
"Kau ini..jangan terbiasa menunggu. Bukannya kau harus bekerja juga.."Timpal Pak Yusuf.
__ADS_1
"Iya. Tapi hanya menunggu sebentar tidak masalah."Sanggah Brian dengan cepat.
"Ini yah.. Ayo kita sarapan.."Ayumi menghidangkan didepan sang Ayah.
Betapa beruntungnya pak yusuf memiliki anak dan menantu yang begitu menyayanginya. Bahkan tanpa diminta mereka seolah sudah tau apa keinginan Pak Yusuf. Dijadikan radja oleh Brian dirumah itu benar-benar membuat pak Yusuf sangat terharu.
.
.
Saat selesai sarapan pagi, Brian berpamitan hendak meninjau bisnisnya. Namun saat ia hendak pergi, pelayan datang memberitau jika ada tamu yang datang mencari mereka semua.
"Tuan muda. Didepan ada tamu. Katanya teman tuan muda, dan Nyonya."Ucap pelayan.
"Teman ?? Siapa ya ??"Ayumi menatap Brian.
"Iya. Aku akan segera kedepan."Balas Brian pada pelayan itu yang segera undur diri.
"Siapa teman kalian ??" Tanya pak Yusuf.
"Aku ikut.."Ayumi segera mengekor.
Brian pun menggandeng Lengan Ayumi untuk kedepan.
Tiba didepan, senyum Ayumi terbit seketika saat melihat siapa tamunya.
"Mahendra.."panggil aayumi saat sudah dekat.
Mahendra mengangkat wajahnya lalu mengulas senyum. Brian pun juga turut tersenyum.
namun yang menjadi pusat perhatian Ayumi adalah wanita yang ada disisi Mahendra. Tapi ayumi masih enggan menanyakannya.
"Kenapa tidak bilang mau kemari ??" Tanya Brian seraya duduk. diikuti Ayumi.
__ADS_1
"hanya ingin main masa harus kabar-kabar, nanti kau malah menyiapkan penyambutan lagi."balas Mahendra dengan senyumannya.
Semua nampak tersenyum bersama.
"Ku dengar kau sudah melahirkan ya Ayumi. Mana anakmu ??" Tanya Mahendra.
Tak berapa lagi pak Yusuf juga keluar membawa baby Anggara.
"Nah.. Itu, sama Ayah."Tunjuk Ayumi.
"Mahendra.. "Pak Yusuf juga terkejut sekaligus senang sekali. Ia buru-buru mendekat dengan menggendong Baby Anggara.
"Wah.. kau membuat kejutan ya.."Ucap pak Yusuf.
Mahendra mengulas senyumnya.
"Sebenarnya, aku kemari karna ingin memberitau kalian sesuatu."Tutur Mahendra.
"Ada apa ?? Kau kesulitan mengelola Rumah makan ??" Tanya Brian dengan cepat.
"Bukan.."Balas Mahendra tak kalah cepat.
"Sebelumnya, perkenalkan ini pacarku namanya Winda. Kami berniat kejenjang lebih serius, Tapi Kau tau kan Aku sudah tidak punya orangtua, Aku mau minta tolong pada kalian, tolong lamarkan aku untuk Winda."Terang Mahendra.
"Kau serius kali ini Hen ??" Pak Yusuf memastikan
"Sangat serius pak.."Balas Mahendra dengan yakin.
"Memang dia rumahnya dimana ??" Brian bertanya.
"Dikota ini juga.."
.
__ADS_1
.