
Ep 57
.
.
.
Isak tangis Ayumi ditumpahkannya didada Brian. Jujur Ayumi masih sangat ketakutan sekali. Mengingat apa yang terjadi semalam. Brian seolah membiarkan Ayumi menumpahkan kesedihannya dulu, agar jangan sampai Ayumi menyimpannya, malah akan berbahaya jika seperti itu.
Ceklek...
Pintu ruang rawat Ayumi terbuka, hingga membuat Ayumi buru-buru menyudahi tangisannya.
"Selamat pagi.."sapa dokter Kiara yang diikuti perawatnya.
"Kau mau apa kemari pagi-pagi ??" tegur Brian nampak tak suka.
"Tentu saja memeriksa pasienku ??!! Kau yang kenapa pagi-pagi sudah mengganggu pasienku !!?" Protes Dokter Kiara balik.
"Siapa yang mengganggu...?? Kau buta ?? kami sedang bermesraan."timpal Brian.
yang mendapat cubitan kecil diperutnya dari Ayumi.
"Awww sayang.."
"Jangan bicara seperti itu pada dokter..malu.."Bisik Ayumi.
Dokter Kiara seketika melebarkan senyumnya. "Nona jangan kawatir. Suami anda memang seperti itu jika dengan saya. Maklum, saya hanya dokter keluarganya saja."
__ADS_1
"Dokter keluarga ?? Spesial keluarrga begitu ??" Ayumi memastikan.
"Ya.. Seperti itulah kira-kira. Baiklah, Kami.coba periksa ya Nona..,"Dokter Kiara meminta ijin.
Brian tak beranjak dari sisi Ayumi.
"bagaimana ?? Dia sudah baik ?? Anakku ?? Anakku bagaimana ??" Brian sudah tidak sabar.Ayumi cukup terkejut, Bagaimana suaminya tau jika ia tengah hamil ?? Padahal Ayumin tidak memberitaunya.
"Ini jauh lebih dari semalam.. Jika siang nanti Nona tambah membaik, malam bisa pulang. Untuk kandungannya, Saya sarankan langsung kedokter Obgyn ya.. Supaya bisa melakukan pemeriksaan lebih lajut."Terang Dokter Kiara.
"Obgyn ?? kenapa tidak kau saja ??!! Ini kan perintahku !!" balas Brian.
"Brian,,Aku tau ini rumah sakit milikmu. Tapi kau jangan seenaknya merubah aturan. Aku bukan ahli dibidang Kehamilan."Timpal Dokter Kiara.
"Ya sudah. Kau suruh dokter Obgyn itu memeriksa kehamilan istriku."Perintah Brian.
.
"Kau tau dari mana aku ha..-"
brian kembali mendekap tubuh Ayumi. "Kenapa tidak mengabariku ?? Untung aku punya Ayah mertua yang baik.."
"Ayah yang memberitaumu ??" Ayumi memastikan lagi.
"Bukan Daff yang memberitauku. Dia disuruh Ayah.."balas Brian seraya membuka pelukannya.
kembali Brian mendekap lagi tubuh Ayumi. "Aku bahagia sekali.. Terima kasih.. Terima kasih sudah mau mengandung anakku.."
Ayumi pun demikian. "Maaf aku tidak langsung memberitaumu.. Aku takut mengganggu pekerjaanmu."
__ADS_1
"Lain kali. Apapun itu, kau harus memberitauku. Tenang saja. pekerjaanku tidak akan terganggu."Balas Brian yang membuka sedikit pelukannya dan menatap kebawah dimana Ayumi berada. Ayumi mengangguk dengan senyuman bahagianya. Rasa takut dalam hatinya sudah berangsur menghilang.
"Ehemm..."
suara deheman membuat Ayumi membuka pelukannya.
"Ayah.."Sapa Ayumi dan Brian bersamaan.
"Teruskan saja. Ayah hanya mau memberikan baju pada suamimu. Anak buahmu tidak mau masuk Brian, Takut kau marah pada mereka."Ucap Pak yusuf.
Brian hanya menyunggingkan senyum saja.
"Jangan marahi mereka ya.. Mereka memang lalai menjaga Ayumi, tapi mereka selalu setia padamu."Tambah Pak Yusuf.
"Kenapa Ayah baik sekali sih. Mereka tidak akan aku marahi kok. Tenang saja Yah.."Balas Brian dengan senyum lebarnya.
"Ya sudah. Kau mandi dan ganti bajumu. Lama-lama Ayah juga pusing melihat banyak noda darah dibajumu itu."suruh pak Yusuf.
Loh, Ayah mau kemana lagi ??" Ayumi mencegah langkah pak Yusuf yang hendak keluar.
"Ayah mau cari sarapan dengan anak buah suamimu.."balas pak Yusuf.
"Biarkan mereka yang beli yah, Ayah disini saja."Timpal Brian.
"Nanti Ayah tidak bisa memilih lagi.. Sudah, tidak apa-apa. Mumpung Ayah dikota, mau cari kuliner yang enak dulu.."Ujar pak Yusuf penuh semangat dan kemudian keluar. Ayumi dan Brian hanya saling pandang saja. Melihat sang Ayah baik dan bahagia itu sudah lebih dari cukup bagi mereka berdua.
.
.
__ADS_1