Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 64


.


.


.


"Dikota ini ?? Lalu bagaimana kalian kenal ??" tanya Ayumi cukup terkejut.


"Hampir sama dengan kisahmu Ay, tapi kalau dia kedaerah kita karna ingin melakukan skripsi akhir kuliahnya." balas Mahendra.


Winda nampak tertunduk saja sejak tadi. Mungkin karna penampakan rumah Brian yang baginya begitu menyeramkan.


"Kalau kau sudah siap. Kami pasti akan bantu."Tambah Brian.


"Iya.. Bapak akan melamarkan dia.."Tambah pak Yusuf juga.


"Terima kasih banyak...kalian baik sekali.."Balas Mahendra.


"Diminum kopinya.. Winda, Minumlah kau harus biasa dengan kami. Kami ini keluarganya Mahendra. "Ayumi mempersilahkan semua menikmati minuman yang sudah tersaji diatas meja didepan mereka.


"Ya sudah. Kalian lanjutkan ngobrolnya. Aku harus pergi sebentar."Pamit Brian.


"Kau.mau.kemana ??" Mahendra bertanya.


"Ada pekerjaan. Hanya sebentar. Nanti kalau sudah, kau antar saja dia kerumahnya. Beritau keluarganya nanti malam kita akan melamar dia."tutur Brian.


"Nanti malam ??" Winda tak sengaja berkata karna terlalu terkejut.


"Iya. Lebih cepat lebih baik."Balas Brian.

__ADS_1


"Tapi Brian.. Aku..-"


"Sudah. Aku berangkat dulu.."Brian melabuhkan ciuman dikening Ayumi lalu beralih mencium tangan pak Yusuf dan yang terakhir mencium baby Anggara, lalu segera melenggang keluar.


Mahendra nampak bingung dengan maksud Brian barusan segera dibuyarkan oleh Ayumi. "Sudah jangan difikirkan. Kau terima beres."


"Ayo.. Dimakan dulu,,aku ajak Anggara tidur dulu ya, Sudah waktunya dia minum asi.."Pamit Ayumi.


pak Yusuf menyerahkan Baby Anggara pada Ayumi dengan perlahan.


"Yah.. Padahal aku baru mau menggendongnya"Protes Mahendra.


"Nanti kan bisa.."Balas Ayumi yang segera pergi juga dari situ.


.


.


Sepeninggal Brian dan Ayumi, Pak Yusuf mulai bertanya pada Winda. Seolah menjadi orangtua pengganti untuk Mahendra, Pak Yusuf tidak mau ada keraguan lagi dihati wanita itu.


"Saya sudah tau semua pak..Saya sudah menerima semua apa yang ada dalam diri Mahendra. Saya juga bersedia menemani dia mengelola rumah makan bapak.."balas Winda dengan lembut.


"Iya.. Bapak bersyukur sekali. semoga kau tidak ragu lagi.."


Winda mengangguk dengan perlahan.


.


.


Mahendra tiba didepan rumah Winda yang terbilang cukup mewah.

__ADS_1


"Ada tamu dirumahmu ??" tanya Mahendra pada Winda.


"Mungkin teman arisan mamaku.."balas Winda.


"Yuk mampir dulu.."ajak Winda.


"Tentu saja. Aku harus bicara dengan mama papamu."Balas Mahendra yang turut turun dan mengekor dibelakang winda.


Baru masuk didalam, Mereka disuguhkan papa dan mama Winda tengah duduk bersama seorang pria.muda yang sekiranya seusia dengan Mahendra. Dari penampilannya, Mahendra sudah menebak jika pria itu adalah orang kaya.


"Nah itu Winda datang.. Sayang kemarilah.. Ini Aldo anak teman papamu.."Panggil Mamanya Winda.


Winda menoleh kearah Mahendra, Tatapan tak suka terlihat jelas dimata kedua orangtua Winda.


"siapa dia Win ??" Tanya sang papa.


" Pa.. Dia Mahendra, pria yang aku ceritakan. Dia kemari mau mengatakan sesuatu."Winda memperkenalkan.


Papanya Winda menatap dari atas hingga bawah Penampilan Mahendra.


"mau bicara apa ??"


"begini Om.. nanti malam keluarga saya akan kemari untuk.melamar Winda."Ucap Mahendra dengan jelas.


Uhuukk !!


pria bernama Aldo itu tersedak minuman seketika.


"Melamar ?? Kau bercanda ya ?? Winda itu calon istriku ?!! Kedua orangtua kami sudah menjodohkan kami sejak kecil.."Ucap Aldo dengan tegas.


Baik Winda maupun Mahendra saling tatap. Keduanya begitu terkejut dengan ucapan Aldo barusan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2