Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Aku tidak akan mendekatimu


__ADS_3

Ep 37


.


.


.


Entah mengapa Marcell yang selalu bernafsu jika dekat dengan wanita kini begitu menghargai keinginan Ayumi. Bahkan Marcell membiarkan Ayumi duduk sembari memeluk lututnya didepan pintu.


Sesuatu menggelitik hati Marcell kala melihat Ayumi sesekali mengusap air matanya.


"Kenapa kau sesedih itu ?? Aku sudah buktikan jika tidak akan menyentuhmu kan.."Tegur Marcell.


Hening Ayumi tak menjawab.


"kau ingin pulang ??" Pertanyaan terlontar dari bibir Marcell.


"Apa saya bisa meminta ?? Jika kalian para penguasa sudah menentukan sikap, Kami kaum lemah hanya bisa mengikuti saja kan.."Balas Ayumi sekenanya.


"Penguasa ?? Siapa yang kau maksud ??" timpal Marcell.


Ayumi memejamkan kedua matanya. "Tuan Virgoun dan termasuk anda juga kan.."


Marcell menerbitkan senyumnya. Ia membenahi posisi dengan duduk bersandar. Melihat itu Ayumi langsung beranjak berdiri. Ia sungguh waspada sekali.


"Tenanglah. Aku tidak akan mendekatimu."Ucap Marcell setelah selesai bersandar.


Meski demikian Ayumi masih saja waspada. Mengingat sejak awal Marcell sudah pernah hendak melecehkannya.


"Kau sangat lucu sekali. Siapa namamu ??" Marcell mencoba memecahkan ketakutan Ayumi.

__ADS_1


Ayumi terus saja diam


"Baiklah jika kau memang tidak mau memberitauku. Aku akan memanggilmu suster saja."Tambah Marcell.


Ayumi tetap saja diam. Ia bahkan terus menundukkan wajahnya agar tak saling pandang dengan Pria asing yang ia rawat.


Menyadari Ayumi terus tak meresponnya, Malah membuat hati Marcell seolah begitu tertantang.


"Bisa ambilkan ponselku ?? Aku akan minta Virgoun mengantarmu pulang."Ucap Marcell.


Seketika Ayumi mengangkat wajahnya dan menatap Marcell seolah bertanya apa itu benar.


Marcell mengangguk dengan senyum tipisnya. Ayumi perlahan menuju nakas dan mengambilkannya untuk Marcell.


Dengan ragu-ragu Ayumi menyerahkan ponsel itu pada Marcell. Jaraknya lumayan jauh hingga Marcell sangat kesulitan meraihnya.


"Aakkhh !!" Pekik Marcell seraya memegangi perutnya.


"Maaf.."Ucap Ayumi yang sudah selesai mengganti perban Marcell.


"Tidak apa-apa. Kemarikan ponselku."Pinta Marcell dengan santai. Ayumi kini dekat dengan Marcell dan menyodorkan ponsel itu.


Nampak jelas Marcell langsung menghubungi seseorang.


"Masuklah kekamarku. Bawa temanmu itu."Perintah Marcell yang kemudian segera ia akhiri panggilannya.


Tak lama Pintu kamar Marcell terbuka memperlihatkan Exel dan Virgoun.


"Ada apa tuan ??" Tanya Exel.


"Ex, antar dia pulang kerumahnya. Aku tidak mau menjadikan dia tahanan."Balas Marcell.

__ADS_1


"Tapi dia bertugas merawat anda Tuan.."Timpal Virgoun.


"Jika memang dia mau merawatku, Besok dia pasti akan kesini. Kalau tidak biarkan saja. Hanya mengganti perban aku bisa sendiri."Tutur Marcell.


Exel dan Virgoun hanya saling tatap. Sementara Ayumi seolah masih tak percaya dengan apa yang didengar. Pria itu benar mengabulkan permintaannya. ??


.


.


Sore .menjelang petang Pak yusuf sudah tidak sabar menunggu kabar anak buah Brian yang dikatakan Mahendra. Pak Yusuf hendak berangkat sendiri karna rasa kawatir dan takut sudah menggunung menjadi satu.


Saat pak Yusuf keluar dari rumah, Ia melihat mobil berhenti tepat didepan rumahnya. Pak Yusuf mengira itu adalah ayumi ternyata Salah, Itu adalah Brian. Nampak Brian buru-buru keluar dari dalam Mobil.


"Pak Yusuf.."Sapa Brian yang langsung mencium tangan Pa Yusuf.


"Nak Brian.. Syukurlah kau datang.. Ayumi Nak.."Pak Yusuf sulit sekali menjelaskan.


"Iya..iya.. Saya tau. Pak Yusuf tinggal saja dirumah. Saya akan menjemput Ayumi sekarang juga."Balas Brian mencoba menenangkan Pak Yusuf.


"Tolong selamatkan Ayumi.."Mohon pak Yusuf.


"Pasti.."Brian memutar tubunnya dan berlari masuk lagi kedalam mobil. Tak lama mobil-mobil anak buahnya datang juga. Dan segera memutar arah mengikuti Brian.


Tangan Brian menggenggam erat stir kemudinya. Ia benar-benar tidak sabar ingin menghajar pria bernama Virgoun itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2