
Ep 7
.
.
.
Hampir satu minggu, Ayumi terus merawat luka Brian. Brian sampai dibuat tidak enak, sekaligus kagum pada Ayumi yang tanpa mengeluh merawat dirinya. Seperti malam itu, Saat Ayumi membuka perban Brian, senyum Ayumi nampak terbit. Bagi Brian senyum Ayumi begitu manis dan membuat dirinya sangat terhibur.
"Syukurlah. luka tuan sudah mengering. tidak usah diperban lagi." Ucap Ayumi penuh semangat. Namun Brian malah menikmati senyuman Ayana tanpa peduli apa yang dikatakan wanita itu.
Ayumi yang sadar Brian memperhatikan dia buru-buru menunduh.
"Kenapa menunduk ??"Brian memegangi dagu Ayana untuk kemudian diangkat agar mata mereka saling beradu.
"Maaf, saya tidak enak saja."Ayumi menghindar dengan kembali menunduk.
"Saya permisi dulu.."Ayumi hendak beranjak, namun segera pula Brian memegangi lengan Ayumi.
"Bisa kita jalan- jalan ?? Aku ingin melihat-lihat desa ini.."pinta Brian.
Ayumi yang awalnya berfikir macam-macam bernafas lega, Ia fikir Pria itu akan berbuat aneh padanya. Dan kemudian Ayumi menggangguk dengan menerbitkan senyumannya.
"Tapi ini sudah malam. Jika besok bagaimana ??"tawar Ayumi.
"Iya. Tidak apa-apa."balas Brian.
"Saya permisi dulu, mau membantu Ayah membereskan rumah makan."Pamit ayumi.
"Ayumi.."Panggil Brian lagi. Ayumi lagi dan lagi menoleh.
"Saya boleh ikut ??"
"Oh.. Em.. Boleh."Ayumi tidak mungkin melarang.
__ADS_1
Brian perlahan berdiri dari duduknya. Ia kemudian mengambil kaos dan memakainya, lalu mengikuti Ayumi untuk kerumah makan.
Baru saja Brian dan Ayumi keluar dari rumah, mereka sudah mendengar keributan didalam rumah makan. bahkan bunyi pecahan piring juga terdengar.
"Ayah.." Ayumi buru-buru berlari masuk. Brian pun juga demikian. Ia hendak bertanya, namun ayumi sudah lebih dulu masuk.
Dan benar saja. meja sudah berserakan dan Pak yusuf serta Mahendra sudah babak belur dihajar.
"Hentikan !!!" teriak Ayumi.
4 preman itu menatap nakal Ayumi. "wah, kau keluar juga Ayumi..Kalau Ayahmu tidak mau membayar uang kepada Kami, Kau juga bisa sebagai gantinya.."Ucap salah satu preman.
"Kalian benar-benar keterlaluan !!! Sampai kapan kalian akan menjarah orang-orang dikampung ini !!" protes Ayumi
Brian yang masuk sungguh terkejut dengan keadaan Didalam.
"Sampai kalian sadar dan membayar sendiri uang keamanan !!! Kami ini penguasa didesa ini !!" timpal salah seorang lagi.
"Bawa saja dia !!" perintah Torra yang terlihat seperti pemimpin disana.
Dua orang pria preman itu mendekati Ayumi, namun dengan cepat Brian menarik Ayumi agar berada dibelakangnya.
"Kalian yang menyingkir. Jangan berani menyakiti perempuan !!" Balas Brian dengan menatap tajam.
"Wah kau mau jadi jagoan ternyata. Serang dia."Perintah Torra. Keempat pria itu menyerang Brian bersamaan, dan Brian pun segera menangkis satu demi satu serangan.
"Ayumi.."Panggil Mahendra yang membantu Pak Yusuf berdiri.
"Ayah.."Ayumi begitu kawatir dengan keadaan sang Ayah yang nampak lemas akibat dihajar Torra.
"Brian bisa terluka lagi Ayum,"Pak Yusuf mengingatkan Ayumi.
Ayumi menatap Brian yang masih melawan Torra dan rombongannya.
"Lalu bagaimana yah.."Ayumi juga tidak tau harus bagaimana.
__ADS_1
.
.
.
Dagg !!!
Dagg !!!
"Akkhhh !!!" Anak buah Torra tersungkur dengan luka ditubuh mereka. Brian begitu kuat dan sangat santai saat melawan.
Torra yang geram langsung menyerang Brian membabi buta, Brian tak terlihat ketakutan, ia bahkan menghadiahi bogeman mentah diwajah Torra saat Pria itu lengah.
Buuggg !!!!
sudut bibir Torra mengeluarkan darah. Torra cukup kaget jika ada orang sekuat itu.
Tak terima jika kalah, Torra mengeluarkan belati kecil miliknya. Melihat itu Brian begitu jengah sekali.
Srekkk !!
Srekkk !!
Sreekkk !!!
Brian menangkap tangan Torra dan memutarnya hingga belati itu jatuh begitu saja ditanah.
Daggg !!!
Terakhir Brian menghadiahi tendangan pada Torra.
Torra nampak tak berdaya dengan semua jurus yang diberikan oleh Brian.
.
__ADS_1
.
.