
Ep 40
.
.
.
Karna terlalu banyak menangis, Ayumi sampai tertidur dalam pangkuan Brian. Usapan lembut Tangan Brian dikepala Ayumi seolah menjadi pengantar tidur yang sangat menenangkan.
Sesekali Brian melandaskan kecupan dikening ayumi yang seolah mengatakan jika ia amat mencintai wanita itu.
Tak lama datang Willy hendak mengatakan sesuatu. Brian seketika mengisyaratkan agar Willy jangan bersuara dulu. Brian perlahan mengangkat tubuh Ayumi untuk dipindahkan dikamar.
Pak Yusuf bisa melihat betapa Brian sangat menjaga Ayumi tanpa memanfaatkan kesempatan apapun. Bahkan Brian nampak langsung keluar dari kamar Ayumi setelah membenahi selimut dan memastikan Ayumi tertidur kembali.
Saat keluar Brian berpapasan dengan Pak Yusuf yang tersenyum lebar kearahnya.
"Bapak belum tidur ?? Ini sudah sangat malam ??" Tegur Brian
"Tidak bisa tidur Nak Brian..Kau sendiri mau kemana lagi ??" Tanya Pak Yusuf.
"Diluar ada anggota saya."Balas Brian.
"Nak Brian.. bapak tidak apa-apa jika Ayumi hendak kau bawa. Ayumi sangat kehilangan sekali saat Kau tidak disini."Tutur Pak Yusuf
__ADS_1
"Ayumi pasti tidak akan mau pak..Secintanya dia denganku, tidak akan bisa melebihi cintanya terhadap bapak. Aku akan berusaha mencari jalan terbaik, Aku mohon bapak memberiku waktu.."Balas Brian.
Melihat semua ini saja Bapak sudah percaya jika Ayumi pasti aman jika denganmu."Timpal pak Yusuf.
"Bagaimana pak Yusuf yakin akan hal itu. Nyatanya, Tadi Ayumi hampir jadi mangsa gangster itu."sanggah Brian.
Pak Yusuf tersenyum lebar.
"Jika sudah istirahatlah, Kau pasti lelah setelah perjalanan jauh. Tidak usah tidur dirumah makan. Disini juga boleh."Ucap Pak Yusuf
"Terima kasih pak.. Saya permisi dulu."Brian melangkahkan kaki keluar dari rumah pak Yusuf.
Willy menyambut dengan membukakan pintu mobil untuk Brian. Mereka berbicara didalam mobil.
"Apa yang kau dapat ??" Brian langsung bertanya.
"Lalu ??"
"Tuan Marcell sepertinya sengaja bersembunyi didaerah ini yang jauh dari jangkauan Anggota kita. Virgoun adalah teman lama Exel."Lagi Willy menjelaskan.
"Jadi tujuan mereka bukan Ayumiku ??" Brian memastikan.
"Jika memang Tujuan mereka adalah Nona Ayumi, Seharusnya mereka lebih baik bertarung dari pada menyerahkan Nona dengan suka rela."Balas Willy.
"Apa kau lupa siapa Marcell ?? Dia seorang cassanova."Timpal Brian.
__ADS_1
"Itu hanya dugaan tuan."Willy menunduk.
"Besok kalian kembalilah Kemarkas. Aku masih akan disini beberapa hari sampai aku memastikan Marcell tidak menjamah Ayumiku."Tutur Brian.
"Tapi tuan. lusa adalah peresmian Usaha baru kita ?? Anda harus hadir " Sanggah Willy.
Brian memejamkan kedua matanya. "Aku percaya pada kalian. Daff, biarkan dia tetap disini. Sewaktu-waktu aku membutuhkan dia. Untuk anggota yang ikut, besok harus ikut denganmu kembali."
"Baik tuan.."
"Sekarang kembalilah kerumah Mahendra. Aku harus masuk kedalam lagi."Brian keluar langsung dari mobil dan meninggalkan Willy. Willy hanya bisa menatap punggung lebar Bosnya. Terlihat sekali bosnya dalam dilema besar.
.
.
"Kakak !!! Bagaimana bisa kau menyuruhku mengganti perbanmu !!!" Protes Mozza dengan sangat kesal.
" Aahhhh.. Mozza kau itu adikku, Bahkan kita sudah brsetubuh juga !! Apa kau hanya senang dengan barangku saja !!!!"Pekik Marcell saat Mozza memaksa membuka perbannya dengan paksa..
"Jangan bicarakan itu !!! Siapa suruh kau membiarkan perawat itu pulang. Harusnya kan dia yang melakukan ini !!" celoteh Mozza. Yang hendak keluar dari kamar Marcell.
"Kau benar-benar ****** sialan !!" umpat Marcell dengan begitu kesalnya.
.
__ADS_1
.