
Ep 21
..
.
.
Hati Ayumi sedang berbunga-bunga, ternyata perasaannya selama ini tidaklah bertepuk sebelah tangan. Meski Brian tak begitu romantis saat mengungkapkan isi hatinya, Namun Kenyataan jika Brian juga menaruh hati padanya sungguh membuat Bahagia.
Kini keduanya begitu dekat hingga terkadang Mahendra dibuat iri dengan kedekatan dua anak manusia itu.
"Biar aku saja yang memanggangnya. Kau layani tamu.."Brian menggantikan Ayumi membakar sate.
"Kau yakin ?? tamunya cewek loh ??" Goda Ayumi.
"Aku tidak mau pacarku cemburu nanti."Balas Brian. Hingga menimbulkan kekehan pada Ayumi. Ayumi akhirnya keluar dari dapur dan melayani para pelanggan.
"Pesan apa Mbak ??" Sapa Ayumi saat dekat dengan dua wanita muda yang mungkin seusia dia.
dua wanita itu tidak menjawab malah menoleh kebelakang Ayumi.
"Loh.. Mas ganteng yang kemarin mana ??" tanya mereka tanpa sungkan.
"Mas ganteng...??"Ayumi pura-pura tidak tau.
"Iya.. Yang ganteng itu.."balas Mereka.
"Oh itu ya.."Ayumi menunjuk Mahendra yang tengah melayani tamu juga.
"Bukan..Ada satu lagi kok kemarin.."Mereka nampak ngotot.
"Jadi mbak ini kesini tidak mau makan, cuma mau lihat mas ganteng itu.."Ayumi menimpali.
"ya makan juga mbak.. ya sudah, buatkan kami sate kambing 2 porsi ya, jangan pakai nasi."Balas mereka yang akhirnya mengalah.
__ADS_1
"baik. Minumnya ??" Ayumi menawarkan lagi.
"Es jeruk 1 sama jus melon 1."
Ayumi mencatat dengan benar lalu segera berlalu. "Tunggu sebentar ya, Sekalian dicari mas gantengnya masih ada nggak.."Canda Ayumi yang kemudian meninggalkan dua wanita itu.
Kedua wanita itu cukup kesal karna tak bisa bertemu Brian lagi.
.
.
"Kau berkeringat.."Ayumi mengusap keringat Brian yang membasahi kening Brian.
Bersamaan dengan Mahendra yang membawa piring kotor. "Ehemmm..."
Brian dan Ayumi menatap Mahendra bersamaan. "Kau tersedak Hen ??" Tegur Brian dengan santai.
Sembari mencebikkan bibir bawahnya, Mahendra menjawab. "Tersedak lalat besar. Kalian ini pamer terus kerjaannya !!" Gerutu Mahendra.
"Hidupku dalam 24 jam dikurangi 4 jam itu hanya bergulat dengan celemek ini Ay, Bagaimana caraku mencari pacar.."sanggah Mahendra.
"Tetap ada waktu. Itu didepan banyak wanita cantik.. Kau dekati saja satu persatu.."Saran Ayumi.
"Cih.. Bahkan aku baru mendekat saja yang mereka tanyakan Si Brian."timpal Mahendra.
"Hen !!! Cepatlah keluar !!" Panggil pak Yusuf saat beberapa orang pria datang dengan menggunakan mobil.
Mahendra buru-buru berlari, Hingga menimbulkan tawa Brian dan Ayumi.
.
4 orang pria yang gagah masuk kerumah makan pak Yusuf dan menghampiri pak Yusuf dimeja kasir.
Para wanita disana begitu terpesona saat melihat mereka. Mahendra pun dibuat kawatir lagi, Ia takut jika mereka adalah orang suruhan Virgoun.
__ADS_1
"Selamat siang. Apa benar ini rumah makan bapak Yusuf ??" Tanya Frans dengan sopan dan suara lembut.
"Iya benar. Ada apa ?? Mau makan apa ?? Kami ada sop kikil kambing, Sate kambing, Soto babat, Dan beberapa olahan kambing lainnya."balas Pak Yusuf.
"Iya. Kami mau makan sate."Balas Frans.
"Frans.. Kita mau cari..-"
"Shutt.. Diamlah.."Frans mencegah Jerry berbicara.
"Silahkan duduk. Mari..mari.."Pak Yusuf mempersilahkan.
Jerry terus mengedar mencari orang yang begitu sangat ingin mereka temukan. Namun tetap tak ada.
"Frans..Bagaimana jika tuan tidak disini ??"Bisik Jerry.
"Ada yang melihat Tuan disini. Semoga saja kita tidak salah tempat lagi."Balas Frans.
"Nona Mozza menyetujui penyatuan Dua anggota. kita harus cepat menemukan tuan muda.."Tambah Willy.
Tak lama Mahendra keluar bersama pesanan Frans dan teman-teman. Selesai menyuguhkan makanan,Frans menahan lengan Mahendra.
"Ada apa tuan ??" tanya Mahendra dengan waspada.
"Bisa saya tanya sesuatu ??" Tanya Frans balik.
Mahendra mengangguk. Frans nampak mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto.
"Apa pria ini ada disini ??" Tany Frans.
Mahendra jangan ditanya lagi. Ia amatlah terkejut, namun tak ditunjukkan.
.
.
__ADS_1