Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 39


.


.


.


Exel menghampiri Marcell yang ada didalam kamar.


"Tuan.. Brian menemukan kita."Lapor Exel.


"Tidak. yang dia cari bukan kita."Balas.Marcell


"Maksud Anda ??" Tanya Exel tak mengerti.


"Apa kau dengar dia memanggil Namaku ??"Marcell menatap tajam Exel.


"Jangan lakukan apapun. Dan jangan bertindak apapun."Tambah Marcell.


"Siap tuan.."Exel hendak pergi namun Marcell berdesis kesakitan.


"Aaahhhh sssttt..."


"Tuan. Apa yang anda perlukan ??" Tanya Exel dengan jelas.


Marcell memejamkan kedua matanya. Ia hanya menggeleng pelan. Lalu mengatur nafasnya.


"Tuan sudah minum obat ?? Perawat itu bilang obatnya harus dihabiskan"Ucap Exel. Seraya menuju nakas.

__ADS_1


melihat kotak obat yang masih nampak utuh.


Exel pun segera membawakannya mendekati Marcell "Minumlah tuan."Exel menyodorkan Kotak obat serta segelas air.


Marcell perlahan menerimanya ia meneguk obat dan air putih itu bersamaan.


Perlahan Marcell membaringkan tubuhnya kembali diranjang. Lalu segera memejamkan kedua matanya.


.


.


.


Ayumi dan Brian tengah duduk bersama didalam rumah makan yang sudah tutup karna malam telah menjelang.


Brian sadar, mungkin kepergiannya yang tanpa brerpamitanlah yang membuat Ayumi seperti itu


"Maaf.."Ucap Brian.


"Kenapa minta maaf ??" tanya Ayumi seketika.


"Waktu pergi aku tidak memberitaumu."Jujur Brian.


"Tapi sekarang kau sudah kembali.."Timpal Ayumi dengan jelas pula.


Brian menatap lekat Ayumi. Wanita yang telah menempati hatinya hanya dalam hitungan hari saja. Namun kenyataan jika dirinya adalah seorang pemimpin tidak bisa ia tinggalkan juga. Apa Ayumi mau ikut dengannya kikota, sementara Ayahnya didaerah seorang diri. Brian kini dalam dilema besar, Ia pun juga tidak mungkin meninggalkan Ayumi didaerah yang mana telah diketahui oleh musuh besarnya.


"Ayumi.. Aku mungkin tidak bisa lama disini."Brian mulai bicara.

__ADS_1


Ayumi tertunduk dengan mengulas senyumnya. "Aku tau Brian.. Kau harus melakukan tugasmu."


Brian seketika menggenggam jemari Ayumi. keadaan seperti tengah mempermainkan mereka berdua.


"Aku benar-benar mencintaimu Ayumi. Aku tidak pernah bermain-main dalam urusan perasaan. Aku mohon jangan berfikir jika aku hanya mempermainkanmu saja.."


Ayumi menatap lekat manik mata Brian. "Aku juga tau itu Brian.. Bahkan aku pun juga sangat mencintaimu.. Aku berharap kau bisa serius dalam urusan perasaan ini."


Brian mengerti maksud Ayumi. Namun jika ia nekad menikahi Ayumi, Lalu bagaimana nanti ??


"Aku tidak akan memaksamu Brian..Perasaanku tetap tidak akan berubah. Kau berhak memilih dalam hal ini.."Ucap Ayumi seraya kembali menunduk. Ia ingin berbohong, Namun sangat sulit sekali.


Brian yang tak kuasa seketika bangkit dan memeluk Ayumi dengan erat. "Aku ingin sekali Menikahimu Ayumi.. Sangat ingin.. Rasanya aku tidak akan tenang jika harus jauh darimu.."


Ayumi yang menyembunyikan wajahnya dalam dada Brian menitikkan air mata. meski tanpa Brian bicarapun Ayumi tau apa yang membuat Brian sulit untuk menikahi dia.


Ayumi tak menjawab, ia hanya membalas pelukan Brian dengan menahan isak tangisnya. Ia yang begitu merindukan Brian kini hanya menumpahkan segala rasa itu dalam dekapan Brian.


"Brian.. Kita menikah saja. Aku tidak masalah kau tinggal kekota..Aku akan setia menunggu kedatanganmu disini."ucap Ayumi seketika Saat Ia membuka pelukannya.


"Tapi sayang bagaimana dengan keselamatanmu ?? Aku tidak bisa menjagamu setiap harinya.."Balas Brian


"Ada Ayah disini..Ada Mahendra juga disini.. Aku akan aman.."Mata Ayumi berbinar penuh harap.


Brian kembali menarik Ayumi dalam pelukannya. Ingin rasanya Brian meminta Ayumi agar ikut dengannya, Tapi Brian tidak mau dikatakan egois..


.


.

__ADS_1


__ADS_2