
Ep 34
.
.
.
Hampir satu jam Ayumi menjahit dan melakukan perawatan pada Marcell. Marcell yang setengah sadar bisa melihat ketulusan dimata Ayumi saat merawat dia. Iya, Meski Ayumi tau pasti mereka semua bukan orang baik namun karna jiwa penolongnya, Ayumi selalu sepenuh hati merawat orang sakit.
Ayumi baru bernafas lega saat semua telah selesai ia lakukan. Bahkan bekas-bekas darah sudah bersih ditubuh Marcell.
"Ini ada beberapa obat, Nanti jika beliau sudah makan tolong diberikan ya, Em.. Tuan Virgoun. Saya akan menuliskan beberapa nama obat dan Anda bisa menebusnya diapotik besok. Agar luka tuan ini segera sembuh."Terang Ayumi. Setelah mengecek tensi darah Marcell.
"Iya. Apa lukanya sudah kau jahit semua ??" Tanya Virgoun
"Sudah." Ayumi hendak berdiri dari duduknya. Namun dengan cepat hendak berdiri dan pergi, Saat Ayumi hendak berdiri Tangan Ayumi dicekal Marcell.
Sontak Ayumi yang reflek langsung menepisnya.
"Aakkhh !!!" Pekik marcell.
"Hey !!! Kau !!!" Bentak Mozza.
"Maa..af, Saya tidak bermaksud."Balas Ayumi dengan menunduk.
"Mozza.. Jangan bentak dia.."Ucap Marcell.lirih.
"Dia mau melukaimu kak !!" sanggah Mozza.
"Dia yang mengobatiku bagaimana dia melukaiku bodoh. Diamlah !!" balas Marcell dengan suara masih terbata.
"maaf sebelumnya, Karna pekerjaan saya sudah selesai. Saya mau permisi.pulang dulu."Pamit Ayumi.
"Jangan pergi.."Cegah Marcell.
__ADS_1
"Apa ??"
Marcell Menatap lekat Ayumi. "Tolong temani saya."
"A..apa ?? Tapi saya hanya..-"
"Iya. Ayumi. Kau jaga tuan Marcell. Saya akan membayarmu dua kali lipat."Ralat Virgoun.
"Tapi..-"
"Tidak ada tapi-tapian !!"Sentak Virgoun.
Ayumi tidak tau harus bagaimana. Semua menatapnya penuh intimidasi.
"Ba..baiklah.. Tapi.. Tapi tolong beritau Ayah saya jika saya harus merawat pasien disini."Akhirnya Ayumi menerima.
Virgoun mengangguk mengerti. lalu memerintahkan anak buahnya.
"Kamarku dimana ?!!! Aku lelah !!" Mozza langsung pergi dari ruangan itu. Exel pun turut keluar saat melihat Bosnya mulai bisa bicara kembali.
Virgoun pun juga. Namun Ayumi dibuat bingung Ia harus bagaimana.
Ayumi perlahan duduk diujung ranjang. Dengan terus menunduk.
"Apa aku terlihat menyeramkan ?? Kenapa kau setakut itu ??" Tanya Marcell suara masih terdengar lirih.
"Maaf tuan. Anda orang asing, saya tidak biasa berinteraksi dengan orang asing."Balas Ayumi dengan jujur.
"Bisa ambilkan aku air ?? Aku haus.."Pinta Marcell. Ayumi mengangguk pelan, Lalu segera mengambilkannya. Dengan perlahan Ayumi membantu Marcell untuk minum.
Saat dari dekat Marcell bisa melihat kecantikan alami Perawatnya. Sungguh Marcell tidak pernah terpesona sampai seperti ini pada wanita. Padahal ia sering bermain dengan banyak wanita.
Ayumi segera menyudahi membantu Marcell, lalu buru- buru membaringkan tubuh Marcell lagi.
"Tuan istirahatlah. Agar luka anda segera sembuh."ucap Ayumi.
__ADS_1
"Temani aku."Pinta Marcell.
"Iya. Saya akan menunggu tuan disini."Balas Ayumi.
"Temani aku tidur."Timpal Marcell.
Ayumi geram bukan main. "Maaf tuan. Saya hanya perawat bukan rekan tidur anda."balas Ayumi dengan tegas.
Marcell mengembangkan senyumnya diwajahnya yang pucat. "Hanya kau wanita yang menolakku."
"Biasanya wanita akan terpesona saat aku tidak memakai baju seperti ini."Tambah Marcell.
Ayumi tak menjawab. Ia hanya mengepalkan jemarinya karna begitu geram.
.
.
Pagi hari pak Yusuf mondar mandir didepan rumahnya. Rasa kawatirnya semakin menjadi saat Ayumi tak kunjung kembali. Mahendra yang baru datang cukup heran kenapa pak Yusuf mondar mandir seperti itu.
"Ada apa pak ?? Tumben rumah makan belum dibuka jam segini ??" tegur Mahendra.
"Ayumi Hen.. Dia dibawa Torra kerumahnya. Katanya hanya untuk mengobati teman Virgoun. Tapi sampai pagi Ayumi belum kembali juga."tutur Pak Yusuf dengan cemasnya.
"Apa ??? Dibawa ??" Mahendra dibuat terkejut pula.
"Aku kawatir Hen.. Ayumi diapa-apakan.. Kau tunggu rumah ya, aku akan Kesana."Ucap pak Yusuf.
"Ee...eh. Tidak usah. berbahaya pak " Cegah Mahendra.
"Tapi Ayumi bagaimana Hen !!??" Sanggah pak Yusuf penuh kawatir.
"Sebentar, Pak Yusuf tenang dulu. aku cari bantuan dulu.."Mahendra buru-buru meraih ponselnya, Dan segera menghubungi orang-orang suruhan Brian.
.
__ADS_1
.
.