
Ep 15
.
.
.
Ayumi mengobati luka Dilengan Pak Yusuf dengan wajah masih sangat kawatir.
Sementara Brian dan Mahendra, membereskan Halaman depan mereka. Dan juga menutup rumah makan sesuai keinginan pak Yusuf.
"Brian. Kau ini hebat sekali, Bisa mengalahkan mereka semua. Kau punya ilmu ya ??" Tanya Mahendra yang dibuat kagum dengan Brian.
Brian hanya tersenyum tipis. "Tanamkan saja dihatimu Rasa berani. kau pasti tidak akan terkalahkan jika percaya hal itu."
"Tapi tetap saja, Dikeroyok sebanyak itu sangat menakutkan.."Mahendra terlihat gelisah dan takut.
Brian menepuk pundak Mahendra dan menatap pria itu. "Makanya belajar. Belajar berani. Kau ini pria, Suatu saat kau harus melindungi wanitamu, Apa kau akan diam sebagai pengecut terus ??"
"Kau mau mengajariku ?? Berkelahi keren sepertimu tadi ??"Mahendra begitu berharap.
Brian tersenyum lebar seraya menggangguk. Hal itu membuat Mahendra girang. "Asik.. Aku bisa membalas mereka yang menembak kakiku.."
__ADS_1
Brian terkekeh dengan tingkah Mahendra.
.
.
Ayumi menatap dari luar pintu kamar sang Ayah yang sudah terlelap.
"Apa pak Yusuf mengigau atau panas badannya ??" Tanya Brian yang menghampiri Ayumi.
"Tidak.. Hanya saja aku kawatir sekali jika Ayah terluka seperti ini."Balas Ayumi.
"itu hal wajar, dia jika begitu menyayangimu."Timpal Brian.
Ayumi membalikkam tubuhnya dan menatap Lekat Brian. "Sebenarnya kau siapa ?? Kau bahkan bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah seperti itu."
.
.
.
"Setelah ini, jika kau ingin membenciku silahkan. Kau mau memgusirku juga silahkan. Aku bertahan disini satu karna ingin membalas budi kebaikan kalian, kedua karna aku tidak suka dengan gangster itu."Brian mulai memulai bercerita.
__ADS_1
Ayumi yang duduk didepan Brian setia mendengarkan. "Aku adalah anak dari pasangan penjahat. Kedua orangtuaku adalah ketua Mafia. Kau tau Mafia ?? Penguasa dari segala Gangster."
Mata Ayumi membulat sempurna. Namun gadis itu masih diam mendengarkan.
"Bagaimana aku bisa sampai disini dan bagaimana aku bisa terluka separah itu, seharusnya kau sudah tau tanpa aku jelaskan. Papaku meninggal dalam pertempuran besar itu. Perebutan kekuasan terus berlanjut hingga Pertempuran antara anggota terjadi. Banyak akal kotor mereka lakukan agar menjadi seorang pemimpin."Lanjut Brian.
"Aku memang tidak dididik menjadi orang baik, Tapi aku tidak suka orang-orang yang menindas rakyat biasa seperti Pria tua Tadi.."Tambah Brian.
"Jadi kau disini untuk sembunyi ??" Ayumi menimpali.
Brian menggeleng dengan pelan. "Mungkin terlihat seperti itu. Tapi aku hanya ingin melihat bagaimana Mama wanita yang menjadi istri muda Papaku bertingkah. Semua yang terjadi dalam kelompokku karna kedatangan dia. Dan aku ingin tau dia akan berbuat apa setelah semua pemimpin tidak ada."
Hening hingga beberapa saat. Brian bisa melihat wajah syok Ayumi, namun Ayumi berusaha tak memperlihatkannya.
"Aku sudah jelaskan. Sekarang terserah padamu. Jika kau memang ingin aku pergi dari sini, aku akan pergi. Aku memang bukan orang baik."Ucap Brian.
Ayumi langsung kembali menatap Brian. Entah mengapa Ayumi begitu tak bisa mengusir Brian. Namun kenyataan jati diri Brian begitu membuat ia kawatir dengan keselamatan sang Ayah juga.
"Nak Brian. Tetaplah disini jika kau memang masih ingin disini. Siapapun kau, aku aku hanya memgenalmu sebagai Brian saja. Bukan putra siapapun."Suara pak Yusuf mengejutkan Ayumi dan Brian.
"Ayah "
"Pak Yusuf "
__ADS_1
.
.