Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 36


.


.


.


"Ahhhh..."Ayumi dilempar masuk didalam ruangan dimana Marcell berada.


Dia benar-benar menyedihkan sekali. Virgoun tidak bisa dipercaya. Apa ini, mereka tidak mempermasalahkan Jika Marcell berbuat mesum terhadapnya. Bahkan Ayumi tetap dipaksa merawat Marcell sampai pria itu sembuh total.


"Buka pintunya !!!"Teriak Ayumi dengan terus memukul daun pintu yang telah tertutup.


Ayumi hanya bisa menangis sembari duduk lemas. Entah bagaimana nanti hidupnya, jika ia berada dalam satu ruangan bersama pria yang telah melecehkannya tadi.


Dan sesuatu yang mengejutkan, Marcell menghampiri Ayumi dan mengulurkan tangannya.


Dengan mata berlinang air, Ayumi menatap Marcell.


"Bangunlah. Jangan terlihat menyedihkan seperti itu."ucap Marcell.


Ayumi langsung menatap kearah lain, Ia tidak mau menuruti kemauan Marcell. Ayumi lalu mengeratkan switernya seolah menutupi dadanya agar tidak terlihat.


"Aku tidak akan melakukan apapun."Tambah Marcell lagi.


"Dan saya juga lebih baik mati dari pada harus melayani anda tuan."Balas Ayumi sungguh-sungguh.


Marcell memutar tubuhnya, Memperlihatkan punggungnya yang terluka terlihat rembesan darah diperban yang dibalut Ayumi tadi.


"Aku hanya memintamu mengganti perbanku. Sepertinya, lukaku rembes."Ucap Marcell.


Ayumi masih terlihat ragu. Ia hanya menatap saja dan belum mau berdiri.


"Kau ikat saja tanganku, Jika kau masih tidak percaya padaku."Tambah Marcell.

__ADS_1


Hingga Akhirnya Ayumi berdiri perlahan, Lalu mendekati Marcell.


"Tidurlah. Saya akan mengganti perban anda."Ucap Ayumi.


Marcell menurut. Ia tidur telengkup dan membiarkan Ayumi kembali merawat lukanya.


.


.


Saat Siang menjelang sore, Brian baru menyalakan ponselnya. Panggilan hingga beberapa kali dari Daff membuat Brian sangat kawatir. Mengingat Daff ia tugaskan menjaga Ayumi didaerah.


Brian pun langsung menghubungi balik Daff untuk menanyakan ada apa.


Tut...


Tut..


Tutt...


"Ada apa ?? Apa ada masalah ??" Beian menyela dengan cepat.


" Tuan. Nona dibawa kerumah Virgoun semalam. Kami kecolongan, sebab kalau malam kami tidak berani menjaga dekat rumah pak Yusuf, beliau pasti akan marah."Lapor Daff.


"Apa ??!!! Bagaimana bisa ??!!!" Brian mengusap kasar wajahnya.


"Menurut info, Nona Ayumi dibawa Anaknya Virgoun untuk mengobati teman Virgoun yang terluka."Ucap Daff.


"Lalu kau percaya ??!! Daff... Kau ini anggota mafia, Bagaimana bisa kau percaya perkataan seperti itu !!!" Timpal Brian penuh Frustasi.


"Maaf tuan. Jadi apa kami harus menyerang mereka sekarang juga ??" Daff bertanya.


"Tunggu aku !! Aku akan kesana" Brian langsung mengakhiri panggilannya.


Brakkk !!!

__ADS_1


Brian melampiaskan amarahnya dengan memukul meja.


"Jika sampai Ayumiku terluka sedikit saja. Kalian akan habis.."Umpat Brian dengan tatapan tajamnya.


.


.


Brian mengenakan jasnya dan melangkah cepat keluar ruangannya.


"Willy segera siapkan mobil. Bawa beberapa anggota kita. Kita kedaerah sekarang juuga !!" Perintah Brian sembari mengambil beberapa senjata dari dalam lemari koleksinya.


Meski nampak terkejut, Namun willy hanya bisa patuh. Dan langsung melakukan perintah Brian.


"Frans dan Jerry tetap disini. Kalian pantau proyek terbaru kita dan anggota lain. Apapun dan bagaimanapun jangan sampai kalian lengah."Ucap Brian dengan tegas.


"Baik tuan."Balas keduanya.


Brian sudah tiba diluar rumah ia langsung masuk kedalam mobil.


"Tuan. Anda berkendara sendiri tanpa sopir ??" Tanya Frans saat melihat Brian malah masuk kekursi kemudi.


"Iya."balas Brian sembari memasang sabuk pengannya.


Tanpa menunggu yang lain, Brian langsung melandas meninggalkan markas mereka.


Frans dan Jerry hanya bisa menatap kepergian bosnya. " Wanita itu sungguh istimewa. Tuan sampai sekalut itu."Ucap Frans.


"Iya. Dan ini sejarah langka dalam dunia kita."Balas Jerry.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2