
Ep 26
.
.
.
Dan benar saja, saat matahari belu menampakkan dirinya, Rekan-rekan Brian sudah datang dengan dua mobil mereka.
Brian pun segera bersiap berangkat, namun sebelum itu Brian meminta Ijin pada Pak yusuf untuk melihat Ayumi dari pintu kamar saja.
Pak Yusuf memberi ijin dan memilih menunggu diluar.
Rasa tak tega dan kesedihan juga menyelimuti hati Brian saat akan meninggalkan Ayumi. Wanita yang telah membuatnya jatuhcinta.
"Aku janji tidak akan lama. Aku akan segera menyelesaikan semuanya dan menjemputmu.."Gumam Brian yang kembali menutup pintu kamar Ayumi dan segera keluar.
.
.
Sepanjang perjalanan kembali Kekota, Brian hanya diam menatap keluar jendela. Entah kenapa ia masih saja diliputi kesedihan yang berkepanjangan. Sampai-sampai Willy yang bicara sejak tadi sama sekali tak didengar oleh Brian.
Frans melirik kespion depan guna melihat bos mereka, Ternyata benar. Brian tengah melamun.
Frans dan Willy hanya bisa saling tatap, melihat bosnya.
Dan setelah perjalanan cukup menguras waktu, Akhirnya mereka tiba dikota. Sesuai rencana Brian, Ia tak langsung kemarkas, melainkan kerumah pribadi sang papa.
Dan ternyata disana anggota WorldLion yang berpihak pada Brian sudah berkumpul.
__ADS_1
Brian seketika mengembangkan senyum, apa lagi saat Semua menunduk hormat saat ia memasuki rumah itu.
"Ini baru sebagian tuan. Yang lain besok akan saya kumpulkan."ucap Frans.
Brian mengangguk mengerti. "Iya. Lakukan sesuai dengan apa yang kita rencanakan."
Frans dan Willy mengangguk patuh.
Brian menatap tajam kedepan, "Ini harus selesai dengan cepat."Gumam Brian.
.
.
.
Dirumah makan, Ayumi sejak pagi tak melihat Brian sedikit bertanya dalam hati kemana pria itu. Namun Mau bertanya dengan sang Ayah Ayumi merasa malu.
"Aduh..Brian kemana sih ?? Apa dia kepasar ?? aku kuwalahan sendiri didepan.."Protes Mahendra.
"Rame sekali ya didepan ??" tanya Ayumi balik tanpa menjawab pertanyaan Mahendra.
"Iya. Brian kemana sih ??" Mahendra mengulang pertanyaannya.
Ayumi terdiam.ia sendiri juga tidak tau kemana perginya Pria itu.
"Brian kembali kekota."Pak Yusuf menimpali Dengan jelas.
Seketika Ayumi dan Mahendra menatap pak Yusuf dengan sangat terkejut.
"Kekota ?? Kenapa mendadak ??" Mahendra melontarkan pertanyaan.
__ADS_1
"Memangnya kembali kerumah orangtuanya harus rencana ??" balas Pak Yusuf.
Ayumi terus menatap sang Ayah, Seolah meminta penjelasan. Namun Pak yusuf nampak terus sibuk memanggang sate dan Beberapa olahan lainnya.
.
.
Waktu makan siang, Ayumi terus duduk didepan sang Ayah guna menunggu penjelasan maksud Sang Ayah tadi.
Meski mengerti maksud Ayumi, namun pak Yuusuf berusaha biasa dan menikmati makan siangnya dulu.
Setelah selesai pak Yusuf membalas tatapan Ayumi. "Kau tidak makan ?? Nanti sebentar lagi pasti banyak pelanggan datang lagi.."
"Ayah, seharusnya aku tidak bertanya."Balas Ayumi dengan wajah serius.
Pak Yusuf tersenyum tipis. "Brian lagi ??"
Kediaman Ayumi membuat pak Yusuf yakin jika Ayumi sangat ingin tau kemana Brian.
"Bukannya kemarin kau sudah bicara dengannya ??? Dia memang benar-benar kembali Kekota. Ayah tidak mungkin mencegahnya, Karna Memang dia berasal dari sana. Toh, Hubungan kalian hanya sebatas pacaran. Tidak ada hak bagi Ayah melarang dia. Brian sudah berpamitan dengan Ayah semalam. dan dia memang sengaja tidak mau berpamitan denganmu, Karna dia pasti tidak akan rela meninggalkanmu saat melihat air matamu."Terang Pak Yusuf.
"Sekarang kau tinggal menunggu jika memang kau ingin menunggu, Tapi Brian juga tidak akan menghalangi jika kau ingin mencari kebahagiaan lain lagi. Karna Brian tidak bisa berjanji untuk cepat kembali, dia hanya berkata akan mengusahakan secepatnya."Tambah Pak Yusuf.
jantung Ayumi seolah tertimpa bongkahan batu besar hingga Ayumi sangat-sangat kesulitan untuk bernafas maupun bicara.
.
.
.
__ADS_1