Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Ep 8


.


.


.


Dengan dibantu rekan-rekannya, Torra meninggalkan rumah makan Pak Yusuf.


"Ingat kita belum selesai pria asing !!! Awas kau !!!" Ucap Torra sebelum pergi.


Brian sama sekali tak bersuara. Ia hanya berdiri tegap dan menatap kepergian geng yang mengaku sebagai preman itu.


Ayumi yang reflek berlari menghampiri Brian, ia sungguh kawatir pada luka diperut Brian.


"Coba saya lihat lukamu.."Ayumi tak sadar jika langsung mengangkat kaos yang dipakai Brian. Ayumi baru bernafas lega saat Luka Brian tak mengeluarkan darah lagi.


"Huh.. Syukurlah. Saya takut, rembes lagi.."


Senyum Brian seketika terbit. Seumur hidup tak ada yang sebegitu kawatir jika dia terluka. "Lukanya kan sudah sembuh."


Ayumi menatap Lekat Brian seraya membalas senyuman Brian. Kedua tersenyum bersama dengan kelegaan dihati masing-masing.


.


.

__ADS_1


"Jadi mereka selalu minta uang pada para pedagang ??" Brian yang baru mendengar cerita dari pak Yusuf begitu tak menyangka ada hal seperti itu.


"Iya. Itu sudah terjadi bertahun-tahun. Torra adalah putra dari gangster yang menguasai desa ini. Makanya dia begitu memiliki banyak anak buah."Balas pak Yusuf.


Ayumi datang dengan teh dikedua tangannya. Perlahan ia meletakkan didepan sang Ayah dan juga Brian.


"Kenapa tidak lapor pihak berwajib, maksud saya polisi."Tanya Brian.


"Bahkan polisi disini takut pada mereka."Ayumi yang menjawab.


"Ayumi.. Besok kau harus keBank dan segera memasukkan uang tabungan kita. Ayah tidak mau sampai uang tabungan yang kita kumpulkan diambil mereka. Ayah sangat yakin besok mereka akan datang lagi."Tutur Pak Yusuf


"Iya Yah.."Ayumi nampak patuh.


"Gangster..."gumam Brian. "ternyata tidak hanya dikota saja. Didesa juga ada bajingan seperti itu.."Batin Brian


Malam semakin larut, Ayumi belum tidur dan masih duduk didepan jendela diruang tamu. Tatapannya menuju keluar jendela seolah tengah memikirkan sesuatu.


Brian pun nampak menghampiri Ayumi. "Apa yang kau lihat ??"


Ayumi yang terkejut langsung menoleh."Oh, kau belum tidur ??"


"Entahlah. Aku belum bisa tidur. Kau sendiri ??" Tanya Brian balik.


"Saya juga Belum mengantuk."Balas Brian.


"Ternyata kau seorang perawat ya.."Ucap Brian.

__ADS_1


"Dari mana kau tau ??" Ayumi mengarahkan tatapannya pada Brian.


"Penghargaanmu dilemari itu."Tunjuk Brian.


Ayumi tersenyum tipis seraya menunduk. Ia sampai lupa jika semua atribut, penghargaan dan juga foto-foto selama ia menjadi perawat terpampang dilemari hias.


"Kenapa kau tidak bekerja dikota saja ?? Dirumah sakit besar, setidaknya jauh dari orang-orang menyebalkan seperti preman tadi."Tanya Brian


Ayumi kembali menatap keluar jendela. "Dulu saya pernah bekerja dirumah sakit besar. Tapi karna Alm. Ibu saya meninggal dan Ayah saya sendiri, saya harus kembali dan menjaga Ayah. Mengingat disini ada penguasa yang selalu meminta paksa penghasilan kami."


"Tapi itu juga berbahaya untukmu. Mereka sewaktu-waktu bisa saja melukaimu."Timpal Brian.


Ayumi menghela nafasnya dengan. Panjang. "Yakin saja dengan Tuhan. Yang terpenting Adalah keamanan Ayah."


"Kau begitu menyayangi Ayahmu."Ucap Brian.


"Tentu saja. Hanya dia yang saya punya. Ayah juga sangat menyayangi saya. Bagaimana mungkin saya tidak menyayangi beliau juga."tutur Ayumi.


Sesaat Brian terdiam. Dalam biduk keluarganya, selama papa dan mamanya masih hiduppun tidak ada kata sayang dan menyayangi. Karna hanya kekuasaan dan materi yang selalu mereka fikirkan.


"Kalau boleh saya tau, sebenarnya kau berasal darimana ??"Ayumi balik menanyai Brian.


"Aku dari Kota."Balas Brian dengan singkat.


"Lalu bagaimana kau bisa terluka separah itu ?? Tadi jika kulihat cara bertarungmu, kau ini tidak akan terkalahkan dengan mudah. Pasti kau dikeroyok ya sebelumnya ?? Atau kau korban penculikan ?? Atau korban perampokan ??"Terka Ayumi dengan semua rasa penasarannya.


Brian bukannya menjawab, ia malah menatap lekat Ayumi, seolah tak bosan dengan wajah natural yang dimiliki Ayumi.

__ADS_1


.


.


__ADS_2