
Ep 42
.
.
.
Seakan tak mau ditinggal Brian, Ayumi terus bersandar didada Brian. Bahkan tak peduli pada Mahendra dan Pak Yusuf. Rumah makan yang rame juga tak dipedulia
kan oleh Ayumi.
"sayang.. Biarkan aku membantu Ayahmu.. Kasihan dia dan Mahendra."Ucap Brian.
"Ini tidak terlalu rame.. Biarkan saja."balas Ayumi.
Brian terkekeh, dengan sikap manja Ayumi. "Apa kau tidak malu ?? mereka banyak yang berbisik."
"Aku tidak peduli !! Memangnya kenapa sih ?? Kau tidak suka aku seperti ini ?? Kau tidak tau bagaimana aku tersiksa kau tinggal sendiri tanpa kabar ??!!" Protes Ayumi. Dan semua pelanggan terlihat dengan menatap Ayumi dan Brian.
"Hey..hey.. Sayang, jangan seperti itu.."Bujuk Brian.
"Kau menyebalkan sekali.."Gumam Ayumi dengan kesal.
"Baiklah.. Kita kerumah saja.. Yuk.."Ajak Brian. Yang merasa tidak enak dengan semua orang yang ada diRumah makan.
Pak Yusuf bukannya merasa terganggu, melainkan Malah tertawa kecil.
Mahendra apalagi. semenjak ditinggal Brian, Ayumi nampak tak banyak bicara, dan kini Ayumi sudah mulai ngomel, pertanda jika wanita itu Sudah kembali semula.
Brian menuntun Ayumi keluar dari Rumah makan untuk kembali kerumah.
"Eh pak Yusuf, Anaknya kok dibiarin sih kayak gitu, sama cowok lagi."Tegur pelanggan.
__ADS_1
Pak Yusuf tidak menanggapi.
"Ntar kalau hamil duluan pak Yusuf sendiri loh yang rugi. Malu tau.."tambah mereka.
"Eh mbak. Satenya ntar terbang loh kalau ditinggal ngoceh. Mereka itu memang pacaran dan hampir menikah. Tenang saja. Mereka yang pacaran kok kalian yang rempong !!?" Celoteh Mahendra.
Kedua wanita itu bungkam dengan nampak kesal. Pak Yusuf malah terus tersenyum saja tanpa ikut bicara.
.
.
"Brian.. Apa kau akan pergi lagi ??" Ayumi begitu takut.
Brian melandaskan ciuman dikepala Ayumi terlebih dahulu. "Memangnya kenapa ??"
"Lalu aku bagaimana ??"
"Lalu ?? Ayah bagaimana ??"
"Itulah yang aku fikirkan sejak kemarin."Ucap Brian lirih.
Ayumi tertunduk kembali.
"disini masih ada tuan Virgoun. Aku takut Ayah Dipalak lagi."
"Kira-kira jika Kita ajak Ayah kekota dia mau tidak ??" Tanya Brian.
Ayumi mengendikkan bahunya.
"Aku juga tidak mungkin meninggalkanmu disaat Ada orang jahat disini."tambah Brian.
"Maksudmu pria yang ada dirumah tuan Virgoun ??" Terka Ayumi.
__ADS_1
"Iya. Dia pria berbahaya. Aku sungguh takut kemarin saat kau dibawa mereka."Tutur Brian.
Ayumi bisa ingat saat pria itu hendak melecehkannya.
"Wajahnya memang mengerikan.."
"Kau benar-benar tidak diapa-apakan sama pria itu kan ??" brian memastikan.
Ayumi menggeleng dengan cepat. "Awalnya dia hendak melecehkanku, tapi setelah aku berontak entah kenapa dia langsung membiarkanku pulang."
"Itu sedikit aneh. Biasanya tidak ada wanita yang aman jika sudah disisinya."gumam Brian namun masih bisa didengar Ayumi.
"Maksudnya ??"
"Dia predator wanita."Balas Brian.
Mata Ayumi seketika membelalak. Pantas saja saat awal bertemu Pria itu menatap Ayumi dengan sangat liar.
"Sayang.. Kau masih pegang belati yang aku berikan itu ??" Brian memastikan.
Ayumi segera mengangguk cepat.
"Tetap bawa itu kemanapun ya.. kau harus berani melawan jika kau dalam bahaya."Nasehat Brian.
"Tapi aku takut menggunakannya. Memangnya kau akan cepat kembali kekota ya ??!!" celetuk Ayumi.
"Bukan seperti itu. Aku akan berusaha bertahan disini selama Marcell itu masih disini."Balas Brian.
"Kita menikah saja. Agar semua aman."Ucap Ayumi
"Iya. Itu yang aku mau. Tapi nanti bagaimana ?? Ayahmu pasti akan tetap disini. Dan Pekerjaanku dikota.."Balas Brian penuh frustasi.Ayumi juga ikut frustasi. Ia tidak mungkin meninggalkan sang Ayah sendiri didaerah itu. Ingin rasanya Ayumi mengajak, Namun sudah sangat pasti jawaban Sang Ayah adalah Tidak.
...
__ADS_1