
Ep 33
.
.
.
"kau apakan Ayahku Torra !!!" Teriak Ayumi saat tiba dianak tangga yang terakhir.
"Ayumi masuk saja. Jangan turun."cegah pak Yusuf. Namun Ayumi tak mendengarkan, ia terus maju hingga dihadapan Torra.
"Aku minta ijin baik-baik pada Ayahmu untuk mengajakmu kerumahku, Mengobati teman papaku, Tapi ayahmu malah terus berkilah."Terang Torra.
"Aku aneh atau bagaimana ?? Aku hanya seorang perawat bukan mantri atau bidan !!!" Balas Ayumi.
"Bisa tidak tjangan mendebat !!! apa mau pakai kekerasan !!" sentak Torra seraya mengarahkan senjata api pada pak Yusuf.
"Apa jaminannya kalian tidak macam-macam padaku ??" Ayumi tidak mau sang ayah terluka.
"Terserah kau maunya apa !!"Torra sudah malas berdebat.
"Baiklah. Aku ikut."Ayumi akhirnya setuju.
"Nak.. Jangan.."Cegah pak Yusuf. Namun Ayumi tak punya pilihan lain selain menuruti Kemauan torra. Setidaknya Ayahnya akan baik-baik saja.
Ayumi bergegas masuk kedalam mengambil alat medisnya, Lalu tak lupa ia mengenakan switer panjang dan juga menyelipkan sebuah belati kecil pemberian Brian disaku switernya. Ia pun melangkah keluar dengan segera.
"Cepat lepaskan Ayahku !!!" Sentak Ayumi.
__ADS_1
Torra pun segera meminta anak buahnya melepaskan pak Yusuf. Lalu Ayumi pun segera mengikuti Torra menuju mobilnya.
Pak Yusuf dibuat cemas bukan main. Ikut dengan Torra menuju markas Virgoun adalah sesuatu yang begitu menakutkan.
"Ya Allah.. Lindungi putriku.."Gumam Pak yusuf.
.
.
Tak butuh waktu lama, Ayumi tiba dirumah besar Virgoun. baru kali ini Ayumi memasuki rumah gangster yang menguasai daerahnya.
Dengan mengikuti Torra, Ayumi dibawa masuk lebih dalam kedalam rumah itu.
Tiba didepan sebuah ruangan yang ada pintunya, Torra langsung mengetuk pintu itu beberapa kali, dan tak butuh waktu lama pula pintu sudah terbuka. Memperlihatkan wajah Virgoun. Jujur Ayumi sangatlah takut, namun demi sang Ayah ia berusaha melawan rasa takutnya.
Torra mendorong Ayumi untuk masuk. Hingga Ayumi sedikit hampir jatuh.
Didalam nampak Pria yang tengah terbaring dengan banyak luka ditubuhnya. Mozza langsung menatap intens Ayumi.
"dia perawatnya ??! Yakin ??"
"Iya Nona. Dia yang terbaik didaerah ini."Balas Virgoun.
"Hey, cepat obati Tuan itu."Virgoun mendorong pundak Ayumi.
Meski nampak tak terima, Ayumi pun segera mendekati pria yang terbaring di ranjang itu. Sesekali pria itu mengerang kesakitan. Ingatan Ayumi malah muncul saat pertama kali menemukan Brian yang juga memiliki luka sama banyaknya seperti pria itu.
Buru-buru Ayumi menepis semua ingatan itu. Ia segera membuka kotak peralatan medisnya. Mulai membersihkan darah yang tak kunjung berhenti.
__ADS_1
"bisa tolong siapkan air hangat ??"Pinta Ayumi seraya menatap Virgoun.
"Iya."Virgoun segera memerintahkan pelayan
Exel setia berada disisi Marcell. Pada saat Ayumi hendak merobek luka dibagian perut Marcell, Exel segera mencegahnya "Apa-apaan kau ini ??!!! Kau mau membunuh bosku !!!" Sentak Exel.
Ayumi terkejut sekali ia hampir terjengit saat itu. Namun ia cepat mengendalikan diri. "Luka Tuanmu sudah koyak, bukan robek lagi. Dan sepertinya belati yang mengenai tuanmu memiliki racun, jika tidak dibuang sebagian kulitnya, racun itu bisa merambah kemana-mana."teramg Ayumi berani.
"Aakkhhhh !!" Marcell begitu kesakitan.
Exel tak tega melihatnya.
"Jadi bagaimana ?? Mau diteruskan atau tidak ??" Tambah Ayumi.
"Wanita aneh. Tentu saja diteruskan !! Kau mau kakakku mati !!" Timpal Mozza.
Tak lama datang pelayan dengan baskom berisi aie hangat sesuai permintaan Ayumi, Dan Ayumi buru-buru membuka botol infus guna membersihkan luka-luka yang begitu dalam itu.
"Aaarrgghh !!!" perih memang, Marcell sampai berteriak dibuatnya.
Ayumi melanjutkan pekerjaannya, Dengan pelan-pelan dan santai.
"Tenanglah Tuan.. Setelah ini anda tidak akan sakit lagi.."Ucap Ayumi disisi Marcell dengan terus melakukan tugas medisnya.
Marcell yang tak sengaja membuka mata merasakan kehangatan dan ketenangan dari ucapan Ayumi barusan. Ia terus menatap intens Ayumi yang fokus pada lukanya.
.
.
__ADS_1