Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 47


.


.


.


Sambil ngedumel, Ayumi menuju kamarnya. "pria tadi benar ayahku atau bukan sih ?? Rasanya seperti aneh.."


Ceklek..


Saat Ayumi masuk, ternyata Brian tengah berganti pakaian setelah selesai mandi. tubuh Brian hanya terlilit handuk saja, dan dada kekar Brian bisa terlihat saat Bria menatap kearah Ayumi yang berdiri didepan pintu.


"Aaakkhhh !!" Ayumi sedikit memekik seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Brian segera berlari mendekati Ayumi dan membekap mulut Ayumi. "Shutt.. Kenapa teriak-teriak ??"


"Brian.. Kenapa kau tidak kunci pintunya jika masih ganti baju.."Protes Ayumi.


Brian seketika tersenyum lebar. "memangnya kenapa ??"


"Kan aku jadi malu.."


"Sayang.. Kau lupa, kita sudah menikah.."timpal Brian seraya membuka kedua tangan Ayumi yang menutupi wajah Ayumi sendiri.


Seketika Ayumi tersadar. "Ya ampun.. Bagaimana aku bisa lupa ??" Batin Ayumi. Wajah Ayumi berubah memerah, Hal itu membuat Brian gemas sekali. Dengan segera Brian menarik Ayumi masuk dan menutup pintunya.

__ADS_1


"Brian.. Kenapa menarikku seperti itu..?!" protes Ayumi.


"Kau menggemaskan sekali jika dengan malu seperti itu."Balas Bian.


Ayumi hanya menunduk menyembunyikan senyumannya.


Perlahan Brian mengangkat dagu Ayumi agar mata mereka saling tatap. "Jangan malu-malu lagi.. Bukannya semalam kita sudah..-"


"Iya..iya.. Jangan dibahas..Aku malu.."Ayumi segera meralatnya.


Brian yang sangat gemas segera mencium bibir Ayumi.


Ciuman penuh lu matan.


Ayumi yang awalnya terkejut lama-lama terbuai juga. Bahkan sesuai naluri lagi, Ayumi mengalungkan kedua tangannya dileher Brian.


Tangan Brian sudah bermuara ditempat favoritenya. Meremas gundukan itu hingga beberapa kali.


Inti Brian bahkan bisa dirasakan Ayumi mengeras sempurna saat Menempel diperut Ayumi sesekali. apalagi Brian memang belum memakai dalaman apapun. Dan hanya terhalang handuk saja.


Sengaja Brian menggesekkan Senjatanya yang sudah On. Dengan terus menyusuri tubuh Ayumi. Menciuminya dari atas sampai dadanya, Tak lupa Brian meninggalkan Kissmark dileher jenjang Ayumi.


Ayumi mengigit bibirnya saat De sa hannya hendak keluar namun cepat ia tahan. Apalagi saat Brian melahap pucuk gundukannya.


Deru nafas keduanya dipenuh kabut Birahi yang begitu besar. Hingga Brian melepas semua pakaian yang ada ditubuh Ayumi. Tak ada penolakan, Ayumi hanya mampu memejamkan kedua matanya dengan mendesah lirih sesekali.


Brian tak mau mengulur waktu lagi. Ia melepas handuk yang menutupi intinya, dan terlihat sekali dengan jelas benda panjang berurat yang semalam menusuk lembah kenikmatan Ayumi.

__ADS_1


Sembari menyeringai, Brian menindih Ayumi dan melabuhkan ciumannya kembali. Lalu Senjata Brian yang sudah tau dimana tempatnya segera memasuki lembah kenikmatan itu.


Ayumi kembali memejamkan kedua matanya, saat senjata besar Milik Brian menerobos lembah miliknya.


Masih terasa nyeri, namun tidak sesakit semalam.


Deru nafas naik turun dari Brian dan Ayumi, menandakan betapa nikmat permainan yang mereka lakukan. Badan keduanya bahkan sudah bermandikan peluh. Ayumi hanya bisa men de sah saat Brian mempercepat ritme hentakannya. Hingga gelombang cinta keduanya hampir keluar secara bersamaan.


.


.


Pak Yusuf sudah membuka warung makannya karna Mahendra juga sudah datang.


"Aku fikir masih buka besok, ternyata sekarang.."Gumam Mahendra.


"Lagian mau apa menunda-nunda, kasihan pelanggan kita kalau kelamaan."Balas Pak Yusuf


"pengantin barunya belum bangun ya pak ??" Iseng mahendra menanyakan.


"Tentu saja belum. Kenapa ??"Tanya Pak Yusuf balik.


"Menyebalkan. Kenapa sih semua pengantin baru seperti itu ?? Melakukannya setiap malam kan bisa, Apa harus digempur sampai pagi.."Omel Mahendra.


Pak Yusuf terkekeh mendengar ocehan Mahendra .


"Kau akan tau saat sudah menikah jadi jangan mengomel dan segera buat satenya."perintah pak Yusuf, Mahendra memanyunkan bibirnya seraya mengikuti perintah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2