Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 30


.


.


.


Ayumi mengatur nafasnya beberapa kali seraya memejamkan kedua matanya. Saat dirasa sudah rileks, Ayumi mulai mengambil buah didalam kulkas untuk membuatkan jus pelanggan.


"Kau baik-baik saja Nak.." tegur Pak Yusuf.


"Ah.. Ayah.. Iya, maaf Ayumi pecahin satu gelas tadi.."Balas Ayumi.


Pak Yusuf mendekati Ayumi. "Kau kefikiran Brian ??" Terka Pak Yusuf.


Ayumi segera menghindar lalu mengupas buah.


"tadi hanya tidak sengaja Yah.."


"Doakan saja dia baik-baik disana."Tambah pak Yusuf..Ayumi langsung membalikkan tubuhnya menatap sang Ayah dengan mata sendu.


"Aku ingin sekali tidak kawatir pada kondisinya yah, Bahkan aku ingin sekali melupakan dia.. Tapi kenapa sulit sekali, Semakin aku coba malah aku semakin tersiksa.."Ayumi akhirnya jujur dengan apa yang dirasakannya.


Pak Yusuf yang sangat bijaksana memegangi kedua pundak Ayumi. "Itulah rasa takut kehilangan Nak.. Dan kau salah jika memaksa melupakannya, Dia pergi untuk kembali, itu janjinya."


Ayumi membuang nafasnya dengan kasar. "Ayah.."Ayumi memeluk Pak yusuf dengan derai air matanya. ketegarannya runtuh saat kasih sayang sang ayah diberikan.


.

__ADS_1


.


.


"Aakkhhhh !!! Mozza tunggu aku !!?" teriak Marcell.


"kakak cepatlah !!! Brian bisa menemukan kita nanti !!" Panggil Mozza.


Marcell yang dipapah Exel segera mempercepat langkah mereka. Ketiganya masuk kedalam mobil dan meninggalkan markas itu.


Willy dan Brian kalah cepat. Mobil itu sudah melesat jauh entah kemana.


"Sial !!! Seharusnya aku langsung bunuh saja pria itu !!!" Umpat Brian.


"Tenanglah Tuan. Setidaknya Markas sudah kembali ketangan anda" hibur Willy.


"Tapi jika dia belum mati. Ketenangan dunia bawah tidak akan bisa dijamin."balas Brian.


Brian tak menjawab, ia Langsung memutar tubuhnya dengan cepat untuk kembali kemarkas besar sang papa.


.


.


Didalam mobil Marcell berteriak meluapkan kekesalanya saat teringat bagaimana Brian melumpuhkan dia.


Brian tertembak dilengannya oleh pistol Marcell. Namun seolah tak merasakan apapun, Brian mendekati Marcell dan kembali menyerang Marcell dengan belatinya.


Bahkan tembakan dari Mozza pun tak berpengaruh apapun pada tubuh Brian. Brian bagai singa yang mengamuk Yang ingin memakan habis mangsanya.

__ADS_1


Untung saja Exel memiliki ide melempar bom asap hingga mereka bertiga bisa kabur dari ancaman singa Seperti Brian.


"Aaaahhhhh !!!"


"Sialan !!!!" umpat Marcell.


"Tuan.. Bertahanlah.."Ucap Exel


"Kakak kita kemana sekarang ??!!" protes Mozza sembari mengemudi.


Marcell hanya terdiam.


"Kakak !!!" sentak Mozza.


"Diamlah Mozza !!! Ini semua karna anak buahmu yang tidak becus mencari keberadaan Brian !!! Sampai kita ditipu habis-habisan oleh dia !!!" sentak Marcell.


"Kakak jangan menyalahkan aku !!! Yang menghentikan pencarian kan kakak sendiri !!!" Mozza tak mau kalah.


"Nona.. Tuan.. Ini bukan waktunya kita berdebat. Kita harus mencari tempat yang aman untuk sementara waktu. Jika disini, kita pasti akan tertangkap. Saya ada kenalan didaerah. Dia ketua Gangster didaerah itu. Kita bisa bersembunyi disana.saya sangat yakin, disana aman untuk kita."Saran Exel.


"Apa jauh ??" Tanya Mozza.


"Cukup menguras waktu Nona. Tapi ini jalan satu-satunya agar kita selamat."Balas Exel.


Mozza hanya mendegus kasar saja. Kali ini ia hanya bisa patuh dan mengikuti saja.


Exel segera mengirim pesan rekannya didaerah jika ia akan datang. Lalu kembali mengobati luka Marcell. Sesekali Marcell mengerang kesakitan saat Exel memberikan obat pada lukanya, Luka ditubuh marcell cukup parah, Hingga membuat Exel sangat prihatin sekali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2