
Ep 46
.
.
Brian bisa melihat air mata Ayumi yang mengalir dengan sendirinya saat wanita itu menahan sakit yang teramat sangat dibawah sana.
Bagaimana tidak, Rasanya benar-benar seperti ditusuk sebuah tombak yang amat besar, hingga seluruh otot Ayumi rasanya putus seketika.
Melihat Ayumi seperti itu, Brian merasa tidak tega. namun senjatanya sudah terbenam sempurna disana, Brian memilih meenyambar bibir Ayumi, dan memberikan sentuhan-sentuhan kembali agar Ayumi terbuai.
Dan benar saja, Ayumi.mulai terbuai. de sa han kembali meluncur dari bibirnya saat tangan Brian kembali bermuara digundukan dadanya.
Saat memastikan Ayumi sudah bisa menetralkan rasa dalam dirinya, Brian mulai menggoyangkan pinggulnya. Seret sekali rasanya, Hingga Brian memulai denga. Operlahan.
Sesuatu rasa yang sulit dijabarkan, Rasa sakit tadi kini berubah menjadi sebuah rasa yang sangat nikmat sekali. Ayumi terus memejamkan mata menikmati setiap hentakan Brian yang semakin mempercepat ritmenya.
"Ahh.. Brian.. Kenapa rasanya aku..aahh.. Aku..ingin pipis.."Ucap Ayumi.
"Itu tandanya kau akan keluar sayang.. Lepaskan saja.. Kita keluar bersama.."Brian meraup bibir Ayumi agar tak kelepasan mendesah saat syurga dunia akan mereka capai secara bersamaan.
Keduanya lemas seketika dengan tubuh menegang kala cairan masing-masing keluar.
sensasi yang begitu indah sekali. nafas keduanya beradu. Brian melandaskan ciuman dikening Ayumi "Terima kasih.."ucapnya.
Dan malam itu Brian mengulang pergulatan mereka hingga beberapa kali. Ayumi yang awalnya merasa tidak bisa. Nyatanya malah terus menikmati dan keenakan.
__ADS_1
.
.
.
Pagi hari, Karna tidak biasa bangun siang, Ayumi sudah bangun diwaktu adzan subuh.
Sementara Brian masih terlelap dengan tubuh polos dan hanya teebungkus selimut.
Saat melihat Brian tidur dengan tenang disisinya Ayumi menerbitkan senyumnya. Apalagi saat mengingat apa yang mereka lakukan semalam. Kali terakhir malah Ayumi yang meminta dipuaskan, Wajah Ayumi memerah seketika.
Lalu perlahan Ayumi hendak turun, Ia melihat bercak merah dibawah ia tidur tadi. "Kini statusku menjadi istri orang, bukan lagi gadis perawan Ayah. Ya Allah, Berkahilah keesucian kami ini.."Gumam Ayumi yang kemudian akan turun.
"Aaahhh.."Ayumi berdesis saat selakangannya sangat perih sekali.
"Ssttt.."Ayumi mengatur nafasnya,
"Ini sakit.."Ucap Ayumi lirih. Namun Ayumi memaksa berjalan, meski berjalannya sedikit terlihat aneh, namun Ayumi tetap masuk kedalam kamar mandi dan segera membersikhan diri lalu kemudian ia harus segera menyiapkan sarapan pagi untuk sang Ayah dan suaminya.
.
.
Wajah cerah terlihat pada Ayumi saat tengah memasak.
Pak Yusuf yang baru keluar kamar tersenyum lebar saat melihat Ayumi sudah berada didapur.
__ADS_1
"Kok sudah didapur ?? Nggak kecapekan ??" goda Pak Yusuf.
"Ayah.. Bicara apa sih.."Balas Ayumi yang malu-malu.
Pak Yusuf tertawa seketika. "Segera buatkan Ayah cucu agar Rumah ini rame.."
"Ayah.. Kami menikah baru kemarin, memangnya membuat cucu seperti membuat kopi.."Timpal Ayumi.
"Iya makanya harus sering-sering. Ayah tidak masalah kau tidak memasak."Balas Pak Yusuf.
"Aku fikir Ayah kesambet setan lewat deh, sangat aneh."sanggah Ayumi hingga kembali menimbulkan kekehan dari pak Yusuf.
Ayumi mulai menatap beberapa makanan diatas meja, Tak lupa ia menyuguhkan kopi dihadapan sang Ayah.
"Aku bangunkan Brian dulu ya yah.."Ijin Ayumi.
"Tumben ??? Dulu kalau ayah suruh tidak mau" Kembali Pak Yusuf menggoda Putrinya.
"Ayah.. Kan sekarang Brian suamiku.."Protes Ayumi.
Kembali pak Yusuf tergelak. "Iya..iya.. Ayah hanya bercanda. Sana bangunkan dia. Jika memang dia masih ingin tidur temani saja. Ayah tidak apa-apa sarapan sendiri."
Ayumi hanya memanyunkan bibirnya saja. Ia segera menapaki tangga menuju kamarnya.
.
.
__ADS_1