Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 68


.


.


Didalam mobil Ayumi dan Brian sementara pak Yusuf memilih ikut Willy dan Frans saja.


"Terima kasih ya, kau sudah mau membantu Mahendra.."Ucap Ayumi seraya memegangi lengan Brian.


"Hanys terima kasih ?? Ciuman tidak ada ??" balas Brian dengan enteng.


"memang harus ?? Kau tidak mau rugi ya.."timpal Ayumi dengan ketus.


"Tentu saja. Hampir setiap malam aku kalah dengan anak kita. Bahkan memelukmu saja sudah sangat jarang."Crloteh Brian.


"kau ini Ayah macam apa yang iri dengan anaknya sendiri. .??


Setiap malam juga kita tidur bersama dan kau memelukku ?!! Jarang dari mananya ??!!"Protes Ayumi.


"Bukan iri, lebih tepatnya Anak kita itu mengambil jatahku juga..Kan aku jadi kesal.."Balas Brian.


Ayumi sungguh tak menyangka suaminya bisa berkata hal konyol seperti itu.


"Ya sudah. Jual saja anakmu ?!!" Uucap Ayumi dengan kesal.


"Enak saja.. jangan sembarangan sayang.. bagaimana bisa begitu.."Balas Brian seraya menatap Ayumi.


"Lagian kau sangat aneh. Dengan anak sendiri saja kau iri."Gerutu Ayumi.


"Iya..iya.. Aku yang salah. Awas saja jika nanti kau beneran menjual Anggaraku, Dia perwaris ku selanjutnya sayang.."Tutur Brian mengalah.


"Apa Anggara kita kelak kalau sudah dewasa harus menjadi sepertimu ??" Tiba-tiba wajah Ayumi terlihat serius.


"Ya tentu saja. Dia kan anak pertama kita. Dan dia laki-laki. keturunanku pasti akan menjadi pewaris Anggota kami."Terang Brian.

__ADS_1


"Bisa tidak, kita jangan menjadikan Anggara seperti itu ?? aku takut dia nanti tertekan, Aku ingin dia bebas memilih mau menjadi apa.."Ayumi kembali bergelayut dilengan Brian.


Brian terdiam sesaat. Lalu muncul ide gilanya guna menggoda Ayumi.


"Itu bisa difikirkan sayang. Apalagi jika anak kita sudah nambah satu lagi. Kan bisa memilih nanti."


Seketika Ayumi mencubit pinggang Brian.


"Awwww !!! Kenapa malah mencubitku !!"


"Lagian kau ini bicaranya nglantur terus.. Ingat Anggara masih kecil.."


"Iya..iya. Aku kan hanya bercanda. Jangan dibawa serius.."


Ayumi mendegus dan melipat kedua tangannya didada. Sementara Brian tersenyum tipis saat melihat ekspresi lucu sang istri.


.


.


Winda cukup jengah dengan sikap mamanya yang mata duitan.


Mahendra menatap Winda "Apa kau lelah ??"


"Em.. Sedikit."balas Winda.


" ya sudah kita istirahat saja ya.."ajak Mahendra. Winda hanya mengangguk dengan senyumannya.


"Em...Hen.. Ini uangnya bisa dicairin kan ??"mamanya Winda begitu antusias.


" tentu saja. besok dibawa saja keBank."balas Mahendra yang kemudian menggiring Winda untuk masuk kedalam.


Sepeninggal winda dan Mahendra, papanya Winda segera menghampiri Mamanya Winda. "Kau ini memalukan sekali sih !!? uang terus yang kau fikirkan."


"Aku kan hanya memastikan, Siapa tau dia hanya menipu kita saja."

__ADS_1


papanya Winda hanya menggeleng pelan. Tingkah sang istri benar-benar cukup membuatnya pusing.


.


.


Sementara Winda Dan Mahendra yang sampai dikamar mereka segera duduk ditepi ranjang. Wajah Winda menunduk membuat Mahendra begitu kawatir.


"Kau kenapa sedih ?? Kau tidak suka dengan pernikahan kita ini ??"


Winda menggeleng.


"Lalu kenapa ??".


"Aku malu Hen..mamaku..-"


"Shutt.. Jangan dibahas lagi. Aku melakkukan semuanya iklas kok. Kau berharga bagiku, jadi berapapun akan aku berikan. Asal kau tidak jaug dariku.."Mahendra mengangkat wajah Winda yang tertunduk.


]


"Terima kasih.. Kau benar-benar membuktikan semuanya.. Aku sama sekali tidak menyangka bisa dicintai setulus ini."Tutur winda.


"Jangan berterima kasih.. Kita sudah menjadi suami istri."


"Tapi Hen.. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."Winda menatap lekat mata Mahendra.


"Ada apa ??"


winda menggigit bibir bawahnya. " setelah ini. Kau boleh membenciku, bahkan kau boleh menceraikanku."


"Kenapa kau bicara seperti itu ??!" Mahendra bingung dibuatnya.


"Karna..karna aku..Aku..Sudah tidak perawan lagi Hen.." Tukas Winda seraya segera menunduk.


.

__ADS_1


.


__ADS_2