
Ep 58
.
.
Brian sudah mandi dan terlihat lebib fress, dan kebetulan perawat sudah datang guna menjemput Ayumi untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter Obgyn yang disarankan oleh Dokter Kirana.
Brian sangat siaga sekali. Ia segera menggendong tubuh Ayumi dan diletakkan diatas Kursi roda. Bahkan perawat yang hendak mendorong pun tidak diperbolehkan oleh Brian.
Tiba didepan ruangan Dokter Obgyn alis Brian bertaut menjadi satu.
"Apa ini ?? Kenapa nama dokternya Pria ??" Tanya Brian pada perawat
"Memang jam pagi untuk dokter Joy tuan."Balas Perawat itu.
"Tidak jadi periksa kalau begitu. Mana mungkin periksa kehamilan dengan dokter Pria."Protes Brian hingga membuat Ayumi nampak malu sekali.
"tapi tuan. Dokter Kiara terlanjur membuat janji. Dan beliau belum mau menangani pasien jika belum memeriksa istri anda."Tutur perawat itu.
"Iya. Karna dia tau istriku cantik. Sialan.."Umpat Brian.
Ayumi menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Brian.. Kau ini kenapa seperti itu, meski pria seorang tenaga medis sudah disumpah dalam segala hal. Kau lupa aku ini juga perawat ?? Hanya memeriksa tidak apa-apa.."
"Tapi Sayang..-"
"Sudahlah. Kau ini terlalu berlebihan. Aku ingin segera melihat anakku."Ayumi hendak menarik roda kursi rodanya.
__ADS_1
"Baiklah..baiklah.. Ckkk" Meski nampak tak rela, Brian segera mendorong Ayumi masuk diikuti perawat itu.
"Selamat datang tuan muda.. Selamat datang Nona."Sapa Joy dokter Obgyn.
Ayumi tersenyum ramah. Sementara Brian hanya menatap tajam dokter Joy. Hal itu membuat Joy sedikit merinding apalagi mengingat siapa Brian sebenarnya.
Sadar Dokter nampak giguk, Ayumi beralih menatap Brian. Ayumi membuang nafasnya kasar.
"Brian.. Jangan menatapnya seperti itu.."Ayumi memegangi lengan Brian
Brian seketika beralih menunduk dan melabuhkan ciuman dikening Ayumi. Ayumi sangat malu sekali dengan tingkah posesif suaminya itu.
"Dokter maaf ya.."Ucap Ayumi.
"Oh.. Tidak apa-apa Nona.."Balas Dokter Joy. dokter Joy beralih pada perawatnya. "Sudah siap ??" Tanyanya.
"Sudah dok.."balas perawat itu.
Ayumi dibantu Brian berbaring diranjang. Perawat nampak menyibakkan piyama tidur Ayumi hingga terlihat perut mulus Ayumi.
"Itu mau diapakan sus ?? Kenapa dibuka ??!!" tanya Brian tak terima.
Ayumi menepuk keningnya karna merasa malu sekali.
"Tuan. Kita akan melakukan USg, jadi Perut Nona harus kelihatan seperti ini. Tuan tidak perlu kawatir apapun."Balas perawat itu dengan tenang.
Nampak perawat itu mengolesi sesuatu diperut Ayumi. Dan dokter Joy langsung duduk ditempatnya.
__ADS_1
Brian yang posesif juga disisi Ayumi.
Sebuah alat dipakai dokter itu diperut Ayumi.dilayar monitor nampak sebuah gambar yang Brian sama sekali tidak tau itu apa. Namun tidak dengan Ayumi. Ia yang memang seorang perawat faham betul gambar janinnya.
"Sudah masuk usia 18 minggu ya Nona."Ucap Dokter Joy. Dengan masih menggeser alat itu disekitar perut Ayumi.
"Anakku sehat kan dok ??"tanya Ayumi.
"Iya Nona.. Dia berkembang dengan baik. Banyak-banyak makan sayur, buah dan Ikan ya Nona..Usia ini masih dalam proses pertumbuhan jadi gizi dan Vitaminnya harus terpenuhi dengan benar."terang sang dokter.
Ayumi begitu bahagia sekali sekaligus terharu, Ada satu nyawa didalam perutnya yang harus ia jaga.
"Usia ini masih rentan ya Nona, jadi jangan terlalu capek, apalagi sampao stres berlebihan."Tambah Dokter itu.
"Iya dokter.."Ayumi pun membalas. Ayumi beralih menatap Brian yang sejak tadi hanya diam, dan terus serius menatap layar monitor tanpa berkedip.
"Brian.."Panggil Ayumi seraya memegangi tangan Brian.
" Iya sayang.."Balas Brian tanpa menoleh.
"Kau.lihat apa ??" tanya Ayumi lagi.
"aku lihat anak kita" Balas Brian.
"Hey kau dokter !! Kau mau membohongi kami ?? Mana anakku ??!! Kenapa aku tidak bisa melihatnya ??"Brian mengalihkan menatap Dokter Joy penuh penekanan.
Ayumi kembali menepuk jidatnya, jadi suaminya yang seorang ketua mafia sama sekali tidak tau tentang alat USg
__ADS_1
.
.