Separuh Nyawaku

Separuh Nyawaku
Separuh nyawaku


__ADS_3

Ep 13


.


.


.


"Loh, Ayumi.. Kok Nak Brian tidak dibantuin ??" tegur pak Yusuf. Ayumj langsung tersadar dan berjalan mendekati meja makan.


"Maaf, aku sedikit terkejut. Maaf juga Ayah. Ayumi ketiduran sampai malam, Seharusnya Ayumi yang siapkan Makan malam."Tutur Ayumi dengan lembut


"Tidak apa Ayumi. Aku tau kau sangat lelah."Brian menanggapi.


Pak Yusuf hanya menerbitkan senyum saja. Hingga ia memilih langsung duduk. "wah, Brian.. Kau ternyata bisa memasak juga ya ??"


"Tidak pandai pak, Hanya bisa saja. Jika dulu saya ditinggal Mama dan papa saya, Saya sering memasak sendiri."Balas Brian dengan antusias.


"Memang mama dan papamu dimana ?? Maksudku tinggal dimana ??" ayumi tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu.


Brian menerbitkan senyum lebarnya dengan menatap Ayumi. "Sudah meninggal.".


"Benarkah ?? Maaf kalau begitu.."Ayumi sama sekali tidak menyangka.


Mereka kemudian melanjutkan acara makannya.


Namun kehangatan makan malam mereka harus terganggu dengan kedatangan Orang-orang Yang sangat Pak Yusuf kenali.


Mahendra terlihat berlari memasuki rumah Pak Yusuf dengan wajah kawatirnya. "Pak, Itu..diluar..aa..ada..tuan Vi..Virgoun."


"Apa ??" Ayumi pun terkejut.

__ADS_1


"Bersama anak buahnya ??" Tanya Pak Yusuf yang segera berdiri.


Mahendra terlihat mengangguk dengan cepat.


Pak yusuf hendak keluar, Namun ayumi segera mencegahnya. "Ayah.. Tuan Virgoun orang berbahaya."


"Memang dia siapa ??" Brian menambahi.


"Dia orangtua Torra. Pria yang tadi menghadang kita."balas Ayumi.


"Ketua gangster disini ??" Brian memastikan.


Ayumi menggangguk dengan cepat.


"Biar aku saja yang keluar."Brian beranjak dari duduknya.


"Brian. Kali ini anak buahnya banyak sekali.. Tapi memang kau yang dia cari." Ucap Mahendra.


"Apa maksudmu Hen ??!!" pak Yusuf begitu tak terima.


"Yusuf !!! Suruh keluar Pria asing itu !!! Atau aku hancurkan rumah makanmu !!!"


Brian mengepalkan kuat kedua tangannya. Ia pun segera berlari keluar. Ia tidak mau usaha orangnyang telah menolongnya harus rusak karna dirinya.


"Brian.."panggilan Ayumi sudah tak didengar Brian. Ia terlihat mempercepat larinya.


"Ayo kita ikut keluar.."Ajak pak Yusuf dan Ayumi nampak setuju. Mereka mengikuti Brian.


.


.

__ADS_1


Senyum penuh Hinaan terlihat jelas diwajah Virgoun kala melihat Brian keluar dari rumah Pak Yusuf.


Brian bisa melihat kawanan anggota Virgoun yang memang sangat banyak. Brian mengedar satu persatu, ia tidak boleh salah rencana, Mengingat siapa lawannya.


"Ada apa mencariku ??" Brian dengan berani memulai pertanyaan.


"Apa kau pria simpanan anaknya Yusuf ?? Kenapa kau tetap didaerah ini hah ??!!! Dan satu kesalahan fatalmu. Kenapa kau melukai putraku !!!" Virgoun menjawab dengan lantang.


"Ini hidupku. Dan kau tidak berhak memberitau apapun padamu. untuk putramu, Jika dia tidak mengganggu kami, kami juga tidak akan melukainya."Tutur Brian.


Seketika senyum diwajah Virgoun memudar. Tatapannya fokus pada Briannyang begitu tenang menjawab. "Bajingan tengik !! putraku hanya menjalankan tugasnya menariki pajak pada para pedagang didaerah ini !!!"


"Pajak ?? Kalian siapa ?? Pajak hanya dibayar setahun sekali !! Dan kalian memintanya setiap minggu. Menjijikkan !!"Brian menyeringai penuh hinaan.


"Kau terlalu banyak nyali !! Serang dia !!!" Perintah Virgoun.


Pak yusuf dan Ayumi semakin dibuat ketakutan dan kawatir. Anak buah Virgoun tak main-main, nereka sangatlah banyak.


"Waduh Ayum.. Bagaimana ini.. Tuan Virgoun marah.."Mahendra sangatlah ketakutan.


"Diamlah Hen.. Kau selalu gampang panik" sentak Ayumi.


"Kita minta bantuan siapa yah ?? Brian tidak akan mampu melawan mereka sebanyak itu.."Ayumi begitu kawatir.


"Ayah akan membantunya"balas pak Yusuf


"Ayah..jangan !!"Cegah Ayumi.


"Tapi Brian juga melindungi rumah makan kita nak.."Pak Yusuf terlihat frustasi. Ayumi bingung harus bagaimana..


Namun berbeda dengan Brian. Ia malah tersenyum lebar dan nampak tenang seraya menggulung kemeja yang ia kenakan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2