
Mentari kini sudah kembali menemani pagi, keysa perlahan membuka matanya, ia langsung melihat arlojinya
"Baru jam 07:20" Ucap Keysa beranjak turun dari ranjang keysa berjalan menuju kamar mandi, setelah siap keysa berjalan pelan menuruni anak tangga menuju meja makan
"Pagi tante" Ucap keysa dengan nada ringan sembari melangkah menuju meja makan untuk segera memulai pagi dengan sarapan yang sehat
"Pagi sayang, kuliah pagi ya?" Ucap Mimi sembari memberikan roti yang sudah di olesi selai beserta segelas susu untuk keponakan kesayangannya ini
Keysa hanya mengguk dengan malas, ia ada jadwal pagi hari ini, dan jujur saja memang kuliah pagi memang sedikit tak menyenangkan jika harus sudah berada di kampus di mana seharunya masih berada di waktu tidur
"Ni dosen ngasih kabarnya tiba Tiba-tiba,seharusnya jam segini key masih tidur nyenyak di kamar,dasar dosen semaunya mengubah jadwal" Ucap keysa mendengar kesal, oh iya tante udah rapi aja, mau kemana pagi pagi gini? " Ucap keysa dengan nada malas, seharunya ia hanya akan masuk saat jam sembilan nanti namun?, Siapa yang menyangka jadwal di tambah dengan sesuka hati dan mau tau mau ia harus ke kampus untuk mengikuti perkuliahan
"Tante mau ngumpul bareng teman dulu, hm ya udah tante pergi dulu da sayang, sampai ketemu di kafe biasa" Ucap Mimi dengan nada pelan, setelah mengelus pucuk kepala kponakan kesayanganya ini, ia segera bergerak meninggalkan Keysa yang masih berada di meja makan.
Setelah sarapan Keysa beranjak dari ruang makan menuju motor kesayangan nya, memutar gas motor menuju kampus yang terletak cukup jauh dari rumah nya
"Pagi" Sapa Kiki, Keysa baru saja memarkirkan motornya di parkiran kampus, pemberitahuan bahkan baru di katakan lagi ini, untung saja ia terjaga sebelumnya, jika tidak maka ia hanya akan mendapatkan masalah
"Pagi, tumben banget lu pagi pagi udah senang" Ucap Keysa dengan nada pelan, keduanya bahkan berjalan beriringan untuk menuju kelasnya
"Gue senang banget, karena besok bayu udah boleh pulang ke Indonesia, lu tau sendiri kan kalo gue ngak bisa lama lama pisah dari bayu" Ucap Kiki dengan wajah bahagia yang terlihat jelas di sana, Kiki memang gadis berhati baik, ia bahkan masih bersikeras mendamping Bayu meskipun ia tau jika Bayu bahkan tak pernah memiliki perasaan lain padanya, hanya sebatas Seoang sahabat tak lebih dari itu, namun?, Kiki bahkan tak perduli, ia akan merasa puas saat Bayu membiarkan dirinya untuk berada di dekatnya, ia merasa puas saat Bayu tak menjadi canggung
"Hmm ya udah ayo masuk bentar lagi kita ada jam sama pak Gio kan" Ucap Kiki dengan nada pelan, hari ini memang ada jadwal dosen menyebalkan itu, hal itu bahkan hanya membuat Keysa menghela nafas pelan dan memutar matanya dengan malas
"Hmm" gumam keysa dengan nada malas, keduanya kini sudah berada di depan kelas berjalan masuk, berjalan mendekati cimi dan keysa yang masih senantiasa membicarakan dosen julit yang menurut keysa tidak ada hal nyang menarik pada si dosen
"Key, lu tau ngak pak gio--"
"Gue ngak tau, dan ngak mau tau" Ucap keysa cepat, "heran gue sama lu semua, emang ada penting ya tau segalanya tentang tu dosen julit, kurang kerjaan ya" Ucap keysa dengan nada tak suka, bagai mana tidak?, Di pagi buta seperti ini ia masih harus mendengar segala ocehan mengenai si julit itu, apakah tak ada hal lain yang bisa di bicarakan?, Hal yang lebih berguna
"Ngak bisa key, itu kebutuhan kita tau ngak lu, dan lu ngak boleh gitu jadi laki lu baru tau rasa" Ucap Cimi dengan nada pelan, bagai manapun mereka adalah fans setia gio, bagai mana mungkin ia mengabaikan hal sekalipun tenteng gio
" Ngasal lu ci, kalo tu dosen jadi lakinya keysa, kita ngak ada kesempatan lagi dong" Ucap Tiara dengan nada pelan, hal yang ia katakan adalah kebenaran, jika si dosen idaman jatuh ke tangan Keysa maka mereka tak akan pernah memiliki kesempatan untuk mendekati si dosen lagi
"Selamat pagi" Ucap seorang dosen berjalan masuk senyuman kini mengembang indah di wajahnya, berbeda dengan saat bertemu atau menghukum keysa ia pasti memasang wajah yang sangat menyebalkan
"Makin hari makin ganteng aja pak jadi tambah sayang deh" Ucap cimi tersenyum
__ADS_1
'Sialan ni cimi, kayak ngak punya urat malu aja' Batinnya dengan nada malas ulah temannya ini
"Iya Pak, makin cinta deh ara" Ucap tiara tersenyum menggoda 'ni satu lagi, gatel banget sih, perasaan biasa biasa aja tuh' batinnya kesal dengan kenangan buruk terakhir kali keysa bertemu si dosen julit ini
"Kita lanjutin materi kemarin" Ucap Gio tersenyum
"Senyuman nya itu loh bikin meleleh" Ucap cimi lagi
"Bikin diabetes pak" Ucap Klara dengan penuh semangat, Kelas berjalan dengan tenang, setelah materi di mulai cimi dan teman lainya tidak ada lagi menggoda Gio, setelah waktu berlalu akhirnya jam kuliah berakhir juga, yap hari ini keysa hanya punya 2 mata kuliah jadi setelah ini ia akan menemui mimi di tempat yang udah di janjikan
Keysa berjalan menuju parkiran saat ini pikiran nya sedang kacau, pasalnya si Alex kini berani terang terangan mengatakan perasaan pada seluruh kampus, bahkan Alex mengakui keduanya sudah memiliki hubungan, ini sungguh menyebalkan menurut keysa, ia tak pernah menyukai Alex yang ber tempramen sangat buruk
"Ihhhh" Ucap keysa kesal menendang sebuah batu kerikil yang kini berada di depan nya
"Crangg" Suara pecahan kaca kini terdengar jelas di telinganya, ia tentu saja kaget saat sebuah mobil sport berwarna putih berhenti di depan key
"anda kembali membuat orang lain celaka dan mengalami kerugian" Ucap Gio yang baru saja turun dari mobilnya, ia bahkan masih menggunakan wajah yang begitu datar dan membuat Keysa menjadi kesal
"Lu ya cerewet amat jadi laki, berapa? " Menyilangkan tangan nya di dada arogan nya
"100 juta kaca mobil, anda juga menumpahkan minuman ke pakaian mahal saya dan mobil saya sudah penyok dua kali, trus kertas saya pada rusak, totalnya 500 juta" Ucap Gio dengan nada ringan
"Anda bisa menayangkan biayanya pada bengkel "ucap Gio lagi
Keysa mendengus kesal dan segera merogoh tas nya dan mengambil sebuah ATM dan menyerahkan nya pada Gio begitu saja, ia jelas tau sedari awal, jika mobil sport ini bahkan sangat mahal dan sialnya ia malah membuat mobil berharga ini terluka
" Ambil aja buat lo" Ucapnya dengan nada kesal dan setelahnya segera menyerahkan kartu ATMnya, hal yang bahkan tak pernah ia duga ialah gio yang bahkan dengan tak tau malu mengambilnya dan kembali ke mobil, mobil kini sudah melaju kencang di Jalan raya,
"Apes dah hidup gue" Ucap keysa kesal dan membawa motor nya keluar dari kampus.
1 minggu sudah berlalu
Hari hari ia masih berjalan seperti biasanya, keysa sudah tidak sering di hukum, di karenakan ia selalu tepat waktu, hari ini keysa masih menatap monitor pak Ibnu sedang menjelaskan materinya hingga akhirnya jam kuliah sudah berlalu, jam baru menunjukan angka 17:50, ia berjalan beriringan ke parkir bersama kiki
"Key"
" Hmm"
__ADS_1
"Kenapa lu?" Ucap Kiki mengejutkan keysa yang bahkan masih termenung seolah memikul beban yang bahkan amat sangat berat
"Ngak ada, hm ya udah gue duluan ya" Ucap keysa meninggalkan Kiki,
Motor melaju ke sebuah kafe,
"Hallo, pa, di mana" Ucap keysa menyambungkan telpon
"Di meja no 25,kmu sudah nyampe sayang? " Ucap Roby
"Key masih di depan" Ucap keysa berantakan masuk
"Papa" Ucap keysa memeluk papa nya
"Gimana kabar putri cantik papa" Ucap robi
"Key baik Pa, oh iya tumben papa ngajak ketemuan, kapan papa pulang dari Jerman? " Ucap keysa
"Hm papa cuma bentar kok sayang papa cuma mau ngenalin seseorang" Ucap Roby
"Calon mama baru ya? " Goda keysa, keysa senang karena papa nya akan mengenalkan nya dengan wanita, dan ini momen langka sejak 10 tahun keysa tak pernah melihat papa nya sebahagia ini
"Sorry, udah lama nunggu ya" Ucap seorang wanita cantik dan elegan di poles make up sederhana tapi terlihat sangat cocok di usianya , perempuan itu mendarat di bangku dengan mulus
"Malam tante" Ucap keysa, tersenyum setelah sekian lama akhirnya papa nya mendapat kebahagiaan nya
"Malam sayang, key kan? " Ucap wanita itu
"Iya Tante" Ucapnya sembari tersenyum dengan begitu manis
"Oh iya ini tante Dina sayang, calon mama kamu" Ucap Roby dengan anda ringan dan tak lupa dengan senyuman yang terpajang indah di wajah tuanya
"Key bahagia banget akhirnya key punya mama lagi" Ucap keysa tersenyum manis
Roby hanya tersenyum manis ke arah keysa yang nampak bahagia, Roby lega akhirnya semua berjalan dengan baik tampa ada halangan sedikit pun, ia tertegun saat seorang pemuda berhenti di dekat mejanya, tampa basa basi ia langsung duduk di kursi yang kosong berdampingan dengan keysa, senja baru saja berlalu tapi suasana malam terasa sangat dingin, di tambah lagi dengan AC yang memenuhi ruangan
"Mama" Ucapnya
__ADS_1
Keysa hanya diam tak berkomentar saat si pemuda yang kini berada di samping nya,
"Akhirnya kau datang juga, oh iya mama tak ingin berbasa-basi lagi, " Ucap dina, ia langsung ke inti permasalahan agar tak berbelit belit jujur saja setelah ini keduanya harus kembali ke Jerman untuk kembali bekerja.