Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Serangan Mila


__ADS_3

Jam kuliah telah usai Keysa berjalan pelan menuju parkiran, sesuai janji ia akan pergi makan siang bersama Vino, langkahnya terhenti saat seorang menghadang jalannya dan tampa aba aba melancarkan aksi


"Plakkk" Tangan itu mendarat di pipi mulus Keysa wajah Keysa memanas uh apa ini, Keysa mengedip kan matanya beberapa kali, belum mengerti dengan apa yang baru saja terjadi


"Jangan pernah permainkan saya, dan segera jauhi pak Gio kerena dia milik saya" Ucap perempuan itu menunjuk Keysa, Keysa meringis pelan sembari memegangi pipinya yang memanas karena tamparan dari mila


"Sialan" Ucap Keysa murka dan


"Plakkk, plak" Dua tamparan kini berhasil mendarat di kedua pipi Mila, ya ternyata perempuan yang mencegat Keysa adalah Mila dosen fakultas pemerintahan, dan Keysa tetaplah keysa, ia tak mungkin membiarkan seseorang merendahkannya, terlebih sebuah tamparan, ia bahkan tak pernah mendapatkan itu di sepanjang hidupnya, karena gadis ini berani memulai tentu saja ia harus berani bermain sampai akhir, Mila memegangi pipi nya yang memanas, darah sedar mengalir di bibirnya, Keysa hanya diam ia baru menyadari jika kini ia sudah menjadi tontonan, bagai mana tidak keributan itu terjadi di parkiran dan bisa di lihat oleh seluruh mahasiswa yang ada


"Kamu berani ya sama saya" Ucap Mila yang kini berniat kembali menampar Keysa namun sayangnya tidak tepat pada sasarannya, Mila meringis saat tangannya di genggam kuat oleh Keysa


"Key lu ngak papa kan" Ucap Cimi dan Kiki dengan begitu panik dan segera mendorong tubuh Mila hingga dosen muda itu terduduk di tanah, enatah sejak kapan keduanya berada di tengah tengah keramaian ini, tampa basa basi Cimi dan Kiki menghajar Mila, Saat pertarungan kian segit tiba tiba di hentikan oleh seorang pria dan membantu Mila untuk berdiri, Mila kini menagis dan bahkan menujukan wajah yang begitu menyedihkan


"Lain kali berfikir dua kali untuk cari masalah sama kita" Ucap Cimi menarik  tangan Keysa meninggalkan tempat itu, ke tiganya berjalan menuju kantin


"Bik es batunya" Ucap Cimi,


"Gue ngak papa kok" Ucap Keysa


"Baik apanya, lima jari udah nempel di sana" Ucap Kiki yang memulai sisi mengomelnya, kini pesanan sudah datang Cimi membantu keysa untuk Mengompres pipi nya

__ADS_1


"Au pelan pelan dong" Ucap Keysa meringis pelan, karena jujur saja ini memang cukup perih


"Ini udah pelan, bisa bisanya Lo cuma diam waktu di tampar sama tu ibuk cabe" Ucap Cimi


"Tenaga tu cewek lumayan juga ya" Ucap Keysa tersenyum kecil,


"Pipi lu knpa key?" Ucap Tiara yang baru saja bergabung dengan teman temannya


"Ngak papa, dari mana aja lu kok baru nongol?" Ucap Cimi yang kini menyesap minuman dingin nya, ternyata menghajar  mila butuh tenaga yang cukup besar, agar tu dosen kapok


"Hehhe gue tadi, hmm, oh iya gue hampir lupa, itu kalian di panggil dekan tuh, gue tinggal benar aja kalian malah duluan aja " Ucap Tiara dengan nada pelan sembari menyesap minumannya


"Emang kalian habis ngapain sih?" Ucap Tiara lagi


"Hmm ya udah mendingan kita segera ke sana" Ucap Kiki dan di angguki oleh keduanya


"Lu ngak ikut Ra?" Ucap Cimi, Tiara hanya menggelengkan kepalanya


Ke tiga nya berjalan menuju ruang dekan yang terletak cukup jauh dari kantin, setelah sampai kesya dan ke 2 temannya langsung menemui dekan di ruangan nya, perlahan keysa m ngetok pintu


"Masuk" Terdengar sahutan dari dalam ruangan, dan tentu saja si dekan yang menyuruhnya masuk, kejadian di parkir benar benar memalukan, ini akan merusak citra sekolah kota

__ADS_1


"Permisi pak" Ucap Keysa masuk dengan begitu tenang, toh ia tak melakukan apapun dan ia hanya membela diri, di sana sudah ada Mila yang terlihat menyedihkan dan Gio si dosen kutub yang dengan begitu setia menemani kekasih terang benderang nya itu


"Duduk" Ucap si dekan dan keysa tentu saja hanya perlu melakukan apa yang di perintahkan, keysa Diam sejenak, sang dekan menarik nafas pelan


"Menurut penjelasan ibu Mila kamu telah sengaja, menganiaya buk Mila, dan bapak harap kamu bertanggung jawab dan segera minta maaf pada buk Mila" Ucap sang dosen, kening keysa mengerut, ia terlihat kesal


Keysa masih diam dengan fikirannya


"Maaf Pak, tapi di sini yang salah adalah buk mila, buk Mila tiba tiba menampar Keysa, semuanya juga liat " Ucap Cimi cepat, dan Di sisi lain Mila memasang wajah teraniayaa nya,


"Bapak harap kalian mengakui kesalahan kalian, bapak harap kalian bisa bersikap dewasa" Ucap sang dekan dengan nada pelan, ia di letakan dalam posisi sulit saat ini, ia jelas tak bisa begitu keras terhadap Keysa, karena sampai saat ini keluarga Wijaya lah yang menjadi donatur terbesar di kampus ini, namun?, jika di biarkan ini akan sangat tidak adil untuk dosen muda nan malang ini


"Maaf Pak, saya tidak bisa mengakui kesalahan yang jelas jelas bukan kesalahan saya, saya bukan seorang yang bersembunyi di balik ke polosan, saya akan mengakui kesalahan yang saya buat, namun saat ini merasa tidak berbuat kesalahan apa apa dan saya tidak perlu meminta maaf atas kesalahan yang tidak saya perbuat" Ucap dengan anda ringan, ia tak melakukanya, mengapa harus meminta maaf


"Saya harap kamu jangan meletakan bapak dalam posisi sulit" Ucap sang dekan, menghela nafas pelan,


Keysa mendengus kesal, "bapak hanya mendengar satu asumsi yang belum jelas benar atau tidaknya, lebih baik bapak bertanya sendiri apa yang  membuat ibu Mila tiba tiba menghalang jalan saya dan apakah bapak tak mendengar jika beberapa waktu lalu buk Mila juga menyerang Laura hanya karena perasan pribadinya, sangat memalukan dan sangat tak profesional saya bukan Laura yang memiliki nyali kecil tapi bermulut besar, oh iya, saya hampir lupa, ibuk tidak usah khawatir, saya rasa saya masih cukup populer di kampus ini, dan laki laki di samping ibuk bukan lah tipe saya, masih memiliki banyak pria yang menganggur dan mendambakan saya, jika saya benar benar ingin bersaing, apakah ibuk yakin ibuk bisa menang dari saya?, ham sepertinya ibuk tak mencukupi syarat untuk bersaing dengan saya" Ucap keysa dengan ringan dan setelahnya segera meninggalkan ruangan, ia tak perlu menjelaskan dan mengatakan apapun, jika ada yang percaya maka syukur jika tidak keysa tak ambil pusing


"Key, lu ngak PaPa kan?, tadi gue dengar lo ribut? " Ucap seorang pria muda menghampiri keysa di taman kampus


"Ngak papa kok, bang" Ucap Keysa sembari menunjukan senyumannya

__ADS_1


"Pipi lo merah gitu, kita ke rumah sakit dulu" Ucap sang pria yang tak lain adalah Vino


"Ngak papa bang, gue mau cepat cepat balik, gue duluan ya" Ucap Keysa menghidupkan mesin motornya


__ADS_2