Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Itu Namanya Takdir


__ADS_3

Tak butuh waktu lama ia bahkan sudah sampai di kampus, dan seperti biasa Cimi dan yang lain sedang berada di parkiran, memarkirkan kendaraan sembari menunggu teman teman agar dapat berangkat ke kelas bersama


"Pagi" Keysa menyapa teman temanya dengan senyuman lebar


"Pagi juga, tumben ke kampus bawa mobil motor Lo kemana?" Tanya Kiki pelan, ia jelas tau jika Keysa adalah orang yang sangat suka mengendarai motor, ia tak suka mengendarai mobil dengan alasan macet, dan ada apa dengan kali ini


"Ah, motor gue masih di bengkel, di balikin, udah lama juga kan ngak di kasih jajan" Keysa hanya terkekeh pelan sembari


"Gitu Toh" Kiki hanya mengangguk anggukan kepalanya


"Kemaren kemaren aja lo cemberut kayak anak ayam nelan biji kedondong eh  sekarang malah senyum senyum sendiri, mana kayak semangat banget lagi" Ucap Tiara dengan nada pelan, semua tentu saja dapat melihat perubahan wajah Keysa, meskipun Keysa berusaha menyembunyikannya namun mereka salah orang yang selalu berada di dekat Keysa


"Bener banget tu, kemarin kemarin aja wajahnya gelap benget kayak langit di musim ujan, eh sekarang malah berseri gini, ada yang kelihatan bahagia banget ni" Ucap Cimi dengan senyuman kecil, setelah ribut selama satu minggu ini jelas saja ia merasa sedikit muak dengan pura puraan Keysa, melihat Keysa yang kembali seperti dulu membuatnya menjadi lega


"Heheh, ya ngak mungkin dong gue kesel terus, pasti ada baikannya juga kali, Lo kira gue apaan marah terus" Keysa bahkan menyengir menanggapi celotehan teman temanya,


"Gue lega ngeliatnya" Kiki berucap dengan nada pelan, Keysa begitu keras kepala, dan bahkan ia tak mengatakan apapun yang membuatnya menjadi murung di hari lalu, sebagai teman ia tentu saja cemas, namun ia tak memiliki hak untuk bertanya, Keysa memiliki waktu privasinya sendiri, dan ia tak ingin melewati batasan itu, ia hanya perlu menjadi teman yang akan selalu ada saat Keysa membutuhkannya dan selalu mendukung segala keputusan yang Keysa buat


Seorang pria berjalan mendekati ketiga gadis cantik itu, dan tentu saja langsung menyapanya, wajah tampan dan ramah, cukup mendukungnya kali ini


"Pagi" ia berucap dengan mengalun merdu, nada nan benar benar enak di dengar telinga


"Eh, Lo, si Rojali?, Beneran Lo?, ngapain Lo di sini?, Lo ngak salah kampus kan?, Lo ngak lagi nyasar kan?, Atau Lo lagi ngigau  sampe salah kampus gini" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia bahkan tak pernah tau kapan mahluk ini datang

__ADS_1


"Gue?, Ngak tuh, emang beneran di sini, gue sadar dan waras bengt, ngak kepentok pintu juga batu" Si pria bernama Rojali itu menyengir dengan pelan


"Gue ngak percaya kalo pala Lo kejedot, kayaknya Lo sedang ilang ingatan deh" Ucap Cimi dengan nada mengejek, dan hanya mendapat anggukan dari Tiara sebagai pendukung


"Ya jangan segitunya juga kali respon kalian, kayak gue orang yang berdosa banget tau ngak"


"Lo emang banyak dosanya Rojali" Cimi mengucap dengan nada mengejek


"Gue udah pindah ke sini, dan gue juga di fakultas sama dengan kalian, kalian pasti seneng banget kan ada gue di sini, gue juga senag banget bisa gabung sama kalian" Rojali tersenyum lebar menujukan deretan gigi putih yang menghiasi wajah tampannya


"Narsis amat lo" Ucap Keysa dengan nada malas


"Eh, tapi beneran Lo Rojali?, Lo ngak lagi ngibulin kita kan?" Ucap Cimi memastikan


"Kan udah hampir kelar, mana boleh Lo pindah pindah gitu" Ucap Cimi dengan nada pelan, bagai manapun saat ini mereka sudah berada di awal semester 6 jelas saja akan sangat merepotkan jika harus mengulang pelajaran di semester bawah


"Boleh, asal ada pintu belakangnya, di dunia ini sih yang ngak ada pintu belakang, kalo tau pintu belakang yang ngak mungkin bisa terjadi" Ucap Rojali dengan nada pelan, memang sedikit merepotkan, namun ia bukan orang sembarangan, dan ia tak masalah jika harus repot asal bersama Keysa dan menjadi teman keysa ia sudah puas


"Kalo ngomongin masalah pintu belakang ya gue angkat tangan aja deh, gue ngak mau ikut ikutan, bahaya" Ucap Cimi dengan anda malas, benar yang di katakan Rojali, di dunia ini semua hal memiliki celahnya sendiri, asal memiliki koneksi maka dengan mudah masuk dan bergabung


"Yaudah, nungguin apa yuk masuk kelas" Ucap Kiki dengan nada pelan, semua sudah di sini kan?, Kiki, Cimi dan Tiara


"Lo ngak lagi ngintilin gue kan" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia bukan sedang kePDan tapi akan lebih baik mencegah bukan

__ADS_1


"Ngak lah key, gue ngak punya niat buruk apapun sama Lo, sekarang kita semua udah jadi teman, wajar dong gue cuma ngajak Lo pada ke atas bareng, lagian apa salahnya coba" Ucap Rojali dengan senyuman santai,


"Beneran ni ya, gue males banget main trik tirik kan, jadi kalo Lo punya niat buruk ke gue batalin aja, gue males banget, ngeladenin Lo"


"Lo kejam amat sih key, gue pastiin dan gue janji, ngak ada niat apapun gue pindah kampus karena kemauan gue sendiri ngak ada sangkut pautnya sama Lo"


"Syukur deh kalo gitu" Ucapnya dengan nada pelan, ia ikut senang, setidaknya Rojali tak lagi memiliki obsesi atas dirinya, Keysa mengetahui dengan begitu jelas jika orang orang yang mengaku mencintainya hanyalah sebuah kebohongan, para lelaki itu hanya tak ingin bersaing demi harga diri masing masih dan pada akhirnya ia lah yang di jadikan sebagai lelucon, ia sudah menjalani permainan seperti ini sedari muda


"Hm, yaudah, yuk naik" Ucap Kiki dengan nada pelan


"Oh iya, karena hari ini gue baru, jadi gue bakal traktir Lo pada" Ucap Rojali dengan nada pelan


"Nah, gitu tu yang gue demen" Ucap Keysa dengan nada semangat, dan setelahnya mereka segera bergerak menuju kelas, yang berada Kiki di antara mereka hanya memilih diam, karena ia memang tak memiliki hal yang perlu di bicarakan pada ketua geng rajawali ini


"Ok yuk, kelas Lo pada di mana?, Kalo gue?" Ucap Rojali melihat sebuah di hpnya


"Ah, gue di kelas 25, Lo pada?"


"Lo beneran ngak ngikutin kita kan jal?, 25 kan kelas kita"


"Iya"


"Kok kebetulan amat?"

__ADS_1


"Itu namanya takdir, siapa yang nyangka kalo gue seberuntung ini pas baru masuk" Ucap Rojali sembari tersenyum konyol, dan setelahnya masuk ke kelas dan duduk di bangku yang kosong, dan setelahnya proses belajar di mulai dengan tenang


__ADS_2