Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Keysa Kesal


__ADS_3

Keysa dan Kiki berjalan beriringan menyusuri koridor kampus, jam dengan pak hafiz baru saja selesai beberapa waktu lalu dan saat ini keysa berniat untuk ke ruangan suami kutubnya, dan tentu saja untuk mengumpulkan tugas yang di berikan oleh mahluk menyebalkan itu, dan saat ini keduanya berjalan menuju ruangan dosen kutub dan merangkap sebagain dosen idola kampus, Keysa dan Kiki berhenti di depan pintu berwarna coklat dan yah itulah ruangan milik si kutub, dan saat sudah berada di depan pintu tentu saja mereka harus segera mengetuk


"Masuk" Terdengar suara berat dari dalam ruangan, dan ia jelas tau jika mahluk di dalam sana ialah si mahluk kutub menyebalkan itu, Keysa menghela nafas pelan dan dengan malas meraih gang pintu, dalam sekejap pintu sudah terbuka dengan lebar,


"Gue tunggu di luar aja ya" Ucap Kiki dengan nada pelan, Keysa bahkan hanya menghela nafas pelan sembari menggukan kepalanya dan setelahnya melangkah pelan untuk memasuki ruangan si kutub yang bahkan masih begitu setia dengan laptop dan pekerjaannya


"Tugas saya" Ucap Keysa dengan nada pelan sembari mengulurkan tugasnya, tatapan acuh dan malas itu tentu saja terlihat dengan kentra di wajah cantik seorang Keysa, melihat ini Gio bahkan hanya bisa mengerutkan keningnya


"Saya tidak mentoleransi mahasiswa yang tidak di siapin, bukankah saya sudah mengatakan jika saya tidak suka keterlambatan" Ucapnya sembari menatap Keysa sekilas dan setelahnya tentu saja seperti biasa mengembalikan tugas Keysa dengan begitu kejam, tugas yang ia buat dengan usaha keras seketika tak berguna di hadapan mahluk kutub ini, tugas yang ia buat dengan penuh perjuangan bahkan sama sekali tak di hargai oleh pria menyebalkan yang sialnya adalah suaminya sendiri


"Buatkan yang baru, dengan pembahasan dan penyelesaian yang berbeda" Ucap Gio lagi, mendengar ini tentu saja ia tak terima, ia hanya menghela nafas dengan penuh kesal, apakah ia fikir Keysa mau terlambat?, Ia fikir Keysa sangat menyukai tugas tugas ini membosankan ini?, apakah Keysa sesuka itu hingga memintanya terus dan menerus?, tidak kan?, namun, sekesal apapun Keysa saat ini ia harus menahan diri, ia harus mengendalikan dirinya, ada Kiki yang berada luar jika terjadi keributan maka kiki akan mendengarnya dan ini tak baik, ia tak ingin rahasianya terbongkar, namun entah lah, siapa yang dapat menjamin saat seseorang kehilangan kesabarannya

__ADS_1


"Ta--" Belum sempat Keysa protes Gio sudah menyela senak jidatnya


"Keluar" Ucapnya dengan nada yang bahkan begitu dingin, hal ini jelas saja membuat Keysa menjadi semakin emosi, hal yang bahkan ia tahan sekuat tenaga sudah meledak, kemarahan akan menghampiri mahluk kutub menyebalkan ini, lihat saja


"Gue ngumpulnya telat juga karena lo, lu yang ngak profesional, Lu yang ngak punya etika saat berada di kampus dan menjadi seorang dosen, tau diri dikit kenapa sih?, jadi manusia dikit ngak bikin Lo mati, ngak bikin harga diri lo melorot pak, lo pikir gue suka banget sama tugas tugas ini?, Lu fikir gue seneng banget bolak balik ruangan ini terus menerus hah?, Lo fikir Lo yang begini keren?, semua kesalahan itu dari Lo sendiri pak kalo bukan Lo yang ceroboh gue udah ngumpulin tugas ini sedari tadi, gue udah ngumpul ni tugas dan udah kelar berhadapan sama lo, tapi?, Lo nya yang bodoh, udah salah ngak ngaku lagi, lain kali kalo mau mesraan jangan di kampus, pesan hotel sono mau ngapain aja terserah di lu, jangan bikin orang lain susah dan jadi ngak enak" Ucap Keysa dengan nada kesal dan tentu saja sesegera mungkin bergerak untuk meninggalkan ruangan Gio, huh untung saja Kiki di luar dan untungnya ruangan ini kedap suara, setidaknya ia hanya akan tau jika seorang Keysa sedang memarahi si dosen kutub, dan mengenai masalahnya ia yakin Kiki tak akan tau


"Lu kenapa key?, Muka Lo asam gitu balik dari ruangan pak ganteng" Ucap Kiki dengan nada tanya, sebelumnya Keysa bahkan keluar ia membanting pintu dengan kasar, dan bahkan Tampa berperasaan menarik pergelangan tangan keysa untuk segera menuju lift dan meninggalkan lantai ini


"Iya, tu anak, ngak nyangka udah main kawin aja" Ucap Kiki mendekati motornya, ini adalah yang terakhir, setelah menemani Keysa mengantar tugas maka mereka sudah bisa pulang atau bahkan melakukan aktivitas masing masing, jam kuliah sudah selesai dan mereka memiliki waktu bebas


"Habis ini lu mau ke mana?, jalan jalan?, atau mau nongkrong dulu" Ucap Kiki pelan sembari memakai helemnya

__ADS_1


"Balik, gue capek mau istirahat dulu, gue harus ngumpulin tenaga buat menghadapi kehidupan yang memusingkan ini" Ucap Keysa pelan


"Ya udah kalo gitu, Lo balik aja, Lo juga keliatan capek banget, kayak punya utang se gunung aja tau ngak, yaudah gue duluan yah sampe ketemu nanti malam" Ucap Kiki pelan setelahnya menghidupkan motor dan tentu saja segera memutar gas motor nya untuk segera bergerak meninggalkan pekarangan kampus.


Motor sport berwarna merah itu kini bahkan sudah melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi, Keysa ingin segera cepat sampai di rumah dan segera beristirahat ia benar benar lelah dan ia hanya ingin menghabiskan hari dengan tidur dan tidur agar nanti malam dapat terbangun dengan Fresh, hari ini ia bahkan sudah berkerja keras untuk membuat tugas yang seenaknya di tolak oleh mahluk paling menyebalkan yang merangkap suaminya itu, belum lagi otaknya yang rasanya mau pecah Akibat tugas yang datang tiada hentinya, ia merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk, matanya bahkan sudah hampir terpejam, ia benar benar lelah dan sangat mendambakan istirahat, dan benar saja tak berselang lama akhirnya keysa sudah benar benar terlelap, hari yang begitu melelahkan dan cerita yang bahkan sungguh menyebalkan yang pernah ia jalani selama hidupnya.


"Huh, lama lama gue bisa gila" Ucap Keysa pada keheningan, ia sudah sampai di rumah dan sudah memarkirkan motornya di garasi, dan setelahnya tentu saja bergerak menuju kamar


"Idup idup, bisa bisanya gue ke bagian kehidupan beginian, bayangin aja yah, gue harus nikah muda, dan parahnya gue harus nikah sama manusia yang ngak ada sisi kemanusiaannya sedikit pun, gue beneran bisa mati muda ni lama lama" Ucap Keysa pada pantulan dirinya di depan kaca, huh, lagi lagi ia menghela nafas pelan dan memilih untuk melanjutkan acara bersih bersihnya agar dapat beristirahat dengan nyaman nantinya,


"Udah lah, sampe mana sanggupnya, kalo udah mati ya berarti udah kelar, dan gue ngak perlu pusing mikirin hal yang bahkan kagak penting sama sekali" Ucap Keysa pelan, dan dalam beberapa saat Keysa ia menyelesaikan acara bersih bersihnya, ia berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan pelan

__ADS_1


"Selamat tidur otak, selamat beristirahat, semangat, gue yakin Lo pasti bisa" Ucapnya dan bahkan hanya di balas dengan keheningan namun ia tak perduli dan melanjutkan acara tidurnya


__ADS_2