Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Bayu di kroyok


__ADS_3

Mentari kini kembali menyapa pengantin baru yang baru barang itu, Gio perlahan membukakan matanya saat hawa panas terasa di pipinya akibat sinar matahari yang menyusul masuk dari sela sela tirai, Gio beranjak duduk, setelah nyawa terkumpul sepenuhnya Gio berjalan pelan menuju kamar mandi.


"La la la" Gio memulai ritual mandinya dengan bersenandung ria di dalam sana, sela waktu beberapa menit Gio sudah menyelesaikan ritualnya, dengan di Balut handuk sepinggang Gio berjalan menuju lemari mencari pakaian yang cocok untuk nya.


"Gue ganteng juga ya kalo di lihat liah" Ucap Gio tersenyum di depan cermin, Gio mamang terlihat tampan dengan balutan jas berwarna putih dengan celana senada di tambah lagi rambutnya yang di tata dengan sangat rapi, ia memulai pagi dengan ceria. Gio beranjak menuruni anak tangga, rumah masih terlihat sepi, ia berjalan menuju garasi hari ini ia ada kelas pagi dan akan pulang sekitar jam 09 atau 10 han, Mobil putih itu melaju kencang di jalan raya.


Suasana pagi berlalu begitu saja, setelah selesai mengajar Gio memilih untuk pulang kerumah, tak butuh waktu lama ia sampai dengan Tampa kendala, setelah mobil di garasi ia turun dari mobil dan melangkah masuk, rumah masih terlihat sepi seperti tak ada kehidupan lain,


"Key, keysa" Ucapnya sembari mencari cari keberadaan keysa ke seluruh sudut ruangan


"Tu anak mungkin belum bangun" Ucap Gio berjalan menaiki tangga, Gio masih melirik pintu kamar keysa yang terletak di sebelah kamarnya, ia menghela nafas pelan dan perlahan mengetok ngetok pintu kamar keysa.


"Kesya asmiranda Wijaya" Ucap Gio mengetok ngetok pintu


"Apan sih bapak, ribut pagi pagi buta gini" Ucap keysa dengan suara serak dan beranjak membuka pintu mencari tau siapakah pelaku penggedor yang sudah menganggu tidur cantiknya


"Pagi?, tuh lihat jam udah siang, dan satu lagi, saya bukan bapak kamu" Ucap Gio dengan formal, Keysa hanya bergumam kecil dan beranjak duduk di sebuah kursi yang di letakan di depan kamarnya


"Mau kemana lu, udah rapi gini?" Ucap keysa mengucek ngucek matanya saat


"Kamu pulang jam berapa semalam?"Ucap Gio menyandarkan diri di dinding


"Bukan urusan lu pak, mendingan lu urusin urusan lu" Ucap Keysa yang kini menyibukkan diri dengan gamesnya


"Ingat sekarang kamu bukan bocah kecil lagi, bersikap lebih dewasa" Ucap Gio dan berjalan menuju kamarnya ia, menjalani kehidupan tampa cinta memang sedikit sulit, belum lagi denganĀ  sikap keysa yang aneh dan keras kepala


Keysa memenangkan bahu dan masuk ke kamar untuk segera mandi


'Ting' pertanda sebuah pesan baru saja masuk, keysa mengambil ponsel nya yang berada di dekat ranjangnya, keysa meraih ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk


"Tiara? "


Tiara


Gue kesal banget ni lu mau dengerin cerita gue ngak?


^^^Keysa^^^


^^^Si cimi mana, tumben lu curhat sama gue^^^


^^^.^^^


^^^Tiara^^^


^^^Si cimi lagi sibuk, lu dengerin cerita gue ya, gue sedih banget ni^^^


^^^Tiara^^^


^^^Tadi gue ke kafe dekat kampus, dan lu tau apa yang gue liat?, Gue liat si pak ganteng makan berdua sama buk mila mana kayaknya senang banget lagi.^^^

__ADS_1


^^^Memang ngak ada kesempatan^^^


Lagi buat gue sama pak ganteng


Tiara mengeluarkan emot icon sedih nya (😭😭)


'Idih kayak ngak ada hal yang lain aja di bahas' Batin keysa


^^^Tiara^^^


^^^Key lu dengerin gue kan^^^


^^^Key^^^


^^^Key^^^


^^^Key^^^


Keysa


Hm, gue mau dulu lu cerita sama kiki aja yah cimi, gue sibuk


Keysa menarik nafas pelan membuang hp nya di ranjang dan beranjak duduk di depan meja hias, memoles wajahnya dengan makeup natural namun tetap cantik di wajah keysa, setelah merasa siap keysa berjalan pelan menuju motornya


"Mau kemana?" Ucap Gio, yang juga berjalan menuju mobil dengan pakaian formalnya


"Napa lu liatin gue gitu?" Ucap keysa menaikan satu alis nya


"jangan kemalaman" Ucap Gio membuka pintu mobilnya


"Lu siapa ngatur ngatur hidup gue" Ucap Keysa yang membuat gio menghentikan kegiatannya


"Jangan lupa, saya adalah suami kamu, dan sudah di akui agama maupun negara" Ucap Gio datar dan setelahnya segera masuk ke mobil dan meninggalkan pekarangan rumah, sedangkan keysa mendengus kesal dan meninggalkan rumah, yah tentu saja bersama motor kesayanganya


"Ngak kuliah lu?" Ucap Cimoy duduk di samping keysa,


"Kan gue kuliah cuma sampe kamis, dasar pikun lu kiting" Ucap a


"Galak amat lagi PMS lu ya?" Ucap cimoy


"Pms pala lu, lu kali yang PMS" Ucap keysa meneguk minuman kaleng di hadapan nya


"Gue mah laki" Ucap Cimoy duduk di hadapan keysa


"Tau ah, ngomong ngomong yang lain pada kemana?" Ucap keysa


"Gue di sini" Ucap Cleo berjalan mendekati keysa dan cimoy


"Lu napa key, cemberut aja" Ucap Cleo ikut duduk

__ADS_1


"Ngk PP, oh iya si rajawali ngak bikin masalah lagi kan,?" Ucap keysa


"Ngak kok," Ucap Cleo


"Syukur deh" Ketiganya mengobrol dan terkadang tertawa ringan, teman segengnya mulai berdatangan dan akhirnya mood keysa kembali membaik, setelah melihat tingkah si kriting cimoy. Tawanya terhenti saat ponsel keysa berdering, keysa merogoh saku celana, kiki nama itulah yang terlihat di layar ponsel keysa segera menyambungkan telpon


"Hallo, lu dimana ki? " Ucap keysa


"Key mendingan lu cepat kesini, si bayu di keroyok " Ucap kiki terdengar panik


"Sialan,Lu di mana? " Ucap keysa berdiri


"Jalan cempaka"


"Lu tunggu gue y" Ucap keysa mematikan telepon nya


"Cimoy, Cleo lu ikut ke jalan cempaka ngak" Ucap keysa berjalan menuju motor nya


"Kenapa?" Ucap cimoy terlihat bingung


"Si bayu di keroyok lagi" Ucap keysa memasang helem nya dan memutar gas motor nya menuju jalan cempaka, cleo dan cimoy bergerak cepat mengikuti keysa.


Keysa menghentikan motornya saat terlihat keributan tak jauh darinya, dengan cepat keysa masuk dalam perkelahian itu, ini adalah pertarungan yang tidak seimbang bayu di keroyok oleh 20 orang berbadan besar menggunakan jaket kulit hitam dan wajah mereka yang terlihat menyeramkan


"Bay" Ucap Kiki menepuk nepuk pelan pipi bayu yang kini jatuh pingsan, mukanya penuh dengan tanda memar akibat para penyerang itu, keysa tambah kesal keysa menyerang mereka secara membabi buta, enak saja mereka mengajarĀ  teman nya, semuanya pasti akan mendapatkan balasan yang lebih dari yang kalian lakukan, Cleo dan Cimoy yang baru sampai pun ikut menghajar preman itu, Tak butuh waktu lama akhirnya mereka dapat melumpuhkan penyerang itu, semua lari pontang panting dan keysa hanya menatap nya dengan senyuman sinis terukir di wajahnya


"Ambulans udah di telpon belum?" Ucap Keysa mendekati Kiki yang sedang menangis


"Lu tenang ya, bayu ngak papa" Ucap Keysa memeluk Kiki yang nampak syok atas kejadian ini,


Ambulans datang dan bayu segera di berikan penanganan utama kiki ikut masuk ambulans untuk menjaga bayu, Keysa bersama teman temannya mengiringi ambulan,


"Maafin gue bay" Ucap kiki menggenggam erat tangan bayu yang tak sadarkan diri .


Sela waktu beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit, dokter langsung menangani Bayu dengan begitu sigap


"Lu tenang ya, gue yakin bayu kuat" Ucap keysa memeluk tubuh kiki,


"Ini salah gue key, coba aja gue ngak nolak Boby pasti ini ngak bakalan terjadi" Ucap kiki


"Bukan salah lu ki, cinta ngak bisa di paksaiin, dan soal Boby biar gue yang urus" Ucap keysa mengelus pelan rambut sahabatnya


"Ngak ngak lu ngak boleh nemuin Boby gue takut lu kenapa napa" Ucap kiki "lu ngak boleh pergi" Ucap kiki mempererat pelukan nya


"Ya udah gue ngak bakalan nemuin tu curut ******, lu tenang ya" Ucap keysa yang di balas dengan anggukan oleh kiki, keysa melepaskan pelukan yang dan menyodorkan minuman untuk kiki


"Biar lu tenang" Ucap Keysa tersenyum, kiki menepis air matanya


"Terimakasih" Ucap Kiki pelan di sela isaknya, tak butuh waktu lama bayu sudah berada di rumah sakit dan segera di tangani dengan tepat, keysa masih berusaha menenangkan kiki, sedangkan cimoy dan Cleo pergi memberi pelajaran pada boby yang sok berkuasa itu,

__ADS_1


__ADS_2