Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Panggilan Sayang


__ADS_3

Mentari pagi kembali bersinar di langit jakarta, semua masih tetap sama, jakarta masih tetap kekeh dengan kepadatanya jakarta masih lah tempat yang penuh akan polusi, di sebuah rumah mewah keysa mengeliat pelan, tidurnya terganggu dengan rasa tak nyaman, tubuhnya terasa begitu panas dan?, sesak, seolah sedang di tindih oleh beban berat


"Ugh" Ucap keysa membuka matanya perlahan, ia memegangi kepalanya yang terasa begitu pusing, ia mabuk semalam dan setelahnya ia tak mengingat apapun lagi, ia menjergit saat melihat di sekelilingnya, ini jelas bukan kamar milik Cimi, ia ia sangat tau bagai mana kamar Cimi, namun kamar ini lebih mirip seperti kamar si kutub?, Hah?, Si kutub?, matanya membulat dengan sempurna saat menyadari seseorang yang berada di sampingnya, dan, dan tubuhnya?, Ia menyelinap ke bawah selimut untuk memastikan pemikiran konyolnya itu dan


"Aaaaa"


"Gebrak" Tubuh  gio seketika berpindah ke lantai  nan dingin, Keysa menarik selimutnya dan menatap Gio dengan tatapan horor


"Apa yang Lo lakuin ke gue?, Lo manfaatin gue" Ucap Keysa dengan nada keras, penemuan pagi ini benar benar membuat nya ketakutan, ia bahkan tak pernah berfikir hingga ke tahap ini


"Agh, kamu nendang saya keras banget, lagian apa kamu lupa yang kamu lakuin semalam?" Ucap Gio dengan nada pelan, hal ini membuat Keysa terdiam sejenak dan seketika sekelebat bayangan itu datang, bayangan saat ia memaksakan sebuah ciuman ke gio dan bahkan ia, ia memaksa Gio melakukan itu,


"Ah?" Ucap Keysa dengan penuh rasa malu, ia bahkan tak menyangka jika ia bisa melakukan kebodohan ini, semalam, semalam ia suah melakukan itu bersama Gio


"Kenapa?, Buru buru?" Ucap Gio dengan nada pelan, semalam keduanya bahkan baru saja saling mengakui perasaan mereka, dan bahkan setelah hampir satu tahun Meraka baru menyempurnakan pernikahan mereka, penyempurnaan yang benar benar terlambat, tapi tak masalah, asalkan itu Keysa Gio sanggup menunggu meskipun dalam jangka waktu lama, karena ia sudah bertekad untuk  mencintai gadis kecil yang keras kepala ini


"Gue ada jam kuliah pagi ini, Ahg kok  gue jadi lupa gini" Ucap Keysa dengan nada kesal, hal ini jelas ia lakukan untuk mencari alasan meninggalkan Gio, ini benar benar memalukan, ia bahkan sudah tak memiliki muka lagi untuk menghadapi Gio, ia segera bangkit namun bahkan segera di tarik kembali oleh Gio, hal ini membuat Keysa kembali terjatuh ke ranjang, dan tentu saja Gio tak akan melepaskan kesempatan, ia mengunci Keysa dengan sebuah pelukan hangat


"Tidak perlu terburu buru, toh pengajarnya masih di sini, masih meluk kamu dengan erat, dan ngak usah malu, kita udah menikah sedari lama, dan hal seperti ini memang hal yang wajar bukan untuk pasangan suami istri" Bisik Gio dengan nada nan begitu pelan, yah dia memang memiliki jam mengajar di kelas Keysa hari ini,


"Lo ngambil ke untungan dari gue pak" Ucap Keysa dengan nada kesal


"Kamu yang memaksa saya, huh, malangnya nasib saya, bahkan di fitnah setelah ia menikmati saya" Ucap Gio menghela nafas dengan pelan


"Ngak suah sok teraniaya deh Lo, Lo juga yang nikmatin, udah lepasin gue, gue mau mandi dan siap siap ke kampus" Ucap Keysa dengan nada malas


"Ngak suah buru buru, toh saya masih di sini" Ucap Gio dengan nada nan begitu lembut


"Nanti kalo gue telat lu hukum gue lagi, nanti gue juga yang salah di bilang ngak disiplin lah ini lah, itu lah" Ucap Keysa dengan nada malas, karena pada kenyataannya Gio lah mahluk yang sangat suka mempersulitnya


"Ya jangan sampai telat lah" Ucap Gio terkekeh pelan sembari mengecup pipi Keysa dengan singkat


"Kenapa?, Ada yang aneh?, Ada kesalahan yang saya lakukan?" Tanya Gio saat Keysa tak membalas ucapannya, dan bahkan beralih menatapnya dengan tatapan tajam, seolah ia baru saja melakukan kesalahan, apakah ia salah karena mencium pipi Keysa?, Ah?


"Jangan biarin orang tau tentang pernikahan kita, gue ngak mau pernikahan ini terekspos" Ucap Keysa dengan nada serius, hal ini jelas membuat Gio tak habis fikir, ia berfikir jika Keysa sudah luluh, namun?, Keysa tetaplah Keysa, gadis tengil yang sangat keras kepala


"Harus kembali menyembunyikan pernikahan ini?" Ucap Gio dengan nada pelan bukankah keduanya sudah sepakat untuk saling mencintai?, Lalu mengapa Keysa bahkan berubah dengan begitu cepat, ia fikir ia akan dapat mendekati Keysa dengan mudah, namun?, Bahkan Keysa memilih untuk tetap menyembunyikan pernikahan ini, untuk beberapa saat ia memang cukup kecewa


"Hm" Ucap Keysa pelan sembari menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Mengapa harus di sembunyikan?, Bukankah lebih baik untuk mengeksposnya, agar tak terjadi kesalah fahaman lagi?" Ucap Gio lagi


"Lo tau sendiri kan pak?, Gimana fanatiknya fans Lo?, Gue ngak mau kehilangan sahabat gue karena ini, dan apa Lo mau gue di kerjain atau bahkan di celakai sama mereka?, Lo ngak ingat kejadian beberapa bulan lalu?, Gue bahkan di labrak langsung tuh sama cewek tersayang Lo pak, gue ngak mau ya ini ngerusak kehidupan gue" Ucap Keysa pelan, ia jelas tau bagai mana obsesi seorang Tiara pada Gio, itu bahkan hanya Tiara, bagai mana yang lainya


"Dia bukan pacar saya" Ucap Gio ia tak terima, sejak dahulu bahkan ia hanya menginginkan Keysa, lalu?, Saat ia mendapatkan Keysa?, Mustahil jika ia malah memilih gadis lain


"Lo ngak ngaku lagi, trus yang kemaren elus elus rambut di kantin?, Usap usap air mata lah, di bawain bekal lah, itu namanya apa, dasar kutub" Ucap Keysa dengan nada mengejek, ia bukan tak tau apa yang di lakukan Mila pada suaminya, terlebih bahkan Mila tak sungkan menggoda Gio di depan Keysa yang bahkan sampai saat ini berstatus sebagai istri sah Gio


"Kamu cemburu?"


"Menurut bapak?, Kalo gue jalan sama bang Vino gimana?, Kalo gue nempel nempel, trus peluk peluk elus elus sama bang Vino gimana?, Lu sakit hati ngak?, Kalo Ngak sih ya kita boleh boleh aja adu mekanik, gue sih ngak masalah kalo Lo setuju" Ucap Keysa dengan nada ringan


"Ya bukan seperti itu juga, kalo pak Vino jelas dia suka sama kamu, kalo saya kan enggak"


"Ngak suka mau mau aja di tempeli, dasar jantan" Ucap Keysa dengan nada mengejek


"Jadi gimana nih?, Kapan bapak bisa lepasin ni pelukan l, gue mau mandi, mau ke kampus" Sambungnya lagi


"Huh baiklah, tapi saya punya satu syarat" Ucap Gio dengan nada pelan, yah mau tak mau ia menurut, yang di katakan Keysa memang tak sepenuhnya salah, ia memang kurang tegas menolak Mila, hingga bahkan Mila menjadi begitu besar kepala dan menantang orang lain


"Apa?, Kalo Ngak aneh aneh gue turutin, kalo aneh ya maaf maaf aja ni ya, gue ngak bisa" Ucap Keysa lagi


"Panggilan?"


"Kita bahkan terlihat seperti musuhan bukan seperti seorang pasangan yang saling mencintai" Ucap Gio dengan nada pelan


"Huh, trus?, Gue harus gimana?, Emang kalo liat muka Lo tu pak?, Uh pengen gue ajak gelut"


"Boleh, yuk gelut lagi" Ucap Gio dengan nada menggoda


"Ya bukan gelut itu, dasar kutub mesum"


"Kan usaha, lagian bukannya susah seharunya kamu panggilan kesayangan buat saya" Ucap Gio dengan nada pelan


"Hah?, Yang benar aja dong pak, panggilan?, Emang ada yang salah sama panggilan gue?"


"Iya" Ucap Gio dengan nada ringan


"Panggilan sayang?, Gue agak ngeri yang begituan" Ucap Keysa bergidik ngeri memikirkan ia harus memanggil gio menyebalkan ini dengan panggilan sayang, huh benar benar menyebalkan

__ADS_1


"Panggil saya mas" Ucap Gio pelan


"No" Keysa tentu saja menjawab dengan cepat, mas mas, emangnya Gio mas mas tukang jual bakso?


"Honey"


"Tidak"


"Beb"


"Idih geli banget gue sampe merinding disko"


"Nah trus?" Ucap Gio dengan nada tanya, apakah sesulit itu?, Hanya untuk menentukan sebuah panggilan saja?


"Geli banget tau ngak kalo harus manggil beb, honey apa lagi mas, yang lain"


"Ayang"


"Geli"


"Papi"


"Belom juga punya anak"


"Ayah?"


"Udah udah, Lo ngak kreatif banget, cuma soal panggilan aja kenapa harus serempong ini sih?"


"Dan kamu tidak boleh mengatakan gue dan Lo, gunakan bahasa yang lebih baik, aku kamu"


"Beneran dah ini bener bener menggelikan, dan ngerepotin, seriusan deh"


"Kalo Ngak mau yaudah, saya akan Meluk kamu sepanjang hari dan tak akan membiarkan kamu kemanapun"


"Pemaksa amat jadi laki, lepas" Ucap Keysa dengan nada malas


"Panggil sayang dulu" Ucap Gio dengan nada nan bahkan begitu menjijikan jika di dengar


"Sayang, lepasin dulu ya, aku mau mandi, biar cepat ke kampus buat belajar" Ucap Keysa dengan nada malas, hal ini berhasil membuat Gio mengembangkan senyuman indahnya

__ADS_1


"Good girl" Ucap Gio pelan, mengecup singkat pipi Keysa, dan setelahnya tentu saja melepaskan Keysa agar ia bisa bersikap untuk berangkat ke kampus.


__ADS_2