Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Keren Banget


__ADS_3

"Lo udah pulang pak" Keysa berucap dengan nada pelan


gio yang baru memasuki rumah hanya mengguk dan mengakan ucapan sang istri


"Aku ke atas dulu, habis itu baru masak buat makan malem" Gio berucap


Dan setelahnya segera melangkah menuju tangga, dan tentu saja masuk ke kamar untuk mengantikan pakainya sedangkan Keysa masih sibuk mengobrol dengan Cimi dan Kiki


"Kamu mau makan apa malam ini?"


"Asal bapak yang masak pasti di makan kok, masakan bapak paling enak deh"


"Hm yaudah kalo gitu"


Gio segera melangkah menuju dapur, mereka memang suka meminta bi Asmi untuk datang


Namun jika urusan memasak maka gio akan mengambil alih, ia tak ingin membuat bi Asmi kerepotan, ia tau jika mengurus Keysa bukan hal yang mudah


"Pak gio keren banget kalo udah gini" Cimi mulai menghalau, ia bahkan sangat suka dengan pemandangan ini

__ADS_1


Pemandangan di mana Gio yang begitu sibuk di dapur dan mereka hanya menonton dengan penuh kekaguman, pemandangan indah ini di mana ia bisa mendapatkannya


"Iya dong, laki gue kan emang keren"


"Pak gio sebaik itu sama Lo key?"


"Ya kayak yang di liat, ngak senang akting kok dia, emang biasanya begitu jadi ngak usah kaget"


"Ini gila sih, orang cuek dan sedingin itu di kampus jadi kayak gini kalo di rumah, mahluk kejam banget di kampus eh sampe di rumah malah kayak kucing yang manis"


"Ya emang gini kan seharunya, biar bininya betah dan ngak nyari selingkuhan, secara Lo tau sendiri gimana lingkungan kita" Cimi terkekeh pelan sembari menatap Keysa yang bahkan menjadi kesal


kekahwatiran gio memang hal yang wajar terlebih melihat semua pria yang berada di sekeliling keysa terutama pak Alvin


jika Alvino lebih lama dapat di pastikan jika si gio bakalan ketat ketir takut istrinya jatuh cinta atau bahkan di bawa kabur oleh Alvino yang begitu jelas memiliki ketertarikan terhadap Keysa


"Ada ada aja Lo, dan jangan bilang selama ini Lo di panggil sama si pak Gio bukan buat ngasih tugas"


"Namanya orang nikah ya perlu waktu buat mesra mesraan lah Ki, Lo kayak ngak tau aja sih"

__ADS_1


Lagi dan lagi Cimi yang menjawab, karena semuanya bahkan tak bisa luput dari pandangan dan pantauan seoang Cimi


"Lo kayaknya tau banyak ya Cim"


"Iya lah ki, Lo tau?, gue nih yang jadi saksi bisu betapa dramatisnya pernikahan mereka"


"Saksi bisu tapi masih suka nyolot" Ucap Keysa dengan nada nan begitu pelan namun bahkan dalam di dengar oleh keduanya


"Ya itu harus dong, kita udah capek capek jagain dia, udah capek capek juga buat bikin dia bahagia, nah orang asing dateng dalam kehidupanya key terus ngasih kesedihan terus, ya sebagai teman yang baik gue ngak bisa tinggal diam Lo"


"Cimi, kamu berkata seolah saya orang yang paling kejam" Sambung Gio yang mulai menata makanan di meja, ia dapat mendengar dengan jelas semua pembicaraan ketiga anak muda ini dan ia juga tak terima jika di sebut sebagai orang asing dalam kehidupan istrinya sendiri


"Nah udah makanannya udah siap, yuk makan" Keysa mengajak keduanya untuk menuju meja makan, gio sudah selesai dengan acara memasaknya dan tentu saja ia harus menyantapnya


"Ayo Ki, ngak usah sungkan"


"Lo ngak sopan banget tau ngak sih cim, si pak gio capek capek masak, kita cuma makan doang apa ini ngak berlebihan?"


"Santai aja kali Ki, kayak sama siapa aja Lo"

__ADS_1


"Beneran tuh, lagian ngak papa anggap rumah sendiri, yuk makan, masakan pak gio ini enak banget loh" Ucap Cimi dan mau tak mau Kiki mengikuti langkah kedua sahabatnya ini ke meja makan


memang sedikit canggung namun ia bingung untuk mengatakan apa dan akan berekspresi bagai mana.


__ADS_2