
Malam sudah sangat larut namun Keysa bahkan belum menujukan tanda tanda untuk kembali, Gio sedari tadi mondar mandir di ruang tamu menanti kepulangan sang istri yang sedang salah faham itu, Gio bahkan tak memiliki niat untuk mendorong Keysa menjauh darinya, namun?, Keysa salah faham, Gio hanya takut, takut Keysa pergi, ia takut kembali di tinggalkan
"Den malam udah larut banget, udah waktunya istirahat" Ucap bik Asmi pelan, ia bahkan merasa kasihan dengan Gio yang sedari tadi mondar mandir,
"Bik, Keysa bilang mau kemana?"
"Ngak den, Non keysa ngak pernah ngomong mau kemana dan bibik pun ngak berani buat nanya" Ucap bik Asmi pelan, jam sudah menunjukan angka 1:00 wib namun yang di tunggu bahkan belum menujukan batang hidungnya
"Yaudah bik, kalo gitu mendingan bibik ke kamar, istirahat"
"Den ngak perlu khawatir, Non Keysa emang sering keluar rumah, lebih baik den Gio ke kamar trus istirahat, den Gio masih sakit biar bi Asmi yang nungguin Non Keysa balik"
"Ngak usah bik, saya bakal nungguin dia, bik Asmi ke kamar aja,"
"Tapi den"
"Saya ngak papa bik" Ucap Gio bersikeras, bik Asmi menghela nafas pelan, dan memilih untuk menurut, ia benar benar sudah mengantuk, namun tentu tak bisa lancang membiarkan Gio begadang
"Kamu kemana sih Key?" Ucap Gio masih sibuk mengotak atik ponselnya, ia masih berusaha menelpon istrinya.
Di sisi lain Keysa masih sibuk melampiaskan kekesalannya, ia bahkan seperti orang kesurupan, memukul siapapun yang berani mengusiknya
"Udah Key, udah, anak orang bisa mati" Ucap Cimoy menenangkan Keysa yang masih terus memukul pemuda yang sudah sangat tak berdaya itu
"Sialan, brengsek kalo mau pegi pegi aja jangan sok mau ngedrama" Kesal Keysa masih terus memukuli si pemuda yang sudah babak belur itu
"Key, Key lo tenang ya, lo tenang, ngak ada yang mau pergi dari lo lo tenang ya" Ucap Cimi yang datang entah dari mana, sebelumnya ia mendapat telpon dari Kiki, dan dengan buru buru Cimi segera ke lokasi kerusuhan
"Lo tenang ya" Bisik Cimi, Keysa terdiam beberapa saat dengan air mata yang mengalir
"Bawan Key pulang ya Cim, kasihan, kayaknya tertekan banget" Ucap Cimoy prihatin, Cimi mengguk pelan dan membantu keysa kembali ke mobil
"Gue duluan ya,"
"Iya" Ucap Cimoy, setelahnya Cimi segera meninggalkan tempat keributan
"Gue masih mau mukulin orang sampe mati, bajingan, sialan keparat" teriak keysa frustasi
__ADS_1
"Key lo tenang ya"
"Gimana gue bisa tenang Cim?, dia maksain gue untuk ngejauh, kenapa perasaan sialan ini tumbuh, gue muak sama diri gue sendiri Cim, gue muak"
"Key, lo tenang ya, kita balik pak Gio pasti cemas banget sama lo"
"Ngak, jangan bawa gue balik, gue ngak mau liat muka tu kutub, hati gue sakit Cim, perasaan yang baru mulai tumbuh di paksa mati, gue ngak mau liat wajah tu kutub, rasanya gue pengen mukulin si kutub sampe mati"
"Yaudah, yaudah, kita pulang ke rumah gue, kita udah sampe yuk turun ya, jangan nangis lagi"
"Beneran di rumah lo"
"Iya, yuk turun" Ucap Cimi membantu Keysa untuk turun dari mobil, dengan langkah pelan keduanya masuk ke rumah
"Kalian kenapa?"
"Bantuin Cimi ngantar Key ke kamar dulu" Ucap Cimi pelan, Hafiz mengguk dan segera mengendong keysa menuju kamar tamu
"Bik, tolong gantiin pakaiannya ya" Ucap Cimi pelan,
"Dek"
"Sebenarnya kanapa?, abang cemas banget tau pas kamu pergi buru buru kayak tadi"
"Key mukulin anak orang, udah hampir mati" Ucap Cimi pelan, ia meneguk air putih untuk melepaskan dahaganya setelah melewati pertempuran besar itu
"Kok bisa?"
"Tanya aja ke teman lo bang, gue mana tau"
"Mereka ribut lagi?, perasaan kemaren baru baikan deh, aduh pusing deh abang, dek mendingan kamu ngak usah ikut campur urusan rumah tangga mereka ya"
"Ngak bisa dong bang, bagai mana pun Key itu teman baik Cimi, Cimi ngak bisa diam aja kalo ada yang nyakitin teman Cimi"
"Tapi dek urusannya bakal jadi berabe"
"Mendingan abang nasehatin tuh teman abang, jangan ngajak bertempur mulu, baru aja baikan nah malah gini, udah malam ini abang tidur di rumah pak Gio aja"
__ADS_1
"Dek, kamu tega banget ngusir abang kamu sendiri"
"Bang Key pasti bakal bad mood kalo liat wajah abang dari itu untuk beberapa hari kedepan abang tidur di rumah pak Gio, bik siapin bajunya bang Hafiz malam ini bang Hafiz nginap di rumah temannya" Ucap Cimi, setelahnya ia melangkah menuju kamar tamu tempat keysa beristirahat
"Kenapa sih dek lo tega amat?, orang yang ribut gue yang di usir, nasib nasib" Ucap Hafiz sembari menarik kopernya ke garasi, ia sudah di usir dari rumahnya sendiri, dengan alasan yang tidak masuk akal itu, dengan kesal Hafiz mengendarai menuju rumah Gio, setelah beberapa saat akhirnya ia sampai, dengan gerakan pelan Hafiz turun dari mobil dan segera mengetuk pintu
"Tok tok tok" Dalam beberapa saat pintu terbuka, dan munculah Gio bersama wajah pucatnya, ia sudah menunggu dari tadi namun Keysa bahkan belum menujukan tanda tanda akan kembali, ia sempat berfikir jika yang mengetuk pintu adalah Keysa, namun harapannya punah saat pintu itu terbuka, Hafiz sudah berdiri bersama kopernya
"Kenapa?" Ucap Gio dengan kesal Hafiz melangkah masuk tampa di persilahkan, ia mendudukkan diri di sofa dengan wajah kesal
"Ngapain lo di sini?" Ucap Gio pelan, dan duduk di sofa tunggal tak jauh dari Hafiz
"Gue di usir dari rumah, lo puas?," Ucap Hafiz dengan kesal, namun tak ada tanggapan dari Gio, Gio hanya membalas dengan keheningan
"Kenapa?, diem aja?, ngak ada rasa bersalah gitu?"
"Ngak ada sangkut pautnya sama gue" ucap gio
"Ngak ada lo bilang?, ngak salah denger?, gue di usir dari rumah gue dengan alasan bini lo bakalan bad mood kalo liat muka gue, karena gue adalah teman lo, teman dari suaminya Keysa Asmiranda Wijaya cewek gila yang melampiaskan amarahnya dengan mukulin anak orang sampe mau mati dan lo tau?, gue ngak di izinin balik rumah sampai keadaan Keysa membaik," Ucap Hafiz dengan kesal
"Keysa salah faham"
"Gue tau itu, tapi ya emang lo ngak bisa ngejelasin gitu?, gue udah banyak menderita tau karena pernikahan lo ini, mulai dari di omel dan sekarang di usir, gue bahkan bertanya-tanya besok gue di apain lagi sama adek gue" Ucap Hafiz putus asa, ia merasa mulai kesal dengan keributan ini, keributan antar keluarga tapi kok dia yang jomblo terkena getahnya?
"Yaudah lo bisa nempatin kamar itu" Ucap Gio menunjuk kamar tamu yang berada tak Jauh dari mereka
"Sekarang lo istirahat, bini lo baik baik aja, dan saat ini gue harus mastiin kalo lo baik baik aja"
"Gue masih nunggu Keysa balik"
"Lo gila, bini lo ngak bakalan balik dalam waktu dekat ini, dia kesel banget sama lo, lo tau?, lo emang suka bikin emosi dan malah gue yang kena getahnya"
"Lo istirahat aja, gue bakal nungguin dia bentar lagi"
"Sampe matahari terbit pun tu bocah kagak balakan balik, cewek kalo lagi marah itu nyeremin, adek gue aja gitu, apa lagi bini lo?"
"Udah ngomelnya?"
__ADS_1
"Lo ngak ngerti juga?" Ucap Hafiz menghela nafas frustasi,
"Sekarang lo istirahat, gue bisa di matiin sama adek gue kalo lo kenapa kenapa, udah jangan keras kepala sekarang lo masuk kamar biar cepat sembuh dan jemput bini lo dari rumah gue, gue udah menderita banget tau ngak lo" Rengek Hafiz sembari menarik kopernya menuju kamar tamu, ia lelah dengan semua peperangan ini, ia butuh istirahat agar memiliki tenaga yang cukup untuk pertempuran besok