Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Ginap Di Rumah Hafiz


__ADS_3

Gio pov


Hari beranjak sore, keysa tak mengatakan apapun saat pergi, dan yah aku hanya bisa menunggu, dan yah aku sudah menghabiskan beberapa jam, dan gadis kecilku tak kunjung menampakan batang hidungnya, kemana dia pergi?, dan dengan siapa dia sekarang, bagai mana keadaanya dan pakah ia makan dengan baik?, pertanyaan itu lah yang selalu melekat di benak ku, gadis kecil ku baru saja sembuh, dan yah dia tak kembali


"Ting" Posen ku berdenting, pertanda sebuah pesan masuk, aku dengan malas mengambil ponsel yang berada di atas nakas,


My wife


"Pak gue di rumah, Cimi ngak balik malam ini, dan ngak usah cariin gue"  Pesan itu lah yang baru aku baca, aku memijit pelipis ku dengan pelan, begitu banyak pemikiran konyol yang melintas di benak ku, aku menghela nafas pelan dan melanjutkan pekerjaan ku dengan pikiran yang bercabang, uh sudah lah, aku bahkan masih berusaha untuk terlihat tenang, saat ini gadis ku sedang bersama Cimi, setidaknya dia tak berkeliaran di jalanan, bersama Cimi bukan hal buruk, aku harus bisa tenaga dan fokus dengan pekerjaan ku.


Jam baru menunjukan angka 21:00 dan akhirnya aku menyelesaikan segala pekerjaan ku, tapi?, pikiran buruk tiba tiba melintas di benak ku, yah ucapan Cimi yang akan membantu Keysa mengajukan perceraian benar benar berhasil mengusik ketenangan ku, oh tidak jangan sampai ini terjadi


"Sial" Upat ku kesal, fikiran konyol itu tak bisa hilang dengan mudah, bahkan malah kian menjadi, aku segera bangkit dari duduk ku, meraih jaket dan kunci mobil segera meninggalkan rumah dengan cepat, aku tak akan mungkin membiarkan Keysa pergi, Keysa milik ku tak akan pernah akan berubah sampai kapanpun


Seteleh beberapa saat berkendara akhirnya aku sampai di sebuah perumahan elit miliki hafiz, yah seperti yang ku ketahui, cimi pindah kerumah gadis beberapa bulan yang lalu, dan berati aku datang di tempat yang pas,


"Den Gio" Ucap pak satpam dengan ramah, aku membalas sapaan itu, pak satpam perlahan membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan aku masuk 

__ADS_1


"Makasih pak" Ucap ku, dan berjalan cepat masuk kerumah Hafiz, aku benar benar tak bisa tenang jika belum melihat keadaan gadis ku, tidak tidak fikiran konyol sialan, keysa tak akan meninggalkan ku, aku percaya itu


"Ee lo kesambet apaan?, ngapain lo nyelonong aja, dan, ngapain malam malam Lo ke sink" Ucap Hafiz saat melihat ku menerobos masuk tampa permisi, dan tentunya tampa salam, di sofa sana harus terlihat sebuk dengan leptopnya


"Lo simpan di mana bini gue" Ucap ku cepat, yang hanya di balas tawaan keras dari Hafiz, ayo lah ini bukan waktu yang tepat untuk mentertawakan ku


"Lo fikir bini lo makanan kaleng di simpan simpan?, lagian dia di atas sama Cimi, gue udah suruh dia pulang tapi dianya ngak mau, katanya mau nemanin Cimi, heran gue, otak lo jatuh di mana Gio, di tinggal Keysa beberapa menit aja udah kayak orang stres" Ucap Hafiz dan segera mengalihkan fokus ke pekerjaanya yang belum kelar


"Gue nginap sini" Ucap ku mengabaikan olokannya, aku langsung menghempaskan tubuhku di sofa,


"Lo sakit apa gio?, lagian bini lo ngak bakalan ilang kali, gue jamin bini lo balik dengan selamat tampa luka sedikitpun, lagian rumah gue 100%  aman, aneh lo, dari gunung es jadi bucin akut" Ucap Hafiz beralih menatap ku lekat, aku hanya ingin menginap di tempat teman ku, lagian Keysa juga nginap di tempat temannya kan?,


"Lo udah lupa jalan ke kamar lo?, sebenarnya Keysa kasih lo makan apa sih?, sampai seorang Gio Anggara yang dingin ini jadi orang gila gini" Ucap Hafiz menutup laptopnya pelan, ia pasti selalu bersemangat jika berurusan dengan mengejek ku


"Ngledekin gue lain kali aja, gue lagi panik ni, kalo adik lo beneran bawa bini gue ke pengadilan agama abis dah gue" Ucap ku menyantap beberapa kue kering yang berada di meja depan ku, kepala ku pusing tapi aku lapar, mumpung cemilan ada makan aja kali ya


"Lo percaya?, lo percaya sama ucapan si Cimi?, dia cuma menggertak Lo aja paling buat ngasih lo pelajaran, selagi ada harus di jaga dan di hargai, nanti kalo sudah hilang maka menyesal pun sudah tak berguna lagi" Ucap Hafiz menyantap kue kering yang berada di hadapanya

__ADS_1


"Lo bukan cuma mau menghibur gue kan?, gue kepikiran terus tau, lo tau kan kalo gue ngak mungkin bisa pisah lagi sama bini gue, gue udah nunggu dia lama banget, gue ngak mungkin lepasin dia gitu aja" Ucap ku


"Iya juga sih, tapi lo bisa narik nafas tenaga saat ini, sebelumnya Cimi memang ngajak Keysa ke pengadilan,"


"Trus? "


"Bini lo nya yang kagak mau, lo bisa tenang sekarang bini lo sayang ke lo, lo cuma perlu membuat Keysa menyadari perasaanya, lo ngak boleh bikin bini lo kecewa lagi, kalo sampe dia kecewa, yah jangan naya ke gue kenapa dia pergi ninggalin lo" Ucap Hafiz meraih remot kontrol dan menyalakan TV


"Beneran?, lo ngak lagi bohong kan?, ngak cuman mau menghibur gue kan?, " Ucap ku cepat, ada rasa senang dan sedikit tak percaya, apakah keysa benar-benar?, ah itu pasti, jika belum sekarang ku pastikan Keysa akan merasakannya nanti,


"Lo ngak percaya sama gue?, dari pada lo sibuk mikirin ucapan konyol adek gue, mendingan lo jagain bini lo dengan baik, ada yang mau nyelakain dia" Ucap Hafiz yang ku balas dengan anggukan.


"Gue juga kepikiran, siapa sih yang selalu ngasih teror ke rumah gue, untung semua paketnya gue yang ambil, kalo bini gue?, kalo dia takut gimana?, gue ngak mau liat bini gue depresi mikirin teror itu" Ucap ku menghela nafas pelan, sejak beberapa bulan lalu, berbagai paket telah ku Terima, mulai dari surat misterius, boneka robek dan DVD, sebenarnya siapa sih yang melakukan ini?


"Kemaren gue juga liat hal aneh di rumah sakit, lo harus extra hati hati, mungkin ini kerjaan dari musuhnya ataupun musuh bisnis dari om roby, semuanya bisa terjadi, kemungkinan paling buruk pun harus mereka persiapkan"


"Hm gue bakalan jaga bini gue baik baik, hm yaudah, gue capek ni, gue ke kamar dulu" Ucap ku beranjak menuju kamar tamu yang berada tak jauh dari ruang santai itu, yah seperti rumah ku, kamar tamu terletak di lantai dasar,

__ADS_1


Aku menghela nafas pelan, aku tentu harus menyelidiki ini, gadis ku baru saja sembuh, aku tak ingin ia kembali celaka, oh tidak siapapun tak akan pernah ku biarkan mereka menyakiti gadis ku, enak saja cari korban lain kek, kurang kerjaan amat sih main teror teror mana salah orang lagi, keliatan banget kan kalo yang neror ngak punya bakat jadi orang misterius.


__ADS_2