Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Flashback Gio Anggara


__ADS_3

Gio anggara


.


.


.


Setelah memastikan istri kecil ku memakan makanannya dan meminum obat, ku langkahkan kaki keluar dari kamar, membiarkannya untuk sekedar beristirahat, ia bisa darah tinggi jika aku memaksa untuk tetap berada di tempat yang sama dengannya, karena setiap bersama maka hanya ada ucapan ucapan sarkas yang keluar dari mulutnya, tak masalah aku menyukai itu, namun untuk saat ini, aku berniat untuk beberes beres, aku mengambil keranjang dan mengambil beberapa kemeja yang belum sempat ku antar ke laundry, aku sudah memutuskan untuk mencucinya sendiri ini, setelah mencuci perlahan aku segera bergerak untuk menuruni tangga dan tentu saja memulai aktifitas beres beres ku.


Tanpa terasa hati bahkan sudah beranjak sore Jam sudah menunjukan angka 16:30 dan aku baru saja menyelesaikan pekerjaan ku, jujur saja ini memang sangat melelahkan, meskipun aku sudah terbiasa membereskan kamar dan beberapa rungan pribadi ku tetap saja rumah ini terlalu besar untuk ku jangkau, ku langkah akan kaki ku menaiki tangga untuk membersihkan tubuh yang sudah sangat bau.


Dalam waktu beberapa saat saja aku bahkan sudah menyelesaikan segala ritual ku di kamar, dan aku kembali turun untuk memasak, hari sudah hampir malam dan makan malam bahkan belum ada di meja makan, aku memulai aktifitas masak ku dengan memotong wortel kentang bawang dan daging, hingga pada  akhirnya aku berhasil untuk  menyelesaikannya, Aku tersenyum kecil sembari menatap hasil kerja ku, dan sepertinya cukup layak di makan,   dan jangan lewatkan aromanya yang sangat harum dan pastinya akan menggugah selera, aku bahkan tak menyangka jika aku memiliki begitu banyak bakat, dengan tersenyum segera ku tata makan di meja dan aku sudah tak sabar untuk mencicipinya,


Mata ku menyipit saat menyadari seseorang berjalan mendekati ku


"Kenapa turun?, kan di suruh istirahat" Ucapku dengan nada pelan pelan, ia tak menjawab dan hanya duduk di kursi dalam diam


"Bosan gue di kamar mulu dan gue lapar pak" Ucapnya, yang terlihat lucu bagi ku, bahkan dia memanggil ku dengan sebutan bapak saat di rumah padahal sudah beberapa kali ku peringatkan agar tak memanggil ku begitu jika tidak di rumah, tapi dia tetap lah seorang Keysa Asmiranda Wijaya gadis ngeselin dan si kepala batu.

__ADS_1


"Oh iya makasih udah nolongin gue" Ucapnya lagi sambil memasukan nasi dan beberapa lauk ke piringnya.


"Kenapa kamu maksain ke kampus" Ucap ku menyantap makanan dan sesekali curi curi padang pada gadis kecil di hadapan ku ini ia hanya membuang nafas lelah


"Males dapat tugas susulan" Ucapnya yang membuat ku tersenyum kecil 'gadis kecil ini terlalu jujur' Batinku


"Siapa yang mengatakannya, sakit bukan berarti kamu bisa lepas dari tanggung jawab" Ucap ku sembari menatapnya dari ekor mata, expresi tak suka nampak jelas di wajahnya aku hanya terkekeh melihat gadis kecil ku yang imut ini


"Ngak bisa dong pak, ini kan bukan jam kampus" Ucapnya menghentikan acara mengunyahnya, pipinya terlihat gembung akibat makanan yang ter simpan di sana, rasanya aku ingin mencubit pipi itu, 'sabar Gio, lu pasti kuat dengan godaan ini'


"Siapa bilang tidak bisa, saya bisa memberikan tugas kapan pun dan dimanapun saya mau" Ucapku pelan memandangnya dari ekor mata, Wajahnya terlihat makin kesal, ia memilih tak menjawab ucapan ku dan menyantap makanan  yang berada di hadapannya, suasana kembali hening, dan makan malam pun di lanjutkan dengan tenang, tak berselang lama makan malam pun berakhir, aku perlahan berdiri dan membereskan piring kotor, dia tak banyak bicara lagi tapi ia mengambil mangkuk sup dan meletakan nya di lemari, Ku tarik nafas pelan


"Lu istirahat aja, gue bisa sendiri" Ucapku, aku tak ingin gadis kecil ku ini kecapean dan nanti berujung pingsan dan membuat ku panik lagi, ku lihat ia mengambil nafas pelan dengan wajah cemberut


"Bosan di kamar, gue main PS ya pak" Ucapnya


"Emang kamu bisa?" Ucapku membalikan tubuh ku menatapnya


"Kalo itu soal kecil" Ucapnya dengan senyuman lebar

__ADS_1


"Hmm" gumamku


"Kunci" Ucapnya dengan tersenyum lebar


"Di laci" Ucapku, ia berlalu meninggalkan ku yang masih sibuk dengan peralatan dapur.


Setelah selesai dengan dapur aku berjalan menuju kamar ku untuk memeriksa beberapa tugas yang di kirim melalui email, perlahan ku buka laptopku, hanya ada sedikit email yang masuk, yah akhirnya aku memiliki waktu untuk ber istirahat, aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, ku lihat arloji ku, jam sudah menunjukan angka 22:30.


'Kemana dia, kok kamarnya sepi' Ucap ku yang memang tak mendengar tanda tanda kehadiran manusia di kamar sebelah, setelah mematikan laptop dan membereskan beberapa kertas, aku berdiri dari duduk ku, perlahan ku buka gang pintu itu, kamar terlihat sepi memang sepertinya ia belum kembali ke kamar


"Kemana dia?" Ucapku mengerutkan kening, setelah terdiam sejenak aku baru ingat


"Mungkin dia?" Ucapku, beranjak menuruni tangga ku dekati sebuah ruangan, ruangan ini bisa ku gunakan untuk menghilangkan stres dengan bermain game ataupun berolah raga


Perlahan ku buka gang pintu, ku dapati gadis kecil ku sedang tertidur nyenyak di sofa dengan TV yang masih menyala dan dengan beberapa toples kue kering yang berantakan dan tak lupa kue coklat yang ia peluk dengan erat.


"Disini rupanya" Ucapku tersenyum kecil menatap wajah imut itu, ia terlihat lebih imut jika tertidur dari pada bagun dengan wajah yang selalu menunjukan kekesalan dan sedikit nyolot, ku tarik nafas pelan, aku tak tega untuk menggangu tidurnya yang terlihat nyenyak itu, Perlahan ku angkat tubuhnya berjalan menaiki tangga, sesekali senyumku kembali mengembang melihat wajah tenang nya yang menyusup di dada dengan tangan melingkar di leher ku, sungguh pemandangan yang indah, untuk pertama kali jantung ku berdegup kencang, aku tak pernah merasakan ini dengan siapapun kecuali dengan gadis kecil ku ini, ku letakan ia perlahan di atas ranjang, ku tarik selimutnya hingga menutupi pinggang, dan kemudian aku keluar menuju kamar ku, untuk ikut beristirahat karena ada banyak pekerjaan yang sudah menungguku di hari esok,


Mentari pagi kini sudah kembali bersinar, aku baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang perlahan aku berjalan mendekati lemari untuk mencari pakaian yang akan ku gunakan untuk ke kampus, Setelah rapi perlahan ku tinggalkan kamar, menuju tangga seketika langkah ku terhenti, perlahan ku balikan tubuhku dan berjalan mendekati kamar yang berada di sebelah kamar ku, perlahan ku buka gang pintu, ku dapati gadis kecil ku masih hanyut dalam tidur nyenyak nya,

__ADS_1


Aku tersenyum kecil menatap wajah itu, rasanya aku tak ingin meninggalkan gadis ku tapi bagai mana pun aku harus tetap bekerja. Perlahan ku tutup kembali pintu itu dan beranjak turun mendekati mobil sport kesayangan ku,


Mobil kini sudah melaju di jalan raya membawaku ke Universitas tempat ku mengajar.


__ADS_2