
Keysa menghela nafas pelan, pelajaran baru saja usai beberapa waktu lalu dan untuk hari ini tak ada tugas maupun hukuman, hal ini tentu saja membuatnya menarik nafas dengan tenang dan nyaman untuk menikmati kehidupan yang menyenangkan ini, ia tidak telat karena berangkat bersama suami kutubnya, yah tentu saja, jika ia menolak tentunya tugas sudah menunggunya dengan begitu kejam, menyebalkan, bisakah si kutub itu tak mengaitkan hal hal pribadi dengan kampus?, si kutub memang semakin seenaknya menyalah gunakan posisinya sebagai dosen hanya untuk menindas seorang mahasiswi yang bergelar istrinya
"Key" Ucap Kiki duduk di samping Keysa,
"Hm" Jawab Keysa dengan nada malas, ia perlahan membereskan alat belajarnya, ia lapar dan ingin makan dan menenangkan dirinya dari segala tekanan dan beban hidup ini
"Lo kok udah masuk, ngak istirahat?, lo butuh waktu buat pemulihan" Ucap Kiki dengan nada pelan, ia jelas tau jika Keysa baru saja menjalani operasi beberapa waktu lalu, namun?, bahkan dalam waktu singkat sudah kembali ke kampus dan kembali ke aktifitas jalannya seperti biasa
"Gue baik baik aja kali ki, kecelakaan dikit doang toh, lo ngak usah segitu kahwatir gue ngak papa kok, aman terkendali, oh ia si Tiara mana?, kok ngak keliatan?" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia tak melihat kehadiran Tiara sejak jam kuliah berakhir, kemana bocah itu?, dan tumben sekali tidak ikut serta dalam obrolan mereka
"Tu bocah?, hum paling lagi ngegosip sama kelas sebelah, atau bahkan lagi menguntit si pak ganteng , sejak si Cimi suka sibuk sediri si Tiara jadi sering ke kelas sebelah buat ngilangin bosan, lo tau sendiri kan gue ngak bisa gituan, ngegosip sama gue ya mana nyambung, gue sukanya bayu dan dia sukanya pak Gio, ya jelas ngak nyambung banget kan kalo cerita, dari pada sumbang mendingan misah aja, gue sibuk sama Cimoy dan yang lain, nah tu anak sibuk sama gosipnya dengan sesama fans sejatinya pak ganteng, lagian ya, di mata gue pak Gio ngak ada apa apa apanya di bandingkan Bayu nya gue" Ucap Kiki terkikik geli, ia tak bisa seperti Tiara yang mengetahui segala hal mengenai dosen tampan itu, yah Kiki tau jika Tiara sedang terobsesi, ia hanya berharap jika Tiara tak kecewa nantinya, dan ia juga berharap semoga saja Tiara tak menjadi gelap mata hingga berani untuk melakukan hal di luar akal sehat, ia jelas tau bagai mana buruknya seseorang yang sedang terobsesi dengan suatu hal
"Ah iya, ngomong ngomong imana kabar bayu?" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia sudah cukup lama tak saling memberi kabar dengan Bayu, saat itu ia mengalami kecelakaan yang cukup serius dan bahkan menjadi buta dan tentu saja kecelakaan itu juga berdampak pada gadgetnya yang bahkan rusak parah akibat kecelakaan itu, mau tak mau keysa beli HP baru dan kehilangan begitu banyak kontak penting
"Masih di rumah sakit, lo tau sendiri kan, mental Bayu sedikit ngak stabil, karena sengketa orang tuangnya yang bahkan ngak pernah selesai, gue tau masalahnya emang besar, tapi gue bahkan ngak pernah mempermasalahkannya, tenang aja gue bakalan nemanin dia ngelewatin semua ini, gue yakin gue bisa, selain cantik gue kan kuat, dan setia banget sama pasangan gue" Ucap Kiki sembari tersenyum lebar, ia bahkan berucap penuh keyakinan, ia yakin suatu saat Bayu akan sembuh, ia juga yakin jika suatu saat Bayu bakalan buka hati buat dia, dia cuma perlu usaha lebih giat lagi buat dapetin apa keinginannya, Menag sejak beberapa bulan lalu, penyakit bayu sering kambuh, ia sering berhalusinasi bahkan berteriak tak jelas, pernah sekali Kiki hampir kehilangan nyawa karena di cekik Bayu dengan begitu keras, karena mengira jika Kiki adalah musuh yang akan Menagancamnya, untung Cimoy datang tepat waktu, dan segera membantu kiki melepaskan diri, bayu berhenti berontak saat dokter menyuntiknya dengan obat penenang dan setelahnya tubuh itu melemah dan kembali tertidur
"Yah, gue percaya sama lo, lo ngak usah sedih, bayu pasti sembuh, lo harus semangat" Ucap keysa menyemangati
__ADS_1
"Gue harus semangat, walaupun gue tau cinta bayu cuma buat lo, tapi apa salahnya, toh gue cuma berusaha buat ngelakuin yang terbaik" Ucap Kiki dengan senyuman yang begitu lebar, apapun yang terjadi ia bahkan sudah bertekad jika ia akan tetap di sisi Bayu meskipun begitu banyak cobaan yang datang
"Ki, gue ngak maksud bikin lo sedih" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia tak berniat untuk membuat Kiki murung, karena lagi lagi Bayu jatuh dalam kondisi yang bahkan tak baik baik saja
"Gue ngak papa kok Key, lagian ngak ada yang bisa ngelarang seseorang yang suka kan?, lagian gue juga yakin lo ngak suka sama Bayu, tapi seandainya lo suka, lo bilang aja ke gua, gue jamin kalo gue bakalan milih buat mundur, karena gue sadar dengan siapa gue bersaing, Ais kan jadi sedih gini, sekarang santai aja meskipun gue cinta sama Bayu tapi lo lebih berharga dari cinta gue" Ucap Kiki dengan nada pelan
"Lo bikin gue terharu banget, tapi lo tenang aja gue cuma menganggap Bayu sebagai teman ngak lebih, sampai kapanpun gue ngak Bahakan pernah bisa sama Bayu karena hal yang bahkan tak pernah Lo pikirin telah terjadi sama gue, lagian ya sampai sekarang gue masih sering kepikiran sama cinta masa kecil gue," Ucap keysa meyakinkan kiki jika ia tak akan mengambil bayu, yah bayu hanya teman baginya dan selamanya akan seperti itu
"Blom move on juga Lo?, ya ampun Keysa, bisa bisanya yah lo ini udah lama banget loh, gue ya ngak gimana gimana, kan di luar sana masih banyak cowok yang lebih wow dari cinta masa kecil Lo itu, dan gue juga yakin kok jodoh ngak bakal kemana kan?, cari cowok baru, siapa tau beruntung kan bisa ketemu dengan die versi gedenya, namanya jodoh kan udah di atur sama yang atas" Ucap Kiki menepuk pundak Keysa, ia tau jika keysa masih terikat dengan cinta masa kecilnya dan sampai sekarang belum bisa melupakan, yah kenangan manis memang sangat sulit di lupakan, tak masalah, semua tentu memiliki jalanya masing masing, semua memiliki cerita dan masalahnya sendiri, hanya bagai mana cara menyelesaikan dan menanggapinya
"Yah, gimana lagi, gue ngak bisa" Ucap Keysa menghela nafas pelan, setelahnya keduanya berjalan santai menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang ke Keroncongan
"Si Tiara ribut sama Laura" Sahutnya dengan nada pelan
"Kok bisa?" Sela Kiki dengan cepat, sebelumnya bahkan Tiara baik baik saja, kenapa malah jadi kepancing emosi gini?
"Denger dengar sih karena rebutan cowok" Ucapnya lagi, dan bahkan masih fokus menonton adegan berbahaya yang ada di depan mata ini
__ADS_1
"Ngak bisa di biarin ni, Key lo tunggu di sini, gue ngak mau lo kenapa kenapa, lo baru aja sembuh dan baru habis operasi, biar gue yang ngatasin si Tiara" Ucap Kiki dengan nada pelan, ini jelas tak bisa di biarkan, para mahasiswi yang lain bahkan hanya menatap mereka seolah mereka adalah ayam petarung
"Yaudah gue tunggu di meja sana" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia tak bisa berbuat banyak, yang di katakan Kiki benar adanya, ia tak bisa terlibat keributan, jika sampai lukanya kambuh ia sangat tak mau kembali ke ranjang rumah sakit, sudah cukup sudah waktu tiga bulan yang menyiksa, saat ia harus selalu mengunjungi tempat yang paling ia benci,
"Ra, lo redakan emosi lo"
"Ra" Ucap Kiki pelan, ia berusaha memanggil Tiara yang sedang lepas kendali, jujur ia tak mau jika temanya bermasalah dengan kampus, ketahuilah, bermasalah dengan kampus adalah hal yang paling tidak menyenangkan, apapun masalahnya menghindar adalah pilihan yang tepat
"Apa lo, hah, dasar ******, simpanan om om" Ucap Laura dengan nada yang bahkan begitu menyebalkan, melihat ini tentu saja Tiara tak akan tinggal diam ia bahkan menjawab dengan kesal
"Ee lo dasar cewek gatel, papa gue punya banyak banyak uang, jangan kan membeli om om ngebeli lo sama Mak Lo aja aja papa gue sanggup, lo yang ****** dasar cewek ngak mutu, keliatan banget kan ngak berkelasnya, taunya cuma sama om om, dasar mainan om om" Sarkas Tiara tak Terima, keributan yang bermula hanya karena hal sepele kini mulai merambat ke mana mana dan tentu saja berakhir dengan acara baku hantam yang penuh dengan keringat ini
"Ra, udah, ngak ada gunanya juga ribut gini ya, Lo tenangkan diri lo, jangan sampe Lo keseret masalah karena ini" Ucap Kiki dengan nada pelan sembari menarik Tiara menjauh dari kerumunan dan tentu saja mendekati meja tempat Keysa menunggu
"Abisnya gue kesel, apaan?, gua ngak pernah nyari masalah sama dia, dianya aja yang baperan" Ucap Tiara dengan sebal, atas dasar apa cewek ngak mutu itu berani nantangain dia?
"Udah Ra, lo tenang, minum dulu nih biar Lo jadi lebih tenang ribut ribut gini ngak bakalan nyelesain masalah kan" Ucap Kiki dengan nada pelan, Tiara hanya mengguk pasrah, tak menyangka jika ucapan nya bisa membangunkan singa dari tidurnya, lagian siapa suruh gangguin tiara, tiara bukan orang baik yang diam saat di jahatin, ia bukan sedang bermain drama, dari itu tak perlu bersikap menjijikan
__ADS_1
"Kriuk kruk"
"Tu liat perut lo aja bunyi tuh, itu tandanya lo harus makan, diamin tuh cacing cacing lo, bikin heboh aja tuh" Ucap Kiki terkekeh pelan saat perut tiara berbunyi, keysa pun hanya tersenyum, Tiara langsung memesan makanan dan menikmati makan siang dengan damai, baiklah, untuk sesaat mari lupakan keributan tadi, lupakan cewek gatel yang sok kecapean itu, marah marah ngak ada untungnya, bikin capek aja, mendingan makan, bisa kenyang dan bisa tubuh besar dengan cepat.