Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Akan Mengejar


__ADS_3

Gio fov


Aku menghela nafas dengan pelan, aku baru saja menyelesaikan acara mengajar di kelas 25 dengan langkah yang sedikit goyah aku berjalan menuju lift, oh Tuhan mengapa jarak kelas 25 dan ruangan ku terasa sangat jauh, kakiku terasa gemetar dan aku sudah tak bisa bertahan lebih lama, aku menghela nafas pelan saat lift terbuka, namun siapa yang menyangka jika kakiku melemah, bak jeli yang tak berdaya


"Lo kenapa?" Ucap Jino memegangi pundak ku, sepertinya keberuntungan masih memihak ku, buktinya aku bertemu kedua teman ku di waktu yang tepat, saat aku hampir saja tersungkur karena pusing,


"Bantu gue balik ke ruangan" Ucapku dengan nada pelan, aku mempererat pegangan pada Jino dan Hafiz tubuh ku benar-benar lemah, ia tak bisa bertahan lebih lama lagi


"Lo sakit Gi?, gue antarin pulang aja ya, istirahat, jarang jarang lo sakit pas sakit malah kayak orang mau mati" Ucap Jino dengan dada pelan dan hanya ku balas dengan gelengan pelan, aku masih memiliki jadwal, aku tak bisa lari dari tanggung jawab ku, dan sahabat laknat ini?, dalam keadaan seperti ini pun ia masih sempat mengucapkan omong kosong,


"Lo berat banget sih Gi" Ucap Hafiz protes, saat ini bahkan aku membiarkan  kedua teman ku membopong tubuh ku, aku benar benar tak kuat lagi, dari itu ku percayakan tubuh indah ku kepada kedua jomblo karatan ini


"Jangan banyak ngeluh lo, cariin minyak angin, kepala gue pusing banget ni" Ucap ku, pelan, keduanya bergumam dan merebahkan tubuh ku di sofa, setelah berjuang dengan sangat keras akhirnya kami sampai di ruangan ku, dan saat ini aku hanya ingin memejamkan mataku dan beristirahat berharap keadaan akan menjadi jauh lebih baik setelahnya


"Tok tok tok" Aku menjerngit pelan, siapa lagi ini?, kepala ku pusing, aku sedang tak ingin di ganggu, siapapun mengertilah, mengapa ada saja yang mengusik


"Gue liat dulu" Ucap Hafiz pelan


"Biarin aja, paling orang ngak penting, gue males di ganggu" Ucap ku pelan, namun siapa yang menyangka ketukan itu semakin brutal, bisa bisa pintu ruangan ku jebol jika di biarkan begini, sebenarnya siapa sipengetuk mengapa sangat bar bar apakah memiliki urusan yang sangat mendesak sehingga menjadi begitu tak sabaran


"Udah mendingan gue buka, dari pada pintu ruangan lo jebol" Ucap Jino pelan, ketokan itu benar benar tak dapat di remehkan, keduanya bahkan sangat perhatian dengan keadaan pintu yang akan segera jebol jika tak segera di buka


"Selamat siang Pak Hafiz pak Jino" Suara itu membuat ku membukakan mata dengan perlahan, kepala ku memang sedikit pusing namun aku masih memaksakan diri untuk duduk, ku kira Mila, yah dia sangat menganggu, tak menyangka jika si pengetok yang hampir membuat ruangan ku jebol adalah Keysa, gadis kecil yang merupakan istri tercinta ku, aku tentu saja sangat mengenal suara itu, suara yang selalu terdengar merdu di teling ku


"Selamat siang" Ucap Jino dan Hafiz sopan, Keysa di persilahkan masuk oleh keduanya, aku merapikan penampilan ku dan menatap kedua teman ku lekat, yah aku hanya ingin berdua dengan istri ku, mereka pasti mengerti, anggap saja aku kejam, namun bukankah ini adalah kesempatan yang langka, dari itu aku harus menggunakan waktu ini sebaik mungkin, kapan lagi seorang Keysa menjadi sosok yang perhatian seperti ini?, kapan lagi ia berinisiatif datang ke ruangan ku Tampa harus embel embel tugas


"Ya udah Gi, bini lo udah di sini, kita masih ada jam ngajar, kita duluan" Ucap keduanya sebari meninggalkan ruangan milik ku, aku menghela nafas pelan, beruntung keduanya peka, dan, aku bahkan masih bertanya tanya angin apa yang membawa gadis kecil ku ini mendatangi ruangan ku ini, namun entah untuk alasan  apa aku merasa sangat bahagia, bahagia karena ternyata Kesya sangat memperdulikan ku


"Ada apa?" Ucap ku dengan nada pelan, aku memilih untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu, ngak enak kan kalo diam diaman gini, kalo nunggu si Keysa ngak tau kapan mulainya, Keysa hanya akan mengatakan hal hal kejam jika membuka mulut lebih dahulu, dari itu ia memilih untuk memulai pembicaraan

__ADS_1


"Lo sakit pak?" Ucapnya, aku menatapnya lekat, aku bahkan dapat melihat wajah cemas dan kahwatir itu, aku tentu saja merasa sangat senang karena ternyata Keysa memperdulikan ku, keysa memperhatikan ku, sebagai suami yang hampir tak di harapkan tentu saja aku merasa bahagia


"Kepala saya sedikit pusing, bisakah kamu membantu?" Ucap ku dengan nada pelan, yah kepala ku pusing, minta di pijitin istri sendiri ngak salah kan?,


"Lo kira gue tukang urut?, gue ngak bisa gituan" Jawaban ini jelas sudah ku perkirakan, Kesya tak akan melakukan permintaan ku dengan mudah, jangan lupakan ia adalah gadis berkepala batu yang sangat menggemaskan


"Kalo ngak bisa ya udah, kamu bisa tinggalin ruangan ini, saya butuh istirahat beberapa saat" Ucap ku yang pura pura merajuk, kita lihat sebatas mana gadis kecil ini akan bersikeras dengan rasa gengsinya, selama ini aku terlalu tak berinisiatif, hingga bahkan aku tak sadar jika aku memiliki istri yang sangat memperhatikan ku


"Mendingan lo balik aja pak, kalo sakit lo parah gue bisa repot" Ucapnya dengan nada ketus, namun masih meneruskan acara pijit memijitnya,


"Saya masih memiliki beberapa jadwal" Ucap ku dengan mada lemas, aku masih memiliki beberapa kelas hari ini, meskipun aku sakit tanggung jawab tetaplah tanggung jawab bukan


"Gue heran manusia kok kepalanya pada keras semua, Udah tau sakit masih aja sok kuat" Ucapnya dengan nada khas menyindir


"Saya punya tanggung jawab" Jawab ku dengan mata yang masih terpejam menikmati pijatan dari tangan lembutnya


"Ya udah lah lakuin apa yang Lo mau, toh emang bukan urusan gue, Asal Lo ngak mati aja sih pak, kalo Lo mati gue males banget jadi janda trus di jodoh jodohin lagi" Ucapnya ketus, aku hanya tersenyum kecil, ternyata dia perduli, aku sudah sangat terbiasa dengan ucapan sarkas itu,


"Ni makan, trus minum obat, lo ngak boleh sakit, ingat pak, lo ngak boleh sakit, gue ngak mau repot dan ngak mau capek ngurusin lo" Ucap Keysa dengan nada ketus namun terdengar sangat manis di telinga ku, selama ini Keysa tak pernah memperhatikanku, tak menyangka jika akhirnya aku di inginkan, meskipun menurutnya ini perhatian bisa bagiku ini adalah hal termanis yang istri ku tunjukan, aku menghela nafas pelan, ia sudah menghilang di balik pintu, ia meninggalkan ku dengan kotak bekal dan obat penurun panas, setelah Keysa keluar dua pengacau masuk ke ruangan  ku


"Bini lo kemana?, udah balik ke spesies awal?" Ucap Hafiz dan Jino mendudukkan diri di sofa


"Eh ada bekal sama obat, ngak nyangka bini lo ketus ketus gitu perhatian, Fiz gue juga mau kawin, cariin bini kayak bininya gio ya buat gue" Rengek Jino yang membuat ku memutar mata malas, seperti Keysa?, mana ada, Keysa sosok yang bahkan tak perduli dengan ketampanan ku,


"Lamar lagi aja" Ucap Hafiz dengan nada ringan


"Apanya yang di lamar?" Ucap Jino bertanya polos, aku pun menatap Hafiz dengan tanya, mengapa aku merasa tidak enak


"Yah bininya Gio lah, kan lo maunya yang gituan, udah di depan mata mengapa harus repot, tinggal lamar aja kalo suka" Ucap Hafiz yang membuat ku terbelalak yang benar saja

__ADS_1


"Berani lo gangguin bini gue?, awas Lo kalo punya pikiran yang enggak enggak" Ucap ku dengan nada datar sembari menatap Jino dengan tatapan lekat


"Yah, lo natap gue gitu amat, gue ngak berani, gila aja gue ngambil bini orang" Ucap Jino membuat ku menggantikan tatapan tajam ku, enak saja mau ngambil bini orang cari bini sendiri dong, ngak kreatif banget


"Lah Lo aja sok sok jaim di depan istri Lo sendiri, dari pada bini Lo tertekan trus kurus mendingan si Jino yang bahagiain, ia kan jin"


"Lo kalo mau mati ya mati sendiri aja Fiz jangan ngajak gue, tuh lihat si Gio udah hampir mau keluar matanya, bini di jadiin lelucon, petasan Lo kagak laku laku sampe sekarang" Sahut Jino dengan nada malas


"Hahha, Lo mah lupa ngaca" Ucap Hafiz terkekeh pelan


"Tapi emang sih, cewek cuek cuek perhatian gitu idaman banget tau ngak, tapi?, gue bahkan bertanya tanya, kalian komunikasinya gimana, secara kan Lo yang sok cool banget, sedangkan Keysa yang bahkan anak tongkrongan abis, habis kuliah nongkrong sama temen, kalian ngak pake ngomong, ngobrol atau diskusi?"


"Kalo ada waktu luang" Jawab Gio dengan nada pelan, keduanya memang sibuk dengan urusan masing masing, namun saat libur bahkan tak jarang mereka memilih untuk menghabiskan waktu dengan bermain game


"Ya juga ya, mana mungkin pasangan suami istri ngak punya waktu luang untuk ngomong, berapa kali satu Minggu" Ucap Hafiz dengan nada pelan


"Udah balik keruangan Lo pada, gue mau istirahat" Jawab ku dengan nada malas aku jelas tau kemana arah pembicaraan ini, dari pada aku semain terpojokkan maka lebih baik jika aku mengusir mereka


"Yang di suruh istirahat sama istri, tapi masih aja keras kepala ngak mau balik ke rumah" Ucap Jino sembari terkekeh pelan


"Tapi gue masih penasaran Gi Lo belom jawab gue loh" Ucap Hafiz yang bahkan masih bersikeras menuntut sebuah jawaban


"Makanya punya bini, udah deh sana sana balik ke ruangan Lo masing masing, gue mau istirahat benatar, menjelang jam ngajar" Ucap ku membawa keduanya menuju pintu


"Masak ia Lo ngak mau bagi bagi cerita, Udah gol atau blom" Ucap Hafiz yang bahkan semakin gencar


"Pegi sana jangan gangguin gue" Ucap ku dengan nada malas, aku terlalu enggan digoda, gimana mau gol Keysa saja belum mencintaiku, aku tak akan memaksakan kehendak ku, aku yakin aku akan mendapatkan cinta istri ku, selama ini aku memang terlalu pasif dan tak berusaha, namun hari ini?, hari ini aku akan mengabulkan genderang perang, dan mulai hari ini aku akan secara resmi mengejar Keysa, aku sudah terlalu lama berdiam diri, aku tak ingin menyesal jika suatu saat Keysa memilih untuk jatuh pada salah satu pria yang mengejarnya, sebagai seorang suami aku jelas tau siapa saja yang memiliki keinginan pada istri ku, mulai hari ini ku putuskan untuk mengejarnya


"Beneran ni kita di usir?" Ucap Jino dan Hafiz pelan dan tentu saja ku balas dengan sebuah anggukan

__ADS_1


"Gue mau istirahat" Ucapku pelan dan setelahnya keduanya mengguk meninggalkan ku, setelah mengantarkan kedua teman laknat aku kembali ke sofa dan dengan perlahan membuka kan makanan yang di bawa istri kecil ku,


"Istri kecil yang perhatian" Ucap ku tersenyum lebar sembari menyantap makanan ku dengan perasaan gembira


__ADS_2