
Waktu berjalan dengan begitu cepat dan bahkan Tampa terasa hari sudah beranjak sore, mobil sport berwarna putih melaju di jalan raya mereka sudah menerus masalah baju pengantin dan beberapa hal lainya, susana di sana tak ubah dengan kutub utara, sangat hening dan dingin, tak ada satupun di antara mereka yang mau mengalah dan memulai sebuah pembicaraan, keduanya bahkan lebih memilih untuk tetap diam membisu, tak ingin memancing keributan, keduanya sibuk dengan pemikiran masing masing, dan urusan masing masing, Tampa ingin perduli dengan urusan lainya
"Kalau capek anda istirahat" Ucap Gio yang bahkan mengalah dan memilih untuk memulai pembicaraan setelah cukup lama keheningan melanda
"Berapa lama lagi, udah sore banget, gue udah di tungguin sama teman teman gue" Ucap Keysa dengan nada malas sembari menghadap ke luar jendela menatap mata hari yang tak lama lagi akan segera tenggelam, ia bahkan sudah cukup lelah, berada di satu tempat bersama si kutub benar benar membuat tenaganya habis
"Cek hotel, masalah lainya bisa saya sendiri yang akan mengurus" Ucap Gio dengan nada pelan, bahakan ia masih fokus pada jalanan, mereka
"Hmm" Gumam keysa dengan nada malas dan setelahnya memejamkan matanya perlahan, seharian bersama si kutub sangat tak baik untuk mood seorang Keysa
"Lu bisa ngak liatin gue biasa aja, kayak ketemu nenek lampir aja" Ucap Keysa dengan mata yang masih terpejam, tapi ia bisa merasakan jika seseorang sedari tadi memandanginya, ia memang memejamkan mata, namun?, bahkan ia dapat merasakan jika ada yang menatapnya, sedangkan Gio?, bahkan ia hanya diam, ia memang menatap Keysa dan bahkan Keysa menyadari itu, ia kembali mengalihkan pandangannya kembali ke jalanan
"Dasar kutub" Gumam keysa dengan pelan namun bahkan masih dapat di dengar oleh pria yang berada di sampingnya, sedangkan Gio bahkan tak ingin mengomentarinya, ia lebih memilih untuk diam dan memfokuskan diri pada jalanan.
Mobil berhenti di sebuah hotel mewah, keduanya perlahan masuk
Setelah beberapa lama berbincang akhirnya selesai juga,keysa segera menuju mobil dan ingin cepat cepat pulang dan lepas dari calon suami kutubnya ini.
"Gue turun di sini aja, motor gue masih di bengkel" Ucap Keysa
"Saya antar pulang" Ucap gio yang bahkan Tampa expresi sedikitpun, hal ini membuat Keysa menghela nafas dengan malas
"Nga--"
"Tidak ada penolakan" Ucap Gio yang masih setia memperhatikan jalan, Keysa mendengus kesal mengalihkan pandangan nya keluar jendela, suasana seketika hening keysa tak ingin membuka suara sama halnya dengan Gio, mobil berhenti di sebuah rumah mewah.
Tanpa sepatah katapun keysa turun dari mobil dan langsung masuk kerumah, tanpa ada niat mengajak Gio untuk mampir sejenak
ia paham akan hal itu, toh keduanya memang tak saling suka sebelumnya, ia memutar mobilnya meninggalkan rumah sang tunangan.
"Non" Ucap bik asmi membukakan pintu untuk sang majikan, Keysa hanya tersenyum membalas sapaan sang bibik, setelahnya keysa berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
'Gini amat ya nasib gue, ma kok bisa bisanya mama kepikiran buat jodohin ke sama orang nyebelin kayak gitu', keysa membuang nafas pelan 'malang banget nasib gue'keluh keysa berjalan pelan menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena seharian di luar.
__ADS_1
Senja baru saja berlalu keysa duduk termenung di balkon kamarnya menatap keindahan kota jakarta dari ketinggian, suasana malam masih seperti biasanya selalu hiruk pikuk oleh manusia yang menjalani aktivitas hidupnya rembulan masih setia menemani malam dan bintang pun masih selalu di antara keduanya, keysa membuang nafas pelan tak lama lagi hari pernikahannya,
"Non" Ucap bik asmi perlahan masuk ke kamar keysa,
"Ini non bibi bawa coklat panas sama kue kering, jangan lupa di makan ya non bibik ke bawah dulu" Ucap Bi asmi meletakan kapan yang berisi kue kering dan coklat panas di atas nakas tak jauh dari ranjang keysa
"Terimakasih bik" Ucap keysa berjalan mendekati bik asmi perlahan keysa duduk dan menikmati kue kering dan coklat panas yang baru saja bik asmi bawakan untuk nya
"Non" Ucap bik asmi saat berada di ambang pintu, keysa nampak lemas dan wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya
"Hmm iya bik" Ucap keysa
"Apa Non baik baik saja" Ucap bik asmi kembali berjalan mendekati keysa
"Key baik bik" Keysa tersenyum lembut
"Hm ya sudah Non, makan malam sudah siap" Ucap Bik Asmi dengan nada pelan
"Hmm ya sudah bik sebentar lagi Key turun" Ucap keysa tersenyum manis ke arah wanita paruh baya yang merawat nya sejak kecil.
Keysa perlahan menyesap coklat panas itu, dan ini cukup membantu keysa agar lebih rileks, Ponsel keysa berdering ia meraihnya dan langsung menghubungkan sambungan telpon yang berasa dari sahabatnya
"Hallo" ucapnya saat telpon baru saja di sambung
"Hm, lu dateng kan?" Ucap Kiki dari seberang telepon
"Iya, tapi mungkin agak telat soalnya gue capek banget" Ucap Keysa dengan nada mengeluh, malam ini ia harus datang dua mahluk kembali membuat kekacauan dan ia harus menyelesaikannya, namun ia bahkan malah menghabiskan hari yang begitu melelahkan tadi, ternyata menyiapkan pernikahan bukan perkara mudah, lagi pula ia bahkan tak pernah berfikir jika gio akan mengurus pernikahan ini sendiri dan bahkan malah melibatkannya pula, awalnya ia berfikir jika ia hanya perlu menikah, namun?, bahkan Gio membawanya melihat hotel yang akan di gunakan untuk resepsi, melihat persiapan catering untuk acara mereka, huh benar benar merepotkan
"Emang lu habis ngapain? Lu jadi kuli bangunan?, atau Lo ngangkat baru aja ngangkat Monas buat di taro ke Kalimantan" Ucap Kiki suara kekehannya terdengar di seberang telepon
"Sialan lu, tugas gue pada numpuk ni, lu ngak ada niatan gitu buat bantuin gue?, gue bernasib sial hari ini, bahkan ini adalah hari terburuk dalam hidup gue" Ucap keysa dengan nada malas
"Boro boro bantuin lu, orang tugas gue juga banyak, ngomong ngomong gue heran deh sama si Alex ngak ada kapok kapoknya bikin maslah sama lu" Ucap Kiki mengganti suaranya menjadi suara yang sedikit lebih serius, tak ada kekehan di sana atau nada nada mengejek
__ADS_1
"Tu anak udah gila kali, Ais, kenapa malah ngebahas tu anak, bikin puyeng aja" Ucap keysa pelan, ia tak ngin nabil pusing dengan tantangan Alex, kalo balapan ya balapan, toh nantinya keysa pasti menang ngak ada yang bisa ngalahin keysa sepanjang perjalanan karirnya menjadi ketua geng motor black rose nya
"Lu nya sih, mau mau aja ngeladenin dia" Ucap Kiki dengan terkekeh pelan
"Males ah bahas tu raja uban, lagian ngak ada untungnya juga kan bikin gue kesal, lagian mau di gimanain pun tu raja uban gak bakalan kapok bikin masalah" Ucap keysa dengan malas
"Oh iya gue lupa" Ucap Kiki terkekeh pelan
"Oh ia lu tau ngak tadi si cimi cerita tentang pak Gio" Keysa mersa kesal kenapa teman temannya begitu bersemangat kalo udah bahas tu dosen kutub, emang bagusnya di mana coba? untungnya di mana coba?
"Emang dia bilang apa?" Ucap keysa
"Tumben lu tertarik" Ucap Kiki dengan nada pelan
"Ya udah kalo ngak mau cerita juga ngak PP ngak penting juga" Ucap keysa
"Ok ok lu mah ngambek, ia ia gue ceritain dengerin ya baik baik, gue ngak bakalan gulang kalo lu ngak paham" Ucap kiki menarik nafas pelan untuk memulai ceritanya, huh sungguh dramatis dan menyebalkan
"Jadi gini si Cimi tadi liat pak Gio lagi di butik kakaknya, dan dan lu tau ngapain di butik, pak gio fitting baju buat pernikahan gitu, gue jadi curiga, baru aja beberapa hari kita dapet kabar pak Gio udah tunangan nah sekarang malah mau nikahan aneh ngak sih?, atau jangan jangan si pak Gio?" Ucap Kiki bercerita dengan antusias karena sebelumnya keysa tak pernah ingin tau dengan pak Gio dosen julit sekaligus calon suami keysa
"O" Ucap keysa dengan nada datar
"Oo, doang, gue udah capek cerita panjang kali tinggi kali lebar lu bilang oo doang, ngak asik lu" Ucap kiki dengan nada kesal, ia sudah berimajinasi najis jika keysa akan memiliki reaksi seperti bercerita dengan tiara ataupun cimi, namun itu hanya imajinasi mu saja kiki dan ternyata keysa sama sekali tak tertarik dengan itu
"Y sudah lah, gue siap siap dulu" Ucap keysa mematikan telepon nya mengambil jaket dan tas nya dan beranjak menuju meja makan.
"Malam bik, kang Maman mana?" Ucap Keysa saat menyadari rumah terasa sunyi
"Oo kang Maman katanya harus segera pulang istrinya lahiran" Ucap bik asmi
"Gmn gitu" Ucap keysa menyantap makan malamnya, setelah makan keysa berpamitan dengan bik asih
"Bik key keluar dulu, ngak usah nungguin key, key mau nginap di rumah teman" Ucap keysa berjalan meninggalkan ruang makan menuju garasi
__ADS_1
"Hati hati Non" Ucap bik asih yang baru muncul dari arah dapur bik asih tidak menemukan keysa di rumah mungkin dia sudah pergi, bik asmi berjalan mendekati meja dan membereskannya, setelahnya bik asih kembali ke dapur masih sibuk dengan segala peralatan dapur, bik asih menarik nafas pelan.